Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Berita Media  >  Artikel saat ini

Lima Ribu Koperasi Mati Suri

Oleh   /   Rabu 4 Juli 2012  /   Tidak ada komentar

Koperasi itu sangat penting untuk menguatkan basis ekonomi kerakyatan. Ada tiga poin penting yang terdapat dalam koperasi. Bisa membuat rakyat lebih sejahtera. Kemudian sistem koperasi lebih demokratis. Terakhir, koperasi lebih adil.

keuangan LSM

Di Jakarta ini terdapat 7.500 koperasi, tapi 5.000 di antaranya sudah mati suri.

Sumber: depdagri, Rabu, 14 Maret 2012.

”Di Jakarta ini terdapat 7.500 koperasi, tapi 5.000 di antaranya sudah mati suri. Koperasi yang mati suri ini harus dibangkitkan kembali,” kata Direktur Eksekutif Central Study 164, Abdul Ghopur.

Menurut Intelektual Muda Nahdatul Ulama ini, ada tiga poin penting yang terdapat dalam koperasi. Bisa membuat rakyat lebih sejahtera. Karena barang yang dibeli di koperasi lebih murah harganya, dan bahkan bisa diutang. Kemudian sistem koperasi lebih demokratis. Sebab pengambilan keputusan diambil oleh anggota. Terakhir, koperasi lebih adil. Pasalnya, dengan anggota yang belanja lebih banyak akan mendapat untung lebih banyak.

Ketua DPP Paguyuban As Salam Abdul Rasyid mengharapkan, masyarakat khususnya anggota Paguyuban As Salam untuk dapat segera merealisasikan pembentukan koperasi sebagai wadah penguatan basis ekonomi masyarakat. “Koperasi itu sangat penting untuk menguatkan basis ekonomi kerakyatan. Untuk itu, saya minta kepada seluruh anggota paguyuban untuk segera membentuk koperasi,” tegasnya.

Kasubdit Perilaku Perekonomian Masyarakat Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik Kementerian Dalam Negeri, Cecep Agus Supriyanta, menambahkan, kebijakan pemerintah sebenarnya sudah sangat berpihak kepada UKM dan koperasi. Sebagai contoh, Kementerian Koperasi dan UKM memberikan program bantuan Rp 50 juta untuk setiap koperasi pemuda dan wanita pada 2010. Untuk wilayah Jakarta, dana yang diberikan sebesar Rp 4 miliar.

”Tapi anggota koperasi tidak bisa hanya mengandalkan bantuan pemerintah. Mereka harus kreatif dan mampu membaca tren ke depan. Di sinilah peran pelatihan jiwa wirausaha yang kami selenggarakan,” pungkasnya.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

UMKM Perlu Serap Digital

Selengkapnya →