Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Laporan Perubahan Ekuitas dan Catatan Atas Laporan Keuangan

Oleh   /   Jumat 12 Juni 2015  /   Tidak ada komentar

Laporan perubahan ekuitas bertujuan menyajikan laba/rugi koperasi untuk suatu periode, pos pendapatan dan beban yang diakui secara langsung dalam ekuitas untuk periode tersebut.

keuanganLSM

Laporan Perubahan Ekuitas dan Catatan Atas Laporan Keuangan

Laporan Perubahan Ekuitas

1. Ketentuan Umum

  1. Laporan perubahan ekuitas bertujuan menyajikan laba/rugi koperasi untuk suatu periode, pos pendapatan dan beban yang diakui secara langsung dalam ekuitas untuk periode tersebut, pengaruh kebijakan akuntansi dan koreksi kesalahan yang diakui dalam periode tersebut.
  2. Informasi yang disajikan di laporan perubahan ekuitas meliputi:
  • Laba/rugi untuk periode;
  • Pendapatan dan beban yang diakui langsung dalam ekuitas;
  • Pengaruh perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi kesalahan yang diakui, sesuai kebijakan akuntansi, estimasi, dan kesalahan untuk setiap komponen ekuitas;
  • Rekonsiliasi antara jumlah yang tercatat pada awal dan akhir periode untuk setiap komponen ekuitas, yang menunjukkan perubahan secara terpisah dari: Laba/rugi; Pendapatan dan beban yang diakui langsung dalam ekuitas; Jumlah SHU yang dibagikan dan distribusi lain untuk anggota, yang menunjukkan secara terpisah komponen simpanan anggota.

2. Komponen Laporan Perubahan Ekuitas

Komponen Laporan Perubahan Ekuitas menunjukkan perubahan dari simpanan pokok, simpanan wajib, Hibah, cadangan, SHU yang tidak dibagikan pada periode akuntansi.

Catatan Atas Laporan Keuangan

1. Catatan atas laporan keuangan koperasi harus memuat pengungkapan kebijakan koperasi yang mengakibatkan perubahan perlakuan akuntansi dan pengungkapan informasi lainnya. Perlakuan akuntansi yang harus diungkapkan atau diinformasikan antara lain:

a. Kebijakan akuntansi tentang aset tetap, penilaian persediaan, piutang dan sebagainya, diantaranya memuat:

  • Pengakuan, perlakuan dan kebijakan akuntansi mengenai aset tetap, diantaranya: a) Aset tetap milik koperasi yang berasal dari sumbangan; b) Syarat-syarat penggunaan aset tetap dari sumbangan; c) Kebijakan penetapan umur ekonomi/teknik serta metode penyusutan; d) Hal-hal ini yang dianggap penting mengenai aset tetap.
  • Kebijakan akuntansi tentang persediaan, seperti: a) Jenis-jenis persediaan; b) Metode penilaian persediaan yang digunakan; c) Perlakuan permasalahan khusus yang berhubungan dengan persediaan; d) Metode pencatatan persediaan yang digunakan.
  • Kebijakan akuntansi mengenai piutang, seperti: a) Jenis-jenis piutang; b) Penetapan piutang tak tertagih; c) Persyaratan kredit dan syarat-syarat pembayaran; d) Perlakuan permasalahan khusus yang berhubungan dengan piutang.

b. Pos-pos yang nilainya material (berdasarkan ketentuan pada masing-masing koperasi), harus dirinci dan dijelaskan dalam catatan atas laporan keuangan.

c. Catatan atas laporan keuangan koperasi harus jelas dan nyata, memuat informasi lain seperti:

  • Kegiatan pelayanan utama koperasi kepada anggota.
  • Informasi mengenai kegiatan bisnis koperasi dengan non anggota yang ditargetkan dan yang sudah dilaksanakan.
  • Aktivitas koperasi untuk mempromosikan ekonomi dan pengembangan kemampuan sumberdaya anggota melalui pendidikan dan pelatihan.

2. Pembagian SHU dan penggunaan cadangan berdasarkan ketentuan yang berlaku dalam koperasi bersangkutan.

3. Penyelenggaraan dan keputusan rapat anggota yang berpengaruh terhadap perlakuan akuntansi dan penyajian laporan keuangan.

Sumber: Peraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Arti Hukum bagi Perkembangan Ekonomi

Selengkapnya →