Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel Terbaru  >  Artikel saat ini

Laporan Audit Lain Selain Laporan Wajar Tanpa Pengecualian

Oleh   /   Kamis 26 Desember 2013  /   Tidak ada komentar

Laporan wajar dengan pengecualian dapat menyatakan pengecualian pada ruang lingkup dan pendapat atau hanya pada pendapat saja. Pengecualian ruang lingkup dan pendapat hanya dapat dibuat jika auditor tidak berhasil mendapatkan bahan bukti.

keuanganLSM

Laporan Auditing Lain Selain Laporan Wajar Tanpa Pengecualian

Tiga jenis laporan auditing yang paling penting untuk kondisi ini adalah sebagai berikut:

1. Pendapat Tidak Wajar (Adverse Opinion)

Pendapat tidak wajar hanya diberikan jika auditor merasa yakin bahwa keseluruhan laporan keuangan yang disajikan memuat salah saji yang material atau menyesarkan sehingga tidak menyajikan secara wajar posisi keuangan atau hasil operasi perusahaan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.

2. Pendapat Tidak Memberikan Pendapat (Disclaimer of Opinion)

Suatu pernyataan tidak memberikan pendapat dilakukan jika auditor tidak berhasil untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa keseluruhan laporan keuangan yang disajikan secara wajar. Penolakan pemberian pendapat timbul karena banyak pembatasan ruang lingkup audit, atau hubungan yang tidak independen antara auditor dan klien.

3. Pendapat Wajar dengan Pengecualian (Qualified Opnion)

Pendapat wajar dengan pengecualian dapat diberikan baik karena adanya pembatasan ruang lingkup auditing atau tidak ditaatinya standar akuntansi yang berlaku umum.

Pendapat wajar dengan pengecualian hanya dapat digunakan jika auditor yakin bahwa laporan keuangan secara keseluruhan telah disajikan secara wajar. Jika auditor merasa bahwa kondisi yang dilaporkannya cukup parah, maka pernyataan tidak memberikan pendapat atau pendapat tidak wajar harus dibuat. Oleh karena itu, pendapat wajar dengan pengecualian dianggap sebagai bentuk pengungkapan yang paling lunak di antara semua penyimpangan dari laporan wajar tanpa pengecualian

Laporan wajar dengan pengecualian dapat menyatakan pengecualian pada ruang lingkup dan pendapat atau hanya pada pendapat saja. Pengecualian ruang lingkup dan pendapat hanya dapat dibuat jika auditor tidak berhasil mendapatkan bahan bukti auditing yang ditentukan oleh standar auditing yang berlaku umum. Karena itu, bentuk pengecualian ini digunakan jika ruang

Lingkup auditing auditor dibatasi oleh klien atau jika keadaan tidak memungkinkan auditor untuk melakukan audit yang lengkap.

Sumber: Auditing Pendekatan Sektor Publik dan Privat, Penulis: Sekar Mayangsari, Puspa Wandanarum, Hal: 28-29.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Karakteristik LSM

Selengkapnya →