Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Akuntansi  >  Artikel saat ini

Laporan Laba/Rugi

Oleh   /   Rabu 16 Juli 2014  /   Tidak ada komentar

Penyajian HPP dan Laba kotor atau gross profit dimaksudkan agar pengguna laporan keuangan mendapat informasi bagaimana efisiensi perusahaan dalam penciptaan atau pengadaan produk. Gross profit menunjukkan laba atas produk yang dihasilkan atau diadakan.

Laporan Laba/Rugi

Laporan Laba/Rugi

Laporan laba/rugi disebut juga laporan operasi, laporan hasil usaha, atau laporan kinerja. Setiap aktivitas yang dilakukan perusahaan waralaba pada dasarnya ditujukan untuk mendapatkan laba.

Perusahaan memproduksi atau membeli barang dagangan atau memberikan jasa kepada customer dari hari ke hari untuk mendapatkan revenue atau penghasilan (pendapatan). Pendapatan perusahaan merupakan hasil yang diperoleh perusahaan dalam aktivitas bisnisnya, seperti penjualan barang dagangan atau penjualan jasa.

Operasi perusahaan tentu saja membutuhkan biaya atau beban, misalnya beban gaji karyawan, beban administrasi, dan lainnya. Sebuah usaha dikatakan menghasilkan laba apabila pendapatan atau revenue yang dihasilkan lebih besar dari biaya (beban) yang terjadi.

Misalkan, pada tahun 2014 perusahaan memperoleh pendapatan total Rp 100 Milyar. Beban-beban yang terjadi dalam tahun 2014 adalah Rp 90 Milyar. Maka pada tahun 2014, perusahaan menghasilkan laba sebesar Rp10 Milyar.

Laba = Pendapatan – Biaya (Beban)

Laporan Laba/rugi menyajikan seluruh pendapatan dan beban yang terjadi dalam satu periode (biasanya satu tahun). Penyusunan laporan laba/rugi dilakukan secara sistematis sesuai dengan SAK, yang akan dibahas pada bab-bab selanjutnya. Bab ini berfokus pada pembahasan dasar-dasar laporan keuangan. Karena operasi perusahaan dilakukan secara continue, penyajian laporan laba/rugi harus menentukan batas atau cut off perhitungan pendapatan dan beban.

Laporan laba/rugi harus mencantumkan periode tersebut. Perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas disyaratkan menyusun laporan keuangan tahunan dengan cut off pada 1 Januari – 31 Desember tahun berjalan (current period). Perusahaan merekap seluruh pendapatan dan beban yang terjadi dari awal tahun hingga akhir tahun berjalan dan menyajikannya dalam laporan laba/rugi yang menginformasikan apakah selama tahun berjalan perusahaan memperoleh laba atau mengalami rugi.

Laporan laba/rugi harus menyajikan laba dari aktivitas utama yang disebut dengan laba operasi, dart pendapatan dan beban yang tidak berasal dari aktivitas utama.

 

Laba Operasi

Aktivitas utama masing-masing perusahaan berbeda-beda, sesuai dengan bidang usaha yang dijalankan perusahaan. Perusahaan jasa menghasilkan pendapatan utama dari pemberian jasa. Pendapatan dari aktivitas utama perusahaan termasuk dalam pendapatan operasi.

Perusahaan yang memiliki usaha yang terdiversifikasi memiliki banyak sumber pendapatan operasi. Pendapatan operasi merupakan hasil yang diperoleh dari penjualan barang atau jasa kepada pihak eksternal perusahaan. Pendapatan operasi ini harus disajikan dengan transparan. Hal ini dimaksudkan agar pengguna laporan keuangan mengetahui volume aktivitas perusahaan. Dalam menghasilkan pendapatan tersebut akan timbul beban (biaya). Beban (biaya) yang timbul sehubungan menghasilkan pendapatan utama disebut beban operasi. Selisih antara pendapatan operasi dengan beban operasi disebut laba operasi. Laba operasi disebut juga laba usaha.

Laba Operasi = Pendapatan Operasi – Beban (biaya) Operasi

Apabila perusahaan bergerak dalam bidang perdagangan atau manufaktur, pendapatan operasinya berasal dari hasil penjualan barang dagangan. Perusahaan manufaktur memproduksi sendiri barang dagangan yang dijual, sedangkan perusahaan dagang membeli barang dagangan dan menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi. Dalam memproduksi atau membeli barang yang akan dijual, perusahaan harus menanggung beban (biaya) sehubungan dengan produk yang akan dijual.

Beban-beban yang berhubungan dengan produk atau barang dagangan yang akan dijual disebut Harga Pokok Penjualan atau Beban Pokok Penjualan. Beban pokok penjualan untuk perusahaan dagang adalah beban-beban sehubungan dengan pembelian barang dagangan. Beban pokok penjualan untuk perusahaan manufaktur adalah beban-beban sehubungan dengan produksi barang da-gangan, misalnya gaji buruh, bahan baku yang dipakai, dan beban-beban lainnya yang terkait dengan produksi barang dagangan. Harga pokok penjualan harus disajikan tersendiri dalam Laporan Laba/ Rugi. Selisih antara pendapatan operasi dengan HPP disebut dengan laba produk, atau laba kotor atau gross profit.

Laba Kotor = Penjualan – HPP

Penyajian HPP dan Laba kotor atau gross profit dimaksudkan agar pengguna laporan keuangan mendapat informasi bagaimana efisiensi perusahaan dalam penciptaan atau pengadaan produk. Gross profit menunjukkan laba atas produk yang dihasilkan atau diadakan.

Laba operasi perusahaan manufaktur atau perusahaan dagang adalah adalah laba kotor dikurangi dengan beban operasi.

Laba Operasi = Laba kotor – Beban Operasi

Perhitungan laba operasi perusahaan adalah sebagai berikut.

4

Beban operasi adalah yang terkait dengan pendapatan operasi diluar HPR. Contoh beban operasi adalah beban sehubungan dengan penjualan dan administrasi. Beban penjualan dan administrasi walaupun tidak berhubungan langsung dengan produk yang dihasilkan, tetapi berhubungan dengan operasi yang dilakukan. Beban operasi menunjukkan sejauh mana efisiensi pengelolaan usaha. Beban operasi harus disajikan tersendiri dalam laporan laba rugi.

Disarikan dari buku: Akuntansi untuk Non-Akuntansi, Penulis: Golrida Karwawati P, Hal: 13-16.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Membuat SDM Dihargai

Selengkapnya →