Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

LSM Telah Mengetahui Batas-batas Sistem Politik

Oleh   /   Senin 8 Februari 2016  /   Tidak ada komentar

LSM telah mengetahui batas-batas sistem politik dengan memperjuangkan sejumlah hak-hak sipil, terutama dalam rezim-rezim otoritarian dan negara demokrasi yang baru berkembang.

LSM Telah Mengetahui Batas-batas Sistem Politik

LSM Telah Mengetahui Batas-batas Sistem Politik

Dalam menanggapi semakin gencarnya tuntutan terhadap aikuntabilitas LSM, muncullah banyak sekali mekanisme akuntabilitas baku dalam sepuluh tahun terakhir, seperti misalnya sistem sertifikasi dan pemeringkatan, pengembangan infrastruktur dan kapasitas manajemen serta penyusunan kode etik. akuntabilitas ini seringkali terfokus pada hubungan antara donor dan LSM, atau pemerintah dan LSM (Ebrahim, 2003). Mekanisme semacam itu berguna untuk memenuhi standar alam bidang-bidang tertentu, tetapi tidak mencakup hak-hak dan tanggungjawab LSM.

Diskusi mengenai akuntabilitas LSM. jarang mengaitkan antara tanggungjawab dengan hak untuk berkumpul secara bebas, berserikat dan mengemukakan pendapat. Ketiadaan telaah mengenai masalah akuntabilitas LSM dalam kerangka hak-hak dan tanggungjawab LSM hanya solusi teknis yang sempit yang seringkali tidak mencerminkan misi atau nilai-nilai yang diperjuangkan LSM atau berbagai hubungan kerja yang penting di mana LSM terlibat.

LSM telah mengetahui batas-batas sistem politik dengan memperjuangkan sejumlah hak-hak sipil, terutama dalam rezim-rezim otoritarian dan negara demokrasi yang baru berkembang. Termasuk di antaranya hak untuk bersuara dalam berbagai pengambilan kebijakan, hak untuk berpartisipasi dalam wacana politik, hak untuk menggalang suatu gerakan dan melayani masyarakat, hak untuk berorganisasi dan hak untuk mengamati dan mengomentari suatu proses pemerintahan. Pemenuhan hak-hak semacam itu telah memungkinkan LSM untuk memainkan sejumlah peranan.

Banyak di antara mereka telah mengembangkan suatu metode untuk memengaruhi kebijakan publik, sementara yang lain membawa misi untuk mendefinisikan, melindungi dan mempertahankan kepentingan umum. Sebagian yang lain memantau kinerja pemerintah dengan tujuan untuk mendukungnya, baik dengan cara memberikan kritik yang membangun atau membantu menyelenggarakan pelayanan masyarakat. LSM juga berhadapan dengan kelompok-kelompok mayoritas dalam masyarakat dengan menunjukkan dan membela hak-hak kelompok minoritas, atau kelompok lain yang tidak mampu menyuarakan aspirasinya sendiri.

Kebebasan universal untuk berkumpul, berserikat dan mengemukakan pendapat merupakan hak-hak dasar yang harus dimiliki LSM agar dapat melayani masyarakat dan khususnya agar mereka dapat menjelaskan masalah kebijakan publik secara efektif. Kalangan pemerintah dan lembaga-lembaga multinasional dapat menerima sebagian dari peranan tersebut, tetapi untuk peranan LSM yang lain dapat membuat mereka cemas, terutama untuk hal-hal yang terkait dengan pemantauan, komentar-komentar atau upaya untuk mempengaruhi pasar, proses politik atau pemerintah dengan segala kewenangannya dalam urusan praktis sehari-hari.

Semakin gencar perlawanan LSM terhadap status quo, semakin tinggi pula risiko bahwa hak-hak fundamental mereka akan dilanggar. Pelanggaran itu umumnya dilakukan oleh pemerintah yang ingin mengendalikan proses politik dan berupaya untuk membatasi hak-hak LSM secara lebih ketat dibandingkan dengan standar internasional.

Hak-hak LSM juga dapat dilanggar oleh kekuatan-kekuatan lain, seperti misalnya organisasi antar negara atau lembaga-lembaga bisnis. Ironisnya, saat ini banyak sekali literatur tentang bagaimana menciptakan lingkungan yang mendukung’ kehadiran LSM serta keterlibatan warganegara. Namun demikian, dalam banyak sekali kasus kalangan penguasa secara aktif mencoba untuk melumpuhkan lingkungan seperti itu.

Disarikan dari buku: Akuntanbilitas LSM Politik, Prinsip, Inovasi, Penulis: Lisa Jordan & Peter Van Tuijl, Hal: 7-9.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Tahapan Penyusunan Anggaran Desa

Selengkapnya →