Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Berita  >  Artikel saat ini

LSM di isu HIV, Pedagang atau Manager Investasi?

Oleh   /   Kamis 29 Oktober 2015  /   Tidak ada komentar

Menurutnya, sebagian besar LSM di isu HIV memerankan diri sebagai pedagang (penjual jasa) dibandingkan sebagai Manajer Investasi, sehingga pola transaksi yang terjadi adalah.

LSM di isu HIV, Pedagang atau Manager Investasi?

LSM di isu HIV, Pedagang atau Manager Investasi?

Sepotong catatan kajian dari LSM yang berperan sebagai “Mentor” LSM Lainnya, atas draft laporan hasil penelitian kami tentang dampak dana hibah luar negeri terhadap keberadaan dan peran LSM dalam upaya penanggulangan HIV:

Menurutnya, sebagian besar LSM di isu HIV memerankan diri sebagai pedagang (penjual jasa) dibandingkan sebagai Manajer Investasi, sehingga pola transaksi yang terjadi adalah:

  • Lembaga Donor (pembeli) >>> LSM (penjual jasa/layanan) >>> penerima manfaat, dan bukan
  • Lembaga Donor (investor) >>> LSM (manajer investasi) >>> penerima manfaat

Walaupun terlihat sama, tetapi relasi “pembeli-pedagang” dan “investor-manajer investasi” akan sangat berbeda pemaknaannya, misalnya:

  • Pedagang akan mengembangkan layanan yang berorientasi pada kebutuhan pasar pembeli. Sedangkan manajer investasi akan berlomba-lomba secara kreatif mengembangkan paket investasi inovatif yang mampu menarik investor.
  • Keberlanjutan bagi pedagang akan sangat tergantung sejauh mana kualitas layanan jasa mereka, sejauh mana tawaran harga mereka bersaing dengan pedagang lainnya, dan sejauh mana segmen pasar pembeli masih membutuhkan jenis layanan yang mereka jual. Sedangkan bagi manajer investasi, keberlanjutan dimaknai dengan sejauh mana mereka mampu mengembangkan terus-menerus skema investasi yang paling menguntungkan tapi tetap aman bagi investor, seiring dengan perubahan pasar global/makro yang terjadi.
  • Pembeli akan diperlakukan sebagai raja oleh penjual, investor akan diperlakukan sebagai mitra usaha oleh pengelola investasi. Sudut pandang yang sungguh berbeda.

Menurutnya, LSM di isu HIV masih berkutat pada jasa layanan penjangkauan, rujukan dan perbaikan akses layanan, dan belum berhasil melompati pagar tinggi tersebut untuk masuk lapangan sumber/akar penyebab masalah yang utama, seperti: kemiskinan, perdagangan manusia, stigma dan diskriminasi, homophobia, perilaku beresiko, dll.

Sumber: Aids-Ina.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

UMKM Perlu Serap Digital

Selengkapnya →