Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Lingkup Pekerjaan Pemeriksaan Internal

Oleh   /   Senin 7 Desember 2015  /   Tidak ada komentar

Lingkup pekerjaan pemeriksaan internal, sebagaimana ditetapkan dalam standar ini, meliputi pemeriksaan apa saja yang harus dilaksanakan. Walau demikian, dimungkinkan pula diberi pedoman umum oleh manajemen.

Lingkup Pekerjaan Pemeriksaan Internal

Lingkup Pekerjaan Pemeriksaan Internal

LINGKUP PEKERJAAN PEMERIKSAAN INTERNAL HARUS MELIPUTI PENGUJIAN DAN EVALUASI TERHADAP KECUKUPAN DAN KEEFEKTIVAN SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL YANG DIMILIKI OLEH ORGANISASI DAN KUALITAS PELAKSANAAN TANGGUNGJAWAB.

  1. Lingkup pekerjaan pemeriksaan internal, sebagaimana ditetapkan dalam standar ini, meliputi pemeriksaan apa saja yang harus dilaksanakan. Walau demikian, dimungkinkan pula diberi pedoman umum oleh manajemen dan dewan tentang lingkup pekerjaan dan kegiatan yang akan diperiksa.
  2. Tujuan peninjauan terhadap kecukupan suatu sistem pengendalian internal adalah menentukan apakah sistem yang ditetapkan telah memberikan kepastian yang layak atau masuk akal bahwa tujuan dan sasaran organisasi akan dapat dicapai secara ekonomis dan efisien.
  • Tujuan adalah pernyataan paling luas tentang apa yang ingin dicapai oleh organisasi. Penetapan berbagai tujuan selanjutnya diikuti dengan menyeleksi sasaran, pola penerapan, dan pengembangan sistem yang akan dipergunakan untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi.
  • Sasaran adalah tujuan khusus dari suatu sistem yang khusus, dapat pula menunjuk pada berbagai hal seperti tujuan atau sasaran suatu pekerjaan, operasi atau program, standar pekerjaan atau pengoperasian, tingkat pelaksanaan, serta target atau hasil yang diharapkan. Sasaran masing-masing sistem haruslah diidentifikasi.
  • Suatu sistem yang meliputi proses, operasional, fungsi, atau kegiatan adalah suatu susunan, kumpulan, atau gabungan berbagai konsep, bagian, kegiatan, dan atau orang-orang yang berhubungan atau saling mendukung untuk mencapai tujuan dan sasaran. Pengertian ini dapat diterapkan pada sistem manual maupun otomatis. Suatu sistem dapat pula merupakan gabungan dari berbagai subsistem yang beroperasi bersama untuk mencapai tujuan atau saran.
  • Dalam organisasi akan terdapat pengendalian yang cukup apabila manajemen telah merencanakan dan menyusun tata cara yang memberikan kepastian yang layak atau masuk akal bahwa tujuan dan sasaran organisasi akan dapat dicapai secara efisien dan ekonomis. Proses penyusunan sistem dimulai dengan penentuan berbagai tujuan dan sasaran. Ini kemudian diikuti dengan menghubungkan atau mengkaitkan berbagai konsep, bagian, kegiatan, dan atau orang dengan cara tertentu sehingga secara bersama-sama akan beroperasi untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Apabila sistem yang disusun dilaksanakan secara tepat berbagai kegiatan yang direncanakan haruslah terlaksana sebagaimana telah ditentukan dan harus pula memberikan berbagai hasil yang diharapkan.
  • Suatu kepastian yang layak atau masuk akal aka nada apabila dilakukan tindakan pengendalian biaya untuk membatasi penyimpangan atau deviasi sehingga akan tetap berada dalam tingkat yang dapat ditolerir. Ini menunjukkan, sebagai contoh, bahwa kekeliruan atau kesalahan material atau perbuatan-perbuatan ilegal akan dapat dicegah atau dideteksi dan dikoreksi dalam jangka waktu yang tepat oleh para pegawai pada saat melaksanakan tanggungjawab yang ditugaskan. Pada saat pembentukan sistem, manajemen usaha mempertimbangkan hubungan antara biaya dan keuntungan (cost-benefit relationship). Kerugian potensial yang berhubungan dengan berbagai risiko dan perbuatan yang menimbulkan kerugian harus dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan untuk mencegah terjadinya hal tersebut.
  • Pelaksanaan yang efisien adalah usaha mencapai berbagai tujuan dan sasaran secara akurat dan tepat waktu dengan menggunakan berbagai sumber daya secara minimal.
  • Pelaksanaan yang ekonomis adalah usaha mencapai berbagai tujuan dan sasaran dengan biaya yang sebanding dengan risiko.
  1. Tujuan peninjauan terhadap keefektivan sistem pengendalian internal adalah memastikan apakah sistem tersebut berfungsi sebagaimana yang diharapkan.
  • Pengendalian yang efektif akan terjadi bila manajemen mengatur sistem dengan tujuan memberikan kepastian yang layak atau masuk akal bahwa tujuan dan sasaran organisasi akan dapat dicapai.
  • Pengaturan tersebut meliputi otorisasi dan memonitor pelaksanaan, membandingkan aktual secara periodik dengan rencana pelaksanaan, dan mendokumentasikan kegiatan ini untuk memberikan kepastian tambahan bahwa sistem telah berjalan sebagaimana direncanakan.
  • Otorisasi mencakup penyerahan atau pemberian hak untuk melakukan kegiatan atau transaksi. Otorisasi menunjukkan bahwa pihak yang melakukan otorisasi telah memverifikasi dan mengesahkan kegiatan atau transaksi tersebut sesuai dengan kebijaksanaan dan prosedur yang telah ditetapkan.
  • Memonitor meliputi pengawasan, pengobservasian, kegiatan pengujian, serta pelaporan kepada individu yang bertanggungjawab. Monitoring akan menghasilkan verifikasi yang terus menerus terhadap berbagai perkembangan dalam usaha untuk mencapai tujuan dan sasaran.
  • Perbandingan secara aktual terhadap rencana pelaksanaan yang dilakukan secara periodik akan mempertinggi kemungkinan tercapainya kesesuaian antara kegiatan yang dilakukan dengan rencana kegiatan.
  • Dokumentasi memberikan bukti tentang pelaksanaan wewenang dan tanggungjawab atas kesesuaian dengan berbagai kebijakan, prosedur dan standar pelaksanaan pengawasan, pengobservasian dan kegiatan pengujian, serta verifikasi pelaksanaan yang direncanakan.
  1. Tujuan peninjauan terhadap kualitas pelaksanaan kegiatan adalah memastikan apakah tujuan dan sasaran organisasi telah dicapai.
  2. Tujuan utama pengendalian internal adalah meyakinkan:
  • Keandalan (reabilitas dan integritas) informasi;
  • Kesesuaian dengan berbagai kebijaksanaan, rencana, prosedur dan ketentuan perundang-undangan;
  • Perlindungan terhadap harta organisasi;
  • Penggunaan sumber daya yang ekonomis dan efisien;
  • Tercapainya berbagai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.
  1. Pengendalian adalah berbagai tindakan yang dilakukan manajemen untuk mempertinggi kemungkinan tercapainya berbagai tujuan dan sasaran. Manajemen akan merencanakan untuk menyusun dan mengatur pelaksanaan berbagai tindakan yang tepat untuk memberikan kepastian yang layak atau masuk akal bahwa berbagai tujuan dan sasaran organisasi dapat dicapai. Karenanya, pengendalian merupakan hasil dari perencanaan penyusunan dan pengaturan yang dilakukan secara tepat oleh manajemen.
  • Pengendalian dapat merupakan tindakan preventif (untuk mengurangi kemungkinan terjadinya berbagai hal yang tidak diinginkan), pendeteksian (untuk mendeteksi dan memperbaiki berbagai keadaan tidak diinginkan yang telah berlangsung), atau direktif (untuk menyebabkan atau mendorong terjadinya keadaan yang diinginkan.
  • Seluruh varian dari istilah pengendalian (seperti pengendalian administratif, pengendalian akuntansi, pengendalian internal, pengendalian manajemen, pengendalian operasional, pengendalian output, pengendalian preventif, dan lain sebagainya) dapat digabungkan dalam istilah pokok. Berbagai varian tersebut secara pokok melakukan pembedaan terhadap tujuan-tujuan yang akan dicapai karena sangat berguna untuk menggambarkan penerapan pengendalian yang spesifik. Berbagai pihak yang berpartisipasi dalam proses pengendalian haruslah mengetahui pembedaan setiap istilah serta penerapannya. Walaupun demikian, metodologi yang dipergunakan oleh auditor internal dalam mengevaluasi suatu pengendalian dapat diterapkan atas seluruh varian.
  • Istilah pengendalian internal dipergunakan secara umum untuk membedakan berbagai pengawasan dalam organisasi dengan berbagai pengawasan dari luar organisasi. Karena pemeriksa internal bekerja dalam organisasi dan antara lain bertanggungjawab untuk mengevaluasi tanggapan manajemen terhadap dorongan yang berasal dari luar organisasi, tidak perlu dilakukan pembedaan terhadap pengawasan internal dan eksternal. Selain itu, berdasarkan sudut pandang organisasi, pengawasan internal adalah seluruh kegiatan yang ditujukan untuk memastikan tercapaianya tujuan dan sasaran organisasi. Pengawasan internal dianggap sama dengan pengawasan di dalam organisasi.
  • Suatu sistem pengendalian yang menyeluruh bersifat konseptual, ini merupakan gabungan dari berbagai sistem pengendalian yang digunakan oleh organisasi untuk mencapai tujuan dan sasarannya.
  1. Manajemen bertugas merencanakan, menyusun, dan mengatur sedemikian rupa untuk memberikan kepastian yang layak atau masuk akal bahwa berbagai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dapat dicapai.
  • Perencanaan dan penyusunan meliputi penetapan berbagai tujuan dan sasaran serta penggunaan berbagai alat, seperti bagan organisasi, bagan akun, flow chart, prosedur, catatan-catatan, dan laporan-laporan yang digunakan untuk menetapkan arus data dan tanggungjawab individual dalam melaksanakan kegiatan, menetapkan jalur informasi, dan menentukan standar pelaksanaan.
  • Pengaturan meliputi beberapa kegiatan yang dilakukan untuk memberikan kepastian tambahan bahwa sistem tersebut berjalan sesuai dengan rencana. Kegiatan ini mencakup pengotorisasian dan pemonitoran pelaksanaan, pembandingan aktual secara periodik dengan rencana pelaksanaan, pembandingan aktual secara periodik dengan rencana pelaksanaan, dan pendokumentasian kegiatan secara tepat.
  • Manajemen harus memastikan apakah berbagai tujuan dan sasaran tersebut tetap sesuai, serta apakah sistem tersebut masih sesuai untuk saat ini. Karenanya, manajemen secara periodik harus melakukan peninjauan terhadap berbagai tujuan dan sasaran serta memodifikasi sistemnya agar sesuai dengan berbagai perubahan kondisi internal dan eksternal.
  • Manajemen harus menetapkan dan mengembangkan keadaan yang akan menunjang pengendalian manajemen secara keseluruhan.
  1. Auditor internal harus menguji dan mengevaluasi berbagai proses perencanaan, penyusunan, dan pengaturan untuk menentukan apakah terdapat kepastian bahwa berbagai tujuan dan sasaran dapat dicapai. Evaluasi terhadap seluruh proses tersebut akan menghasilkan berbagai informasi yang dapat digabungkan untuk menilai sistem pengendalian internal secara keseluruhan.
  • Seluruh sistem, proses, operasi, fungsi, dan kegiatan di dalam organisasi akan menjadi sasaran evaluasi yang dilakukan oleh auditor internal.
  • Evaluasi harus dapat menentukan apakah terdapat suatu kondisi yang layak dan masuk akal bahwa
  • Berbagai tujuan dan sasaran telah ditetapkan.
  • Pengotorisasian, pemonitoran, dan kegiatan membandingkan secara periodik telah direncanakan, dilaksanakan, dan didokumentasikan sesuai dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan dan sasaran.
  • Meskipun melakukan evaluasi terhadap batas waktu tertentu , auditor internal harus pula mewaspadai berbagai perubahan kondisi aktual atau potensial yang mempengaruhi kesanggupan memberikan kepastian yang layak berdasarkan suatu cara pandang ke depan. Apabila terjadi hal tersebut, auditor internal harus memperkirakan risiko yang mungkin akan mempengaruhi pelaksanaan.

Keandalan Informasi

Pemeriksa internal harus meninjau keandalan (reliabilitas dan integritas) berbagai informasi finansial dan pelaksanaan pekerjaan atau operasi, serta berbagai cara yang dipergunakan untuk mengidentifikasi, mengukur, mengklasifikasi, dan melaporkan informasi.

Sistem informasi akan menyediakan data yang dipergunakan untuk pembuatan keputusan, pengendalian, dan penyesuaian dengan berbagai persyaratan eksternal. Karena itu, pemeriksa internal haruslah menguji sistem informasi tersebut, dan apabila perlu menentukan apakah

  1. Berbagai catatan, laporan finansial, dan operasional mengandung informasi yang akurat, dapat dibuktikan keberadaannya, tepat waktu, lengkap, dan berguna.
  2. Telah dilakukan pengawasan yang cukup dan efektif atas penyimpanan catatan dan pelaporan.

Kesesuaian dengan Kebijaksanaan, Rencana, Prosedur dan Peraturan Perundang-undangan

Pemeriksa internal harus menilai keekonomisan dan efisien penggunaan sumber daya yang ada.

  1. Manajemen bertanggungjawab menetapkan standar operasional yang dipergunakan untuk mengukur keekonomisan dan efisiensi penggunaan sumber daya dalam suatu kegiatan. Auditor internal bertanggungjawab untuk menentukan apakah.
  • Telah ditetapkan suatu standar operasional untuk mengukur keekonomisan dan efisiensi;
  • Standar operasional tersebut telah dipahami dan dipenuhi;
  • Berbagai penyimpangan atau deviasi dari standar operasional telah diidentifikasi, dianalisis, dan diberitahukan kepada berbagai pihak yang bertanggungjawab untuk melakukan tindakan korektif.
  • Tindakan korektif telah dilakukan.
  1. Pemeriksaan yang berhubungan dengan keekonomisan dan efisiensi penggunaan sumber daya haruslah mengidentifikasi berbagai keadaan seperti.
  • Fasilitas-fasilitas yang tidak dipergunakan sepenuhnya;
  • Pekerjaan yang tidak produktif;
  • Berbagai prosedur yang tidak dapat dibenarkan berdasarkan pertimbangan biaya, dan
  • Terlalu banyak atau terlalu sedikitnya jumlah staf.

Pencapaian Tujuan

Pemeriksa internal haruslah menilai pekerjaan, operasi, atau program untuk menilai apakah hasil yang dicapai telah sesuai dengan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan, dan apakah pekerjaan, operasi, atau program tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan rencana.

  1. Manajemen bertanggungjawab menetapkan berbagai tujuan dan sasaran dari program, pengembangan, dan penerapan prosedur pengawasan serta pencapaian hasil pekerjaan yang diinginkan. Pemeriksa internal harus menilai apakah tujuan dan sasaran tersebut telah sesuai dengan tujuan organisasi, dan apakah hal-hal tersebut dapat dicapai.
  • Istilah “pekerjaan, operasi” menunjuk berbagai kegiatan organisasi yang dilakukan secara berulang-ulang dengan tujuan menghasilkan suatu produk atau memberikan jasa atau pelayanan. Kegiatan tersebut meliputi, namun tidak terbatas pada, pemasaran, penjualan, produksi, pembelian, sumber daya manusia, keuangan dan akuntansi, serta bantuan kepada pemerintah. Hasil operasi dapat diukur dengan perbandingan terhadap berbagai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan yang akan mencakup anggaran, jadwal produksi atau rencana waktu, dan atau rencana pelaksanaan.
  • Istilah “program” menunjuk kegiatan organisasi yang memiliki tujuan khusus. Kegiatan ini meliputi, namun tidak terbatas pada, peningkatan modal, penjualan berbagai fasilitas, usaha-usaha pengumpulan uang, usaha memperkenalkan produk atau pelayanan baru, pengeluaran modal atau capital expenditure, dan berbagai bantuan pemerintah untuk suatu tujuan tertentu. Kegiatan dengan tujuan khusus ini dapat berlangsung secara singkat atau untuk waktu yang lama, menjangkau beberapa tahun. Bila suatu program telah diselesaikan, program tersebut akan diakhiri. Hasil suatu program diukur dengan dibandingkan terhadap tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.
  • Manajemen bertanggungjawab menetapkan kriteria yang akan dipergunakan untuk menentukan apakah tujuan dan sasaran program telah dicapai.
  • Pemeriksa internal harus menentukan apakah kriteria tersebut telah ditetapkan. Pemeriksa harus menggunakan kriteria tersebut dalam mengevaluasi, apabila dianggap mencukupi atau memadai.
  • Apabila manajemen belum menetapkan suatu kriteria, berdasarkan pendapat pemeriksa internal dianggap tidak mencukupi atau memadai, pemeriksa internal harus melaporkan keadaan tersebut kepada tingkatan manajemen yang sesuai atau tepat. Sebagai tambahan, pemeriksa internal dapat merekomendasikan suatu rangkaian tindakan yang tepat tergantung pada keadaan di lapangan.
  • Pemeriksa internal dapat merekomendasikan berbagai alternatif sumber kriteria kepada manajemen, seperti.
  • Berbagai standar industri yang dapat diterima.
  • Berbagai standar yang dapat dibuat oleh asosiasi atau profesi.
  • Berbagai standar yang ditetapkan berdasarkan hukum atau peraturan pemerintah.
  • Apabila kriteria yang memadai belum ditetapkan oleh manajemen, pemeriksa dapat menyusun suatu kriteria yang menurut anggapannya memadai bagi pelaksanaan pemeriksaan, pembentukan suatu pendapat, dan penerbitan laporan tentang pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.
  • Evaluasi yang dilakukan oleh pemeriksa internal terhadap penyelesaian, pencapaian tujuan yang telah ditetapkan dapat dilakukan terhadap keseluruhan pekerjaan atau program. Tujuan pemeriksaan dapat mencakup penentuan apakah.
  • Berbagai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan oleh manajemen bagi kegiatan atau program yang diusulkan, baru atau telah berjalan, telah memadai serta telah dibicarakan dan diberitahukan secara efektif.
  • Kegiatan atau program telah mencapai tingkatan hasil sementara atau akhir yang dikehendaki.
  • Berbagai faktor yang menghalangi keberhasilan pelaksanaan telah diidentifikasi, dievaluasi, dan dibatasi secara tepat;
  • Manajemen telah mempertimbangkan berbagai alternatif bagi pengaturan kegiatan atau program yang mungkin akan memberikan hasil yang lebih efisien dan efektif.
  • Suatu kegiatan atau program tersebut saling melengkapi, menyerupai, tumpang tindih, bertentangan dengan berbagai kegiatan atau program lain.
  • Berbagai pengawasan dalam pengukuran dan pelaporan tentang pencapaian tujuan dan sasaran telah ditetapkan akan memadai.
  • Suatu kegiatan atau program memenuhi atau tidak bertentangan dengan berbagai kebijaksanaan, rencana, prosedur, hukum dan peraturan.
  • Auditor internal harus memberitahukan hasil pemeriksaan kepada tingkatan manajemen yang tepat. Laporan tersebut harus menyatakan kriteria yang ditetapkan oleh manajemen dan dipergunakan oleh auditor internal serta kriteria yang tidak terdapat atau tidak memadai.
  1. Pemeriks internal dapat memberikan bantuan kepada manajer yang bertanggungjawab untuk menentukan tujuan, sasaran, dan sistem dengan menentukan apakah berbagai asumsi yang mendasari suatu hal telah sesuai; apakah telah menggunakan berbagai informasi yang akurat, terbaru, dan relevan; apakah telah dilakukan pengawasan yang sesuai bagi suatu kegiatan atau program.

Disarikan dari buku: Standar Profesional Audit Internal (Lingkup Pekerjaan Pemeriksaan Internal), Penulis: Hiro Tugiman, Hal: 41-52.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Lingkup Pekerjaan Pemeriksa Internal (3/4)

Selengkapnya →