Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Berita  >  Artikel saat ini

Likuiditas Menjadi Kunci

Oleh   /   Jumat 13 Maret 2015  /   Tidak ada komentar

Lembaga keuangan mikro dan perbankan yang menyalurkan kredit ke sektor mikro harus mulai menyediakan likuiditas sendiri dan tidak bergantung pada program pemerintah. Langkah ini dipercaya akan memungkinkan pertumbuhan pembiayaan ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah secara berkelanjutan.

Likuiditas Menjadi Kunci

Likuiditas Menjadi Kunci

Sumber: Kompas, 12 Maret 2015

Lembaga Keuangan Mikro Harus Tak Lagi Bergantung pada Subsidi

Lembaga keuangan mikro dan perbankan yang menyalurkan kredit ke sektor mikro harus mulai menyediakan likuiditas sendiri dan tidak bergantung pada program pemerintah. Langkah ini dipercaya akan memungkinkan pertumbuhan pembiayaan ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah secara berkelanjutan.

Demikian diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Asmawi Syam dalam Microfinance Forum yang diselenggarakan harian Kompas dan Bank Rakyat Indonesia di Jakarta. Forum internasional itu menghadirkan pembicara dari dalam dan luar negeri. Peserta juga berasal dari beberapa negara, seperti Jepang, Malaysia, dan Ghana.

Asmawi menjelaskan, selama ini sektor mikro memang sudah mendapat perhatian dari pemerintah, mulai dari pemberian subsidi bunga hingga penjaminan risiko. “Namun, pembiayaan yang selalu bergantung pada subsidi pemerintah tidak akan berkelanjutan. Supaya pembiayaan berkelanjutan, lembaga keuangan mikro dan perbankan harus memperkuat likuiditas,” kata Asmawi.

Pembiayaan untuk sektor mikro yang berkelanjutan itu antara lain bisa dilakukan melalui penghimpunan tabungan mikro. “Dengan sumber dana yang juga berasal dari masyarakat dan sektor mikro, penyaluran kredit untuk sektor mikro akan makin luas,” kata Asmawi.

Kepala Satuan Gugus Tugas Ketahanan Ekonomi Kementerian Badan Usaha Milik Negara Destry Damayanti menjelaskan, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah memberi kontribusi sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Kontribusi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah terhadap produk domestik bruto mencapai 60 persen. Sisanya merupakan kontribusi perusahaan-perusahaan besar. Sektor usaha kecil juga menyerap 91 persen pasar tenaga kerja nasional,” kata Destry.

 

Peran teknologi

Keberlanjutan keuangan mikro membutuhkan upaya penyederhanaan produk dan rantai nilai bisnisnya. Dalam sesi ketiga seminar muncul pernyataan dan pembahasan bahwa teknologi yang berbasis banyak sistem operasi (multiplatform) dapat menjadi alternatif alat dalam penyederhanaan sistem bisnis keuangan mikro.

“Menurunkan kompleksitas dan selanjutnya meningkatkan alur informasi menjadi penting,” kata Ziv Ragowsky, Chief Executive Officer (CEO) 8villages. 8villages Indonesia adalah perusahaan penyedia layanan portal internet yang fokus meningkatkan hasil pertanian para petani.

Ziv menyatakan, hasil kerja sama perusahaannya dengan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, dan operator XL dalam Rumah Pintar Petani diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan para petani mengenai teknologi informasi sekaligus mampu dan merasakan manfaatnya.

Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Daniel Tumiwa menyatakan, tingkat penetrasi internet secara nasional di Indonesia adalah tulang punggung industri perdagangan elektronik (e-dagang).

Dia mengklaim, dari sisi infrastruktur dan besarnya pasar, industri e-dagang Indonesia menjadi yang paling siap di kawasan Asia Tenggara di masa depan. Melihat perkembangan termutakhir, jumlah toko dalam jaringan (online stores) diproyeksikan akan tumbuh hingga 10 kali lipat dalam satu tahun mendatang.

Pendiri Yayasan ProIndonesia, Budi Isman mendesak keberpihakan yang lebih dari pemerintah terhadap pelaku industri usaha mikro, kecil, dan menengah.

Sementara itu, di Istana Negara, Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan, pemerintah memberikan perhatian serius terhadap pengembangan keuangan mikro di Tanah Air.

Hal itu karena keuangan mikro menjangkau masyarakat di dasar piramida ekonomi yang jumlahnya dominan, Dengan demikian, diharapkan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan dan pemerataan ekonomi.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

UMKM Perlu Serap Digital

Selengkapnya →