Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Mekanisme Pembuatan Nota Retur

Oleh   /   Jumat 9 Januari 2015  /   1 Komentar

Kasus seperti ini tidak dapat diselesaikan dengan Nota Retur karena Tidak ada Barang kena pajak yang dikembalikan, tetapi harus dilakukan pembetulan Faktur Pajak dengan cara membuat Faktur Pajak Pengganti.

keuanganLSM

Mekanisme Pembuatan Nota Retur

Mekanisme Pembuatan Nota Retur

Nota Retur harus dibuat dan disampaikan oleh PKP pembeli kepada PKP penjual apabila terjadi pengembalian Barang Kena Pajak, kecuali dalam hal:

  • Barang Kena Pajak yang dikembalikan oleh PKP tersebut diganti dengan Barang Kena Pajak yang sama, baik dalam jumlah fisik, jenis, tipe maupun harga oleh PKP penjual atau oleh PKP yang menghasilkan dan menyerahkan Barang Kena Pajak tersebut. Pengembalian BKP dengan cara seperti ini tidak dibuatkan Nota Retur.
  • Apabila pengembalian Barang Kena Pajak terjadi masih dalam Masa Pajak yang sama dengan terjadinya penyerahan Barang Kena Pajak, tidak harus dibuatkan Nota Retur, melainkan dapat ditatausahakan sebagai pembatalan penjualan/penyerahan BKP tetapi harus dilakukan perbaikan/pembetulan Faktur Pajak.

Fungsi Nota Rertur

Nota Retur bagi pembeli dan penjual berfungsi sebagai berikut:

  • Mengurangi Pajak Masukan dan PPnBM bagi PKP pembeli pada masa pajak dibuatnya Nota Retur.
  • Mengurangi Pajak Keluaran dan atau PPnBM bagi PKP menjual pada Masa Pajak diterimanya Nota Retur.
  • Mengurangi harta atau biaya bagi PKP pembeli dalam hal PKP pembeli tidak dapat mengkreditkan Pajak Masukan dan PPnMB, dan telah dikapitalisasi dan telah dibebankan sebagai biaya.
  • Mengurangi harta atau biaya bagi pembeli yang bukan PKP.

Bentuk dan Ukuran Nota Retur

a) Bentuk dan ukuran Nota Retur dapat disesuaikan dengan kebutuhan administrasi pembeli atau dapat dibuat seperti contoh yang tercantum dalam lampiran Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor 596/KMK.04/1994 tanggal 21 Desember 1994.

b) Nota Retur sekurang-kurangnya harus mencantumkan:

  • Nomor Urut Nota Retur;
  • Nomor Seri dan tanggal Faktur Pajak dari Barang Kena Pajak yang dikembalikan;
  • Nama, Alamat, NPWP;
  • Nama, alamat, NPWP serta nomor dan tanggal pengukuhan Pengusaha Kena Pajak yang menerbitkan Faktur Pajak ;
  • Jenis, harga jual Barang Kena Pajak yang dikembalikan;
  • Pajak Pertambahan Nilai atas Barang Kena pajak yang dikembalikan;
  • Tanggal pembuatan Nota Retur;
  • Tanda tangan pembeli;

c) Dalam hal Nota Retur tidak selengkapnya mencantumkan keterangan sebagaimana tersebut diatas, maka tidak dapat diperlakukan sebagai Nota Retur sehingga tidak dapat mengurangi Pajak Keluaran bagi penjual atau pajak masukan bagi pembeli.

d) Nota Retur dibuat sekurang-kurangnya dalam rangkap 2 (dua) yaitu lembar ke-1 untuk PKP penjual dan lembar ke-2 untuk arsip PKP pembeli.

Saat pembuatan Nota Retur saat pengurangan PPN/PPnBM:

  • Nota Retur harus dibuat dalam Masa Pajak yang sama dengan Masa Pajak terjadinya pengembalian Barang Kena Pajak.
  • Pengurangan Pajak Masukan, atau pengurangan harta, atau pengurangan biaya oleh pembeli dilakukan dalam Masa Pajak di buatnya Nota Retur.
  • Pengurangan Pajak Keluaran dan PPnBM oleh PKP penjual dilakukan dalam Masa Pajak yang sama dengan Masa Pajak dibuatnya Nota Retur.
  • Dalam hal Nota Retur belum dapat diperhitungkan dalam Masa Pajak yang sama dengan Masa Pajak dibuatnya Nota Retur, maka Nota Retur dapat diperhitungkan dalam Masa Pajak diterimanya Nota Retur tersebut.

Potongan Harga yang Diberikan Kemudian dan Nota Retur

Dalam hal potongan harga diberikan kemudian setelah Faktur Pajak dibuat dan sudah dilaporkan dalam SPT Masa PPN, kasus seperti ini tidak dapat diselesaikan dengan Nota Retur karena Tidak ada Barang kena pajak yang dikembalikan, tetapi harus dilakukan pembetulan Faktur Pajak dengan cara membuat Faktur Pajak Pengganti. PKP penjual dan PKP pembeli melakukan pembetulan SPT Masa yang berisi Faktur Pajak yang dibetulkan/diganti tersebut.

Disarikan dari buku: Pelaporan Pajak Pertambahan Nilai & Pajak Penjualan atas Barang Mewah, Penulis: Assoc.Prof. DR. Gustian Djuanda, Irwansyah Lubis, SE, Msi, Hal: 98-100.

    Cetak       Email

1 Comment

  1. Fatonah Tulfurkon berkata:

    Dengan Hormat.
    yang saya tanyakan apakan nota retur masih berlaku sampai sekarang (tahun 2015) mengingat Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor 596/KMK.04/1994 tanggal 21 Desember 1994 sudah tidak berlaku lagi sejak diterbitkan PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
    NOMOR 65/PMK.03/2010
    yang berisi di pasal 7 “Pada saat Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku, Keputusan Menteri Keuangan Nomor 596/KMK.04/1994 tentang Tata Cara Pengurangan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah untuk Barang Kena Pajak yang Dikembalikan, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.”

    Mohon penjelasannya
    Terima Kasih
    Furkon

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Desa dan Pemerintahan Desa

Selengkapnya →