Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Akuntansi  >  Artikel saat ini

Laporan Keuangan Tujuan Internal dan Laporan Keuangan Berlaku Umum

Oleh   /   Senin 26 Mei 2014  /   Tidak ada komentar

Laporan keuangan untuk kepentingan internal antara lain bertujuan untuk menilai efisiensi produksi, laporan untuk menilai keberhasilan pelaksanaan anggaran perusahaan, serta laporan harga pokok produksi.

KeuanganLSM

Laporan Keuangan Tujuan Internal dan Laporan Keuangan Berlaku Umum

Laporan keuangan ada yang disusun untuk kepentingan internal perusahaan dan ada yang disusun untuk kepentingan umum, yang biasa disebut laporan keuangan yang berlaku umum. Laporan keuangan untuk kepentingan internal adalah setiap laporan yang memuat data keuangan yang hanya berlaku untuk kalangan internal perusahaan, sedangkan laporan keuangan yang berlaku umum merupakan laporan keuangan yang terbuka untuk umum.

Laporan keuangan untuk kepentingan internal antara lain bertujuan untuk menilai efisiensi produksi, laporan untuk menilai keberhasilan pelaksanaan anggaran perusahaan, serta laporan harga pokok produksi. Laporan untuk internal ini penting dijadikan sebagai alat pengendalian perusahaan dalam pencapaian tujuannya. Ada kalanya laporan keuangan internal merupakan rahasia yang hanya diketahui segelintir individu dalam perusahaan. Tidak seluruh individu yang terlibat dalam perusahaan boleh mengakses setiap laporan keuangan internal. Kerahasiaan ini diperlukan demi kepentingan perusahaan dalam jangka panjang.

Laporan keuangan kepentingan umum adalah laporan keuangan yang berlaku baik untuk kepentingan internal maupun eksternal perusahaan. Laporan keuangan ini biasanya ditujukan bagi kepentingan eksternal, seperti bank atau kreditur lainnya, yang memberikan pinjaman kepada perusahaan, calon investor untuk menganalisa kelayakan investasi, pemerintah—khususnya dalam masalah pajak, suplier yang berurusan dalam masalah kontrak jual-beli, customer, bahkan LSM, dan pihak-pihak lainnya. Akan tetapi, pihak internal seperti karyawan atau pemilik menjadi pengguna laporan keuangan ini. Dewasa ini, semakin banyak pihak yang mengambil keputusan atas informasi yang disajikan dalam laporan keuangan ini.

Laporan keuangan berlaku umum harus disajikan berdasarkan peraturan akuntansi yang di Indonesia disebut Standar Akuntansi Keuangan. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah penyajian informasi yang bias dalam laporan keuangan. Penyajian laporan keuangan yang bias dapat merugikan, khususnya bagi pihak eksternal. Kasus ENRON merupakan satu contoh besar penyajian laporan keuangan yang merugikan para investor.

Laporan keuangan berlaku umum ini juga memiliki banyak jenis, seperti misalnya daftar tagihan perusahaan, catatan atas laporan keuangan yang berisi rincian masing-masing aset dan utang perusahaan, serta laporan lainnya. Akan tetapi, peraturan akuntansi yang di Indonesia, yakni Standar Akuntansi Keuangan mensyaratkan penyajian laporan laba/rugi, neraca, laporan perubahan modal, dan laporan arus kas sebagai laporan keuangan utama. Laporan keuangan lain diserahkan pada perusahaan yang bersangkutan.

Disarikan dari buku: Akuntansi untuk Non-Akuntansi, Penulis: Golrida Karyawati P, Hal: 5-6.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

SDM sebagai Gerbang Terakhir

Selengkapnya →