Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Manajemen Keuangan OMS

Oleh   /   Kamis 1 Maret 2012  /   Tidak ada komentar

Terdapat sekurang-kurangnya empat unsur dasar atau bisa kita sebut sebagai batu-bata yang membentuk fondasi manajemen keuangan OMS yang kokoh: (a) pencatatan akuntansi, (b) perencanaan keuangan, (c) pengawasan keuangan, (d) dan pengendalian internal.

keuanganLSM

Manajemen Keuangan OMS

Tidak pernah ada sebuah model manajemen keuangan yang bisa cocok bagi semua OMS. Meskipun demikian, jumlah unsur dasar harus ada demi mewujudkan praktik manajemen keuangan yang baik. Terdapat sekurang-kurangnya empat unsur dasar atau bisa kita sebut sebagai batu-bata yang membentuk fondasi  manajemen keuangan OMS yang kokoh: (a) pencatatan akuntansi, (b) perencanaan keuangan, (c) pengawasan keuangan, (d) dan pengendalian internal.

A.    Pencatatan Akuntansi

Setiap OMS mesti mencatat secara akurat setiap transaksi keuangan yang terjadi. Catatan keuangan ini berfungsi untuk menunjukan bagaimana dana-dana telah diterima dan dibelanjakan. Catatan akuntansi juga menyediakan informasi yang berharga tentang bagaimana organisasi tersebut dikelola dan apakah telah berhasil mencapai tujuan atau sasarannya ataukah belum.

Pencatatan keuangan yang tidak akurat bakal menghasilkan informasi yang meleset, pada gilirannya, akan mempengaruhi pengambilan keputusan dalam manajemen keuangan OMS secara tidak tepat pula.

B.     Perencanaan Keuangan

Berkaitan erat dengan rencana-rencana strategis dan operasional organisasi, anggaran menjadi titik tolak bagi pelaksanaan sistem manajemen keuangan apa pun. Maka, anggaran memainkan peran yang penting dalam proses pengawasan (monitoring) penggunaan dana-dana.

C.    Pengawasan Keuangan

Bila suatu OMS sudah memiliki seperangkat anggaran dan telah menyusun serta merekonsiliasi catatan-catatan akuntansinya dengan cara yang jelas dan teratur, maka jadi mudahlah untuk membuat laporan keuangan yang memudahkan para manajer dalam melilai kemajuan organisasi kinerja dan hasil-hasilnya.

D.    Pengendalian Internal

Suatu sistem pengendalian, pemeriksaan dan penyeimbangan (control, checks, and balances) yang kesemua itu bisa disebut pengendalian/kontrol internal (internal control) diletakkan untuk menjaga aset-aset OMS dan mengelola risiko-risiko internal. Tujuannya adalah untuk mencegah pencurian atau penyelewengan yang oportunitis serta untuk mendeteksi kesalahan dan kelalaian dalam pencatatan akuntansi. Penerapan suatu sistem pengendalian internal yang efektif juga akan melindungi staf-staf yang terlibat di dalam tugas-tugas pengelolaan keuangan OMS.

Kontrol keuangan yang efektif tidak mungkin dicapai dengan penerapan yang parsial. Misalnya catatan-catatan akuntansi yang detail tidak bisa dibuat dengan seksama dan terjaga baik bila tidak diperiksa kesalahan dan kelalaian yang mungkin terjadi. Pencatatan keuangan yang tidak akurat bakal menghasilkan informasi yang meleset, pada gilirannya, akan mempengaruhi pengambilan keputusan dalam manajemen keuangan OMS secara tidak tepat pula.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Membuat SDM Dihargai

Selengkapnya →