Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Langkah Menyiapkan Data-data untuk SPT Pajak Penghasilan Badan

Oleh   /   Senin 14 Desember 2015  /   Tidak ada komentar

Berikut 7 langkah praktis perhitungan pajak pasal 25 untuk mengisi formulir SPT Badan. Dapatkan laporan keuangan terutama laporan aktivitas (pendapatan dan biaya) versi akuntansi.

Langkah Menyiapkan Data-Data untuk SPT Pajak Penghasilan Badan

Langkah Menyiapkan Data-Data untuk SPT Pajak Penghasilan Badan

Berikut 7 langkah praktis perhitungan pajak pasal 25 untuk mengisi formulir SPT Badan.

Langkah 1

Dapatkan laporan keuangan terutama laporan aktivitas (pendapatan dan biaya) versi akuntansi. Lebih baik sudah diaudit kantor akuntan publik.

Langkah 1

Langkah 2.

Identifikasi objek pajak, objek pajak sudah dipotong final, dan bukan objek pokok.

Langkah 2

Langkah 3.

Identifikasi hubungan biaya yang tercatat dengan pendapatan. Jika pendapatan adalah objek pajak maka biaya yang terkait diletakkan pada kategori tersebut. Selisih lebih atau kurang akan terlihat untuk objek pendapatan ini dan terhutang pajak. Bila bukan objek pajak maka biaya yang terkait langsung tidak memengaruhi besarnya hutang pajak. Sedangkan jika objek pajak sudah dipotong final maka biaya yang terkait tidak berpengaruh untuk perhitungan pajak pasal 25.

Langkah 3

Langkah3

Langkah 4.

Alokasikan biaya operasional kantor ke masing-masing program. Alasan utamanya biasanya operasional dikeluarkan untuk mendukung seluruh program termasuk yang berasal dari sumbangan dan usaha komersial. Pakai metode alokasi yang paling mudah saja. Misalnya persentase alokasi berdasarkan persentase besarnya pendapatan.

Langkah 4

Langkah4

Lampiran IA

Selanjutnya formulir 1A yang merupakan formulir untuk penyusutan fiskal selama tahun pajak. Pada formulir di bawah ini dilampirkan juga kertas kerja berupa file Excel sebagai rincian dari perhitungan penyusutan.

Lampiran lain seperti 2A hingga 7A tidak perlu diisi karena tidak relevan dengan operasional lembaga non-profit. Namun lampiran 1A wajib diisi.

Berikut formulir 1A dan kertas kerjanya berupa tabel penyusutan.

Lampiran VI

Lampiran VI terdiri dari data-data tentang pemegang saham dan perusahaan yang terkait (afiliasi). Karena lembaga non-profit tidak mengenal kepemilikan seperti ini sehingga lampiran ini cukup diisi dengan NIHIL atau dicoret menyilang.

Lampiran V

Lampiran ini memerlukan data-data tentang:

  • Daftar pemegang saham/pemilik modal dan jumlah dividen yang dibagikan dan
  • Daftar susunan pengurus dan komisaris.

Untuk lembaga non-profit struktur yang terjadi bukanlah seperti yang disebutkan. Oleh karena itu cukup diisi dengan daftar pengurus dan atau pembina/pengawas untuk yayasan atau penamaan lain yang berarti sama. Misalnya, dewan eksekutif, pengurus harian, dan lain-lain. Daftar nama yang diisikan haruslah sudah memiliki NPWP pribadi.

Lampiran IV

Lampiran ini berisi tentang PPh final dan penghasilan yang tidak termasuk objek pajak. Untuk kasus yayasan kali ini pendapatan yang diisikan adalah:

  • Pendapatan deposito: jumlah bunga yang diterima adalah 80% dari bunga seharusnya karena pihak bank sudah memotong 20% untuk pajak final atas bunga. Jadi ketika lembaga memperoleh Bunga Rp 12.266.837 jumlah ini adalah 80% dari bunga deposito yaitu 100/80 x Rp 12.266.837 = Rp 15.333.546. bunga yang dipotong oleh bank (dengan memberikan bukti pemotongan tentunya) adalah 20% x Rp 15.333.546 = Rp 3.066.709.
  • Pendapatan tidak termasuk objek pajak yang diterima yayasan adalah hibah dan penggantian biaya (reimbursable).

Hasil penjumlahan PPh final dipindahkan atau harus sama dengan form induk butir 15a, sedangkan penghasilan yang tidak termasuk objek pajak dipindahkan ke form induk butir 15b.

Lampiran III

Lampiran ini berisi tentang kredit pajak dalam negeri. Jumlah kredit pajak lampiran ini harus sama dengan form induk butir 8a. dalam kasus yayasan, kredit pajak dalam negeri adalah jumlah pajak yang sudah dipotong oleh pihak lain dari pendapatan komersial (pelatihan dan konsultasi). Besarnya pemotongan tergantung persentase dari jenis jasa yang diberikan.

Lampiran II

Lampiran II ini berisi tentang perincian harga pokok penjualan, biaya usaha lainnya, dan biaya dari luar usaha secara komersial. Pada yayasan adil makmur, harga pokok penjualan untuk pendapatan hibah tidak diperhitungkan karena pendapatannya sendiri bukan objek pajak. Harga pokok untuk pendapatan bunga juga tidak perhitungkan karena sudah dipotong dengan mekanisme final oleh bank. Tinggal lah pendapatan dari jasa komersial. Biaya yang timbul adalah alokasi biaya bersama. Karena perhitungannya merupakan presentase pendapatan saja, sehingga biaya bersama ini digolongkan sebagai biaya usaha lain.

Lampiran I

Lampiran I berisi penghitungan penghasilan neto fiskal atau perhitungan rincian dari seluruh pendapatan dan biaya.

177 (induk)

Setelah semua form lapisan SPT badan terisi, langkah terakhir adalah mengisi form induk SPT Tahunan PPh badan yang merupakan pindahan dari lampiran-lampiran yang telah dibuat sebelumnya. Jangan lupa memeriksa apakah tautan dari lampiran sebelumnya berjalan sempurna ke lembaran induk ini.

Disarikan dari buku: Petunjuk Kewajiban Pajak Lembaga Nirlaba (Langkah Menyiapkan Data-Data untuk SPT Pajak Penghasilan Badan), Penulis: Pahala Nainggolan, Hal: 57-66.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Pengertian & Ruang Lingkup Akuntansi Publik

Selengkapnya →