Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Mark to Market Return

Oleh   /   Sabtu 6 Desember 2014  /   Tidak ada komentar

Mark to market dapat menjembatani kebutuhan pengukuran yang andal, terlepas apapun metode akuntansi yang dipakai pelapor. Dengan metode mark to market return, analis tinggal mengetahui metode yang dipakai dan kemudian mencari di mana informasi tersebut berada, kemudian menghitungnya.

keuanganLSM

Mark to Market Return

Sisi pandang emiten dalam melaporkan laporan keuangan adalah pilihan metode akuntansi yang akan digunakan. Pada sisi investor (keuangan) sisi pandangnya adalah bagaimana mengukur return atas investasi yang dilakukan oleh perusahaan. Mark to market return berusaha mengukur hasil dari portfolio investasi dengan melihat nilai portfolio sebelum periode investasi dengan sesudah periode investasi. Total return dengan ukuran mark to market return adalah:

  • Dividen dan pendapatan bunga
  • Realized gain and losses
  • Unrealized gain and losses

Pengukuran unrealized gain and losses dapat dilakukan dengan melihat perubahan pada market value added. Dengan pengukuran mark to market ini, maka pengukuran atas hasil investasi tidak terpengaruh oleh metode akuntansi yang dipakai emiten. Analis tinggal mencari informasi di laporan keuangan beserta catatan atas laporan keuangan mengenai ketiga macam informasi yang dibutuhkan di atas.

Pengukuran kinerja perusahaan atas investasi pada surat berharga perlu dipisahkan dengan pengukuran kinerja operasionalnya. Hal ini untuk membedakan hasil investasi langsung dengan investasi tidak langsungnya. Komposisi atas hasil (return) juga mencerminkan bobot atau arah investasi yang dilakukan oleh perusahaan.

 

Kesimpulan

Perusahaan dapat memilih berbagai macam metode pelaporan untuk surat berharga minoritas yang dimilikinya, baik itu saham maupun surat utang. Hal ini menimbulkan kesulitan tersendiri di dalam memahami laporan keuangannya. Pada saat yang sama analis dihadapkan pada adanya kebutuhan untuk mengukur return, apapun metode yang digunakan perusahaan. Mark to market dapat menjembatani kebutuhan pengukuran yang andal, terlepas apapun metode akuntansi yang dipakai pelapor. Dengan metode mark to market return, analis tinggal mengetahui metode yang dipakai dan kemudian mencari di mana informasi tersebut berada, kemudian menghitungnya. Perhitungan atas hasil investasi pada surat berharga juga perlu dipisah dengan perhitungan atas hasil yang dicapai oleh aset operasional perusahaan. Dengan demikian dapat diketahui mana hasil operasional dan mana hasil investasi pada surat berharga.

Disarikan dari buku: Investigasi Laporan Keuangan & Analisis Rasio Keuangan, Penulis: Toto Prihadi, Hal: 59-60.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Ini Cara Ralali Dukung Perkembangan UKM di Jakarta

Selengkapnya →