Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Lingkup Pekerjaan Pemeriksa Internal (1/4)

Oleh   /   Sabtu 13 Oktober 2018  /   Tidak ada komentar

Lingkup pekerjaan pemeriksaan internal harus meliputi pengujian dan evaluasi terhadap kecukupan dan efektivan sistem pengendalian internal yang di miliki oleh organisasi dan kualitas pelaksanaan tanggungjawab.

keuanganLSM

Lingkup Pekerjaan Pemeriksa Internal (1/4)

Lingkup pekerjaan pemeriksaan internal harus meliputi pengujian dan evaluasi terhadap kecukupan dan efektivan sistem pengendalian internal yang di miliki oleh organisasi dan kualitas pelaksanaan tanggungjawab.

1. Lingkup pekerjaan pemerikasaan internal, sebagaimana ditetapkan dalam standar ini, meliputi pemeriksaan apa saja yang harus dilaksanakan. Walau demikian, dimungkinkan pula diberi pedoman umum oleh manajemen dan dewan tentang lingkup pekerjaan dan kegiatan yang di periksa.

2. Tujuan penijauan terhadap kecukupan suatu sistem pengendalian intenal adalah menentukan apakah sistem yang ditetapkan telah memberikan kepastian yang layak atau masuk akal bahwa tujuan dan sasaran organisasi akan dapat dicapai secara ekonomis dan efisien.

  • Tujuan adalah pernyataan yang paling luas tentang apa yang ingin dicapai oleh organisasi. Penetapan berbagai tujuan selanjutnya diikuti dengan menyeleksi sasaran, pola penerapan, dan pengembangan sistem yang akan dipergunakan untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi.
  • Sasaran adalah tujuan khusus dari suatu sistem yang khusus, dapat pula menunjukan pada berbagai hal seperti tujuan sasaran suatu pekerjaan, operasi atau program, standar pekerjaan atau pengoprasian, tingkat pelaksaan, serta target atau hasil yang diharapkan. Sasaran masing-masing sistem haruslah diidentifikasi. Sasaran tersebut harus didefinisikan secara jelas, dapat diukur, dapat dicapai dan sejalan dengan tujuan lebih luas yang telah ditetapkan serta secara jelas menyebutkan berbagi resiko yang berkaitan dengan tidak tercapai berbagai tujuan.
  • Suatu sistem yang meliputi proses, operasional, fungsi, atau kegiatan adalah suatu susunan, kumpulan, atau gabungan berbagai konsep, bagian, kegiatan, dan atau orang-orang yang berhubungan atau saling mendukung untuk mencapai tujuan dan sasaran. Pengertian ini dapat pula merupakan gabungan dari berbagai subsistem yang beroprasi bersama untuk mencapai tujuan atau saran.
  • Dalam organisasi akan terdapat pengendalian yang cukup apabila manajemen telah merencanakan dan menyusun tata cara yang memberikan kepastian yang layak atau masuk akal bahwa tujuan dan sasaran organisasi akan dapat dicapai secara efisien dan ekonomis. Proses penyusunan sistem dengan penentuan berbagai tujuan dan sasaran. Ini kemudian diikuti dengan menghubungkan dan mengaikatkan berbagai konsep, bagian, kegiatan, dan atau orang dengan cara tertentu sehingga secara bersama-sama akan beroprasi untuk mencapi tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Apabila sistem yang disusun dilaksanakan secara tepat, berbagai kegiatan yang direncanakan haruslah terlaksanakan sebgaimana yang telah ditentukan dan harus pula memberikan berbagai hasil yang diharapkan.
  • Suatu kepastian yang layak atau masuk akal aka nada apabila dilakukan tindakanpengendalian biaya untuk membatasi penyimpangan atau devisa sehingga akan tetap berada dalam tingkat yang dapat ditolerir. Ini menunjukan, sebagai contoh, bahwa kekeliruan atau kesalahan material atau perbuatan-perbuatan illegal akan dapat dicegah atau dideteksi dan dikoreksi dalam jangka waktu yang tepat oleh para pegawai pada saat melaksanakan tenggungjawab yang ditugaskan. Pada saat pembentukan sistem, manajemen haruslah mernpertimbangkan hubungan antara biaya dan keuntungan (cost-benefit rerationship). Kerugian potensial yang berhubungan dengan berbagai risiko dan perbuatan yang menimbulkan kerugian harus dibandingkan dengan biaya yang dikeruarkan untuk mencegah terjadinya hal tersebut.
  • Pelaksanaan yang efisien adalah usaha mencapai berbagai tujuan dan sasaran secara akurat dan tepat waktu dengan menggunakan berbagai sumber daya secara minimal.
  • Pelaksanaan yang ekonomis adalah usaha mencapai berbagai tujuan dan sasaran dengan biaya yang sebanding dengan risiko.

3. Tujuan peninjauan terhadap keefektivan sistem pengendalian internal adalah memastikan apakah sistem tersebut berfungsi sebagaimana yang diharapkan.

  • Pengendalian yang efektif akan terjadi bila manajemen mengatur sistem dengan tujuan memberikan kepastian yang layak atau masuk akal bahwa tujuan dan sasaran organisasi akan dapat dicapai.
  • Pengaturan tersebut meliputi otorisasi dan memonitor pelaksanaan, membandingkan aktual secara periodik dengan rencana pelaksanaan, dan mendokumentasikan kegiatan ini untuk memberikan kepastian tambahan bahwa sistem telah berjalan sebagaimana direncanakan: (1) Otorisasi mencakup penyerahan atau pemberian hak untuk melakukan kegiatan atau transaksi. Otorisasi menunjukkan bahwa pihak yang melakukan otorisasi telah memverifikasi dan mengesahkan kegiatan atau transaksi tersebut sesuai dengan kebijaksanaan dan prosedur yang telah ditetapkan. (2) Memonitor meliputi pengawasan, pengobservasian, kegiatan pengujian, serta pelaporan kepada individu yang bertanggungjawab. Monitoring akan menghasilkan verifikasi yang terus-menerus terhadap berbagai perkembangan dalam usaha untuk mencapai tujuan dan sasaran. (3) Perbandingan secara aktual terhadap rencana pelaksanaan yang dilakukan secara periodik akan mempertinggi kemungkinan tercapainya kesesuaian antara kegiatan yang dilakukan dengan rencana kegiatan. (4) Dokumentasi memberikan bukti tentang pelaksanaan wewenang dan tanggung jawab atas kesesuaian dengan berbagai kebijaksanaan, prosedur dan standar pelaksanaan pengawasan, pengobservasian dan kegiatan pengujian, serta verifikasi pelaksanaan yang direncanakan.

4. Tujuan peninjauan terhadap kualitas pelaksanaan kegiatan adalah memastikan apakah tujuan dan sasaran organisasitelah dicapai.

5. Tujuan utama pengendalian internal adalah meyakinkan:

  • keandalan (reliabilitas dan integritas) lnformasi;
  • kesesuaian dengan berbagai kebijaksanaan, rencana, prosedur, dan ketentuan perundang-undangan;
  • perlindungan terhadap harta organisasi;
  • penggunaan sumber daya yang ekonomis dan efisien;
  • tercapainya berbagaitujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.

6. Pengendalian adalah berbagai tindakan yang dilakukan manajemen untuk mempertinggi kemungkinan tercapainya berbagai tujuan dan sasaran. Manajemen akan merencanakan untuk menyusun dan mengatur pelaksanaan berbagai tindakan yang tepat untuk memberikan kepastian yang layak atau masuk akal bahwa berbagai tujuan dan sasaran organisasi dapat dicapai. Karenanya, pengendalian merupakan hasil dari perencanaan penyusunan dan pengaturan yang dilakukan secara tepat oleh manajemen.

  • Pengendalian dapat merupakan tindakan preventif (untuk mengurangi kemungkinan terjadinya berbagai hal yang tidak diinginkan), pendeteksian (untuk mendeteksi dan memperbaiki berbagai keadaan tidak diinginkan yang telah berlangsung), atau direktif (untuk menyebabkan atau mendorong terjadinya keadaan yang diinginkan).
  • Seluruh varian dari istilah pengendalian (seperti pengendalian administratif, pengendalian akuntansi, pengendalian internal, pengendalian manajemen, pengendalian operasional, pengendalian output, pengendalian preventif, dan lain sebagainya) dapat digabungkan dalam istilah pokok. Berbagai varian tersebut secara pokok melakukan pembedaan terhadap tujuan-tujuan yang akan dicapai karena sangat berguna untuk menggambarkan penerapan pengendalian yang spesifik. Berbagai pihak yang berpartisipasi dalam proses pengendalian haruslah mengetahui pembedaan setiap istilah serta penerapannya. Walaupun demikian, metodologi yang dipergunakan oleh auditor internal dalam mengevaluasi suatu pengendalian dapat diterapkan atas seluruh varian.
  • lstilah pengendalian internal dipergunakan secara umum untuk membedakan berbagai pengawasan dalam organisasi dengan berbagai pengawasan dari luar organisasi. Karena pemeriksa internal bekerja dalam organisasi dan antara lain bertanggung jawab untuk mengevaluasi tanggapan manajemen terhadap dorongan yang berasal dari luar organisasi, tidak perlu dilakukan pembedaan terhadap pengawasan internal dan eksternal. Selain itu, berdasarkan sudut pandang organisasi, pengawasan internal adalah seluruh kegiatan yang ditujukan untuk memastikan tercapainya tujuan dan sasaran organisasi. Pengawasan internal dianggap sama dengan pengawasan di dalam organisasi.
  • Suatu sistem pengendalian yang menyeluruh bersifat konseptual, ini merupakan gabungan dari berbagaisistem pengendalian yang digunakan oleh organisasi untuk mencapai tujuan dan sasarannya.

7. Manajemen bertugas merencanakan, menyusun, dan mengatur sedemikian rupa untuk memberikan kepastian yang layak atau masuk akal bahwa berbagai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dapat dicapai.

  • Perencanaan dan penyusunan meliputi penetapan berbagai tujuan dan sasaran serta penggunaan berbagai alat, seperti bagan organisasi, bagan akun, flow chart, prosedur, catatan-catatan, dan laporan-laporan yang digunakan untuk menetapkan arus data dan tanggung jawab individual dalam melaksanakan kegiatan, menetapkan jalur informasi, dan menentukan standar pelaksanaan.
  • Pengaturan meliputi beberapa kegiatan yang dilakukan untuk mem’berikan kepastian tambahan bahwa sistem tersebut berjalan sesuai dengan rencana. Kegiatan ini mencakup pengotorisasian dan pemonitoran pelaksanaan, pembandingan aktual secara periodik dengan rencana pelaksanaan, dan pendokumentasian kegiatan secara tepat.
  • Manajemen harus memastikan apakah berbagai tujuan dan sasaran tersebut tetap sesuai, serta apakah sistem tersebut masih sesuai untuk saat ini. Karenanya, manajemen secara periodik harus melakukan peninjauan terhadap berbagai tujuan dan sasaran serta memodifikasi sistemnya agar sesuai dengan berbagai perubahan kondisi internal dan eksternal.
  • Manajemen harus menetapkan dan mengembangkan keadaan yang akan menunjang pengendalian manajemen secara keseluruhan.

8. Auditor internal harus menguji dan mengevaluasi berbagai proses perencanaan, penyusunan, dan pengaturan untuk menentukan apakah terdapat kepastian bahwa berbagaitujuan dan sasaran dapat dicapai. Evaluasi terhadap seluruh proses tersebut akan menghasilkan berbagai informasi yang dapat digabungkan untuk menilai sistem pengendalian internal secara keseluruhan.

  • Seluruh sistem, proses, operasi, fungsi, dan kegiatan didalam orgnisasi akan menjadi sasaran evaluasi yang dilakukan oleh auditor internal.
  • Evaluasi harus dapat menentukan apakah terdapat suatu kondisi yang layak dan masuk akal bahwa: (1) berbagai tujuan dan sasaran telah ditetapkan; (2) pengotorisasian, pemonitoran, dan kegiatan membandingkan secara periodik telah direncanakan, dilaksanakan, dan didokumentasikan sesuai dengan kebutuhan untuk mencapai tuiuan dan sasaran; (3) hasil yang direncanakan telah diperoleh dimana berbagai tujuan dan sasaran telah dicapai.
  • Meskipun melakukan evaluasi terhadap batas waktu tertentu auditor internal harus pula mewaspadai berbagai perubahan kondisi aktual atau potensial yang mempengaruhi kesanggupan memberikan kepastian yang layak berdasarkan suatu cara pandang ke depan. Apabila hal tersebut, auditor internal harus memperkirakan risiko yang mungkin akan mempengaruhi pelaksanaan.

Disarikan dari buku: Standar Profesional Audit Internal, Penulis: Hiro Tugiman, Hal: 41-47.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Pengertian & Ruang Lingkup Akuntansi Publik

Selengkapnya →