Memuat...
Anda di sini:  Beranda  >  Artikel  >  Akuntansi  >  Artikel (di bawah) ini

Laporan Arus Kas

Oleh   /   Jumat 13 September 2013  /   Tanggapi?

Laporan arus kas merupakan laporan yang menunjukkan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas selama periode tertentu yang dikelompokkan ke dalam aktivitas operasional, investasi dan pendanaan.

keuanganLSM

Laporan arus kas merupakan laporan yang menunjukkan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas

Pengertian

Laporan arus kas merupakan laporan yang menunjukkan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas selama periode tertentu yang dikelompokkan ke dalam aktivitas operasional, investasi dan pendanaan.

Berikut adalah pengertian istilah yang digunakan:

  1. Aktivitas operasional adalah aktivitas penghasil utama pendapatan rumah sakit yang berasal dari pelayanan (principal revenue-producing activities) dan aktivitas investasi lain yang bukan merupakan aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan.
  2. Aktivitas investasi adalah perolehan dan pelepasan aset jangka panjang serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas.
  3. Aktivitas pendanaan (financing) adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam komposisi modal dan pinjaman perusahaan.

Pengelompokkan

Laporan Arus Kas harus melaporkan arus kas selama periode tertentu dan diklafikasikan menurut aktivitas operasional, investasi dan pendanaan.

1. Aktivitas operasional

Jumlah arus kas yang berasal dari aktivitas operasional merupakan indikator yang menentukan apakah operasional perusahaan dapat menghasilkan arus kas yang cukup untuk melunasi pinjaman, memelihara kemampuan perusahaan, dan melakukan investasi baru tanpa mengandalkan sumber pendanaan dari luar. Arus kas ini berasal dari transaksi dan peristiwa lain yang mempengaruhi penetapan selisih aset bersih.

Contoh arus kas dari aktivitas opresional:

  • Penerimaan kas dari penjualan barang/jasa.
  • Penerimaan kas dari royalti, fess, komisi dan pendapatan lain.
  • Pembayaran kas kepada pemasok/supplier.
  • Pembayaran kas kepada karyawan.
  • Penerimaan dan pembayaran kas oleh perusahaan asuransi sehubungan dengan premi, klaim, anuitas dan manfaat asuransi lainnya.
  • Pembayaran kas atau penerimaan kembali (restitusi) pajak penghasilan.
  • Penerimaan dan pembayaran kas dari kontak yang diadakan untuk tujuan transaksi usaha.

2. Aktivitas investasi

Pengungkapan terpisah arus kas dari aktivitas investasi perlu dilakukan sebab arus kas tersebut mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas sehubungan dengan sumber daya yang bertujuan menghasilkan pendapatan dan arus kas mesa depan.

Contoh arus kas dari aktivitas investasi:

  • Pembayaran kas untuk membeli aset, termasuk biaya pengembangan yang dikapitalisasi.
  • Penerimaan kas dari pelepasan aset.
  • Uang muka dan pinjaman yang diberikan kepada pihak lain serta pelunasannya.

3. Aktivitas pendanaan

Pengungkapan arus kas yang timbul dari aktivitas pendanaan perlu dilakukan sebab berguna untuk memprediksi klaim terhadap arus kas masa depan oleh para pemasok modal perusahaan.

Contoh arus kas dari aktivitas pendanaan:

  • Pelunasan pinjaman.
  • Pembayaran kas oleh penyewa (lesse) untuk mengurangi saldo liabilitas yang berkaitan dengan sewa pembiayaan.

Metode Pelaporan

1. Pelaporan arus kas aktivitas operasional menggunakan metode sebagai berikut:

a. Metode langsung (Direct method): dengan metode ini kelompok utama dari penerimaan kas bruto dan pengeluaran kas bruto di ungkapkan.

Dengan metode langsung, informasi mengenai kelompok utama penerimaan kas bruto dan pengeluaran kas bruto dapat diperoleh:

  • Catatan akuntansi entitas rumah sakit.
  • Perubahan persediaan, piutang usaha, dan utang usaha selama periode berjalan.
  • Pos buku kas lainnya.
  • Pos lain yang berkaitan dengan arus kas investasi dan pendanaan.

b. Metode tidak langsung (Indirect method): dengan metode ini perubahan aset bersih disesuaikan dengan mengoreksi pengaruh dari transaksi bukan kas, penangguhan (defferal) atau akrual dari penerimaan atau pembayaran kas untuk operasi di masa lalu dan masa depan dan ungsur penghasilan atau beban yang berkaitan dengan arus kas investasi atau pendanaan.

Dalam metode tidak langsung, arus kas bersih dari aktivitas operasi ditentukan dengan menyesuaikan perubahan aset bersih dari pengaruh:

  • Perubahan persediaan dan piutang usaha serta utang usaha selama periode berjalan.
  • Pos bukan kas seperti penyusutan, penyisihan, pajak ditangguhkan, keuntungan dan kerugian valuta asing yang belum direalisasi.
  • Semua pos lain yang berkaitan dengan arus kas investasi atau pendanaan.

2. Kelompok utama penerimaan kas bruto dan pengeluaran kas bruto yang berasal dari aktivitas investasi dan pendanaan harus dibuat laporan secara terpisah, kecuali untuk arus kas yang dapat disajikan secara neto sebagai berikut:

a. Penerimaan dan pengeluaran kas untuk kepentingan para pelanggan apabila arus kas tersebut lebih mencerminkan aktivitas pelanggana daripada aktivitas rumah sakit, misalnya penerimaan dan pembayaran rekening giro.

b. Penerimaan dan pengeluaran kas untuk pos-pos dengan perputaran cepat, volume traansaksi yang besar dengan jangka waktu singkat (minority short), misalnya:

  • Penerimaan dan pengeluaran kas sehubungan dengan deposito berjangka waktu tetap.
  • Penetapan dan penarikan deposito pada lembaga keuangan.
  • Pemberian dan pelunasan kredit.

3. Arus kas yang berasal dari transaksi dalam mata uang asing harus dibukukan dalam mata uang yang digunakan dalam pelaporan dengan menjabarkan jumlah mata uang asing tersebut menurut kurs pada tanggal transaksi arus kas. Keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi yang timbul akibat perubahan kurs bukan merupakan arus kas.

4. Arus kas sehubungan dengan pos luar biasa harus diklarifikasikan sebagai aktivitas operasional, investasi atau pendanaan sesuai dengan sifat transaksinya dan diungkapkan secara terpisah, agar para pengguna dapat memahami hakikat dan pengaruhnya terhadap arus kas saat ini dan masa depan.

5. Arus kas dari bunga dan dividen yang diterima dan dibayarkan harus diungkapkan tersendiri. Masing-masing arus kas harus diklasifasikan secara konsisiten antar periode sebagai aktivitas operasional, investasi atau pendanaan, dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Jumlah bunga yang dibayarkan selama suatu periode dilaporkan dalam Laporan Arus Kas, baik yang telah diakui dalam Laporan Aktivitas maupun yang dikapitalisasikan sebagai Aset.
  • Bunga pinjaman yang dapat dikapitalisasi adalah yang dapat diatribusikan (dapat diidentifikasi secara nyata dan menyakinkan) secara langsung dengan aset tertentu sesuai dengan waktu yang wajar atas penyelesaian suatu konstruksi, yang nilainya adalah sebesar seluruh biaya pinjaman yang timbul selama peminjaman dana tersebut dikurangi dengan pendapatan bunga yang diperoleh dari investasi sementara atas dana hasil pinjaman yang belum digunakan (nilai bersih pinjaman).
  • Bunga yang dibayar dapat diklasifasikan sebagai arus kas pendanaan karena merupakan biaya perolehan sumber daya keuangan.

6. Arus kas yang berkaitan dengan pajak penghasilan harus diungkapkan tersendiri dan diklasifikasikan sebagai arus kas operasional.

7. Transaksi investasi dan pendanaan yang tidak memerlukan penggunaan kas atau setara kas harus dikeluarkan dari Laporan Kas. Transaksi semacam itu harus diungkapkan sedemikian rupa dalam Catatan atas Laporan Keuangan sehingga dapat memberikan semua informasi yang relevan mengenai aktivitas investasi dan pendanaan tersebut. Beberapa contoh transaksi non kas adalah:

  • Perolehan aset secara kredit atau melalui sewa pembiayaan.
  • Konversi utang menjadi modal.

8. Komponen kas dan setara kas (sesuai dengan yang terutang dalam pedoman akuntansi) harus diungkapkan dan dilengkapi rekonsiliasi jumlah tersebut dalam Laporan Arus Kas dengan pos yang sama yang disajikan dalam Laporan Posisi Keuangan.

9. Jumlah saldo kas atau setara kas signifikan yang tidak dapat digunakan dengan bebas harus diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan.

10. Laporan Arus Kas tidak wajib disusun secara komparatif.

Disarikan pada buku: Pedoman Akuntansi Rumah Sakit Anggota Perdhaki, Penyusun: Rosita Ellyana, SE.,Ak., A. Yollan Permana, SE.,Ak., Hal: 119-126.

    Cetak       Email
  • Terbit 10 bulan lalu pada Jumat 13 September 2013
  • Oleh:
  • Last Modified: September 9, 2013 @ 1:46 pm
  • Filed Under: Akuntansi
  • Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Anda Mau Membaca Ini, Mungkin?

KeuanganLSM

Tagihan-Tagihan Lancar Lainnya

Lanjutkan membaca →