Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Profil Anggota  >  Artikel saat ini

M. Yamin

Oleh   /   Rabu 9 Oktober 2013  /   Tidak ada komentar

keuanganLSM

M. Yamin

M. Yamin, biasa disapa dengan Yamin. Alumni SMP 24 Gunung Pati, Ungaran, Semarang, SMA Assalaam Solo dan Sarjana S1 Manajemen Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Aktif di kelembagaan swadaya masyarakat semenjak tahun 2000 saat Aceh masih dalam kondisi konflik. Keterlibatan Yamin di beberapa program diantaranya Program Pemenuhan Hak dan Kreatifitas Anak di masa konflik dan Darurat Militer Aceh yang bekerjasama dengan UNICEF 2002 – 2003, Income Generating bagi kelompok masyarakat rentan di Kecamatan Kuta Cot Glie Aceh Besar tahun 2003 bermitra dengan UNOCHA.

Pasca gempa dan tsunami Aceh tahun 2004, Yamin bersama relawan lain aktif melakukan pendampingan anak-anak korban gempa dan tsunami di bawah koordinasi Children Center Muhammadiyah Aceh dalam program emergency dan rehab rekon bekerjasama dengan UNICEF.

Saat ini Yamin aktif di Yayasan Empaty Aceh yang merupakan sebuah lembaga yang didirikan pada bulan September tahun 2004. Pendirian Empaty didasari oleh kepedulian yang mendalam terhadap situasi Aceh. Dimana pada tahun 2004 merupakan puncak konflik yang ditandai dengan adanya Darurat Militer yang sebelumnya didahului dengan Darurat Sipil.

Pasca Reformasi tahun 1998, Aceh bergejolak dengan munculnya konflik kepermukaan secara luas. Akibatnya banyak terjadi masalah kemanusiaan seperti pelanggaran HAM, pengungsian dan konflik yang disertai dengan hancurnya perekonomian masyarakat di Aceh. Pada masa antara tahun 2000-2004, hampir seluruh komponen masyarakat Aceh bahu membahu mengumpulkan bantuan yang akan disalurkan kepada masyarakat terutama para pengungsi (IDP) yang meninggalkan kampungnya karena takut akan konflik. Namun pada masa itu juga kebijakan pemerintah membuat dilematis dengan adanya larangan memberi bantuan agar para pengusngi kembali kekampungnya. Hal ini diperparah dengan kebijakan Darurat Sipil di Aceh yang dilanjutkan dengan Darurat Militer.

Oleh karena situasi yang semakin tidak kondusif, maka komponen masyarakat Aceh yang selama ini membantu pengungsi, mulai menurunkan tempo kegiatan. Namun secara lebih tegas membentuk sebuah komunitas atau kelompok yang tidak hanya simpati dengan situasi Aceh tapi juga Peduli dan Empaty dengan apa yang dialami masyarakat Aceh. Sepanjang masa konflik tepatnya sejak tahun 2002, beberapa kelompok masyarakat terus melakukan diskusi dalam upaya untuk memperkuat gerakan membela dan memperkuat kapasitas masyarakat terutama masyarakat Gampong Dalam diskusi panjang maka dicetuskankanlah terbentuknya Komunitas Empaty pada tahun 2003 dan kemudian dilanjutkan menjadi Yayasan Empaty pada September 2004.

Pasca pembentukan, Empaty cukup banyak melakukan kegiatan. Beberapa diantaranya kegiatan diskusi dan terus melakukan pengumpulan bantuan sembako maupun pakaian layak pakai untuk pengungsi.

Pasca terjadinya Tsunami, secara kelembagaan Empaty sempat vakum karena seluruh Pengurus dan Relawan Empaty turut ambil bagian dalam kegiatan Rehab Rekon Aceh namun tersebar pada beberapa lembaga yang berbeda-beda. Baik pada lembaga internasional maupun pada lembaga lokal.

Namun sejak tahun 2009, Empaty kembali aktif melakukan kegiatan yang diawali dengan beberapa duskusi dan pelatihan di tingkat Gampong. Antara lain pelatihan Pendidikan Perdamaian di Simpang Ulim Aceh Timur, Bener Meriah, Panton Labu. Advokasi bantuan masa panik banjir Aceh Tamiang dan rehabilitasi gampong pasca banjir.

Kemudian sepanjang tahun 2010 melakukan Pelatihan Pendidikan berbasis “3R” dan “Scream” kepada PKBM di Aceh Timur, Langsa, Aceh Utara, Pidie, Aceh Besar, Banda Aceh. Bekerja sama dengan Children Center Muhammadiyah dan ILO.

Sehari-hari M. Yamin dapat dihubungi melalui akun email: yamin15m@yahoo.com.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Aritonang

Aritonang

Selengkapnya →