Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Mekanisme Peningkatan Pengawasan

Oleh   /   Jumat 19 Desember 2014  /   Tidak ada komentar

Peningkatan efektivitas pengawasan atas lalu lintas barang yang masuk atau keluar daerah pabean Indonesia dan lalu lintas barang tertentu dalam daerah pabean Indonesia, serta untuk mengoptimalkan pencegahan dan penindakan penyelundupan perlu pengaturan yang lebih jelas dalam pelaksanaan kepabeanan.

KeuanganLSM

Mekanisme Penyaluran

Mekanisme penyaluran adalah salah satu cara yang digunakan DJBC dalam mencegah masuknya barang-barang berbahaya dan sebagai alat menekan seminimal mungkin angka penyelundupan, tetapi penyaluran juga perlu terus ditingkatkan mekanismenya.

Beberapa kendala tentang keluhan terhadap tersendatnya arus barang yang kerap kali masih sering terjadi apakah dengan jalur baru dan fasilitas pelabuhahan yang saat ini akan lebih dikembangkan lagi dapat menjawab kendala bagi pengguna jasa kepabeanan, baik importir, ekspor, maupun pengusaha pengurusan jasa kepabeanan (PPJK). PPJK adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pengurusan pemenuhan kewajiban pabean untuk dan atas kuasa importir atau eksportir.

Dengan adanya jalur Mita merupakan jawaban atas tuntutan daya saing perdagangan, memandang perlu dibuat suatu sistem pelayanan kepabeanan tanpa intervensi kepada pengguna jasa kepabeanan berisiko rendah, yang diberi nama jalur mitra utama (Mita). Peningkatan efektivitas pengawasan atas lalu lintas barang yang masuk atau keluar daerah pabean Indonesia dan lalu lintas barang tertentu dalam daerah pabean Indonesia, serta untuk mengoptimalkan pencegahan dan penindakan penyelundupan perlu pengaturan yang lebih jelas dalam pelaksanaan kepabeanan.

Dalam melakukan pengawasan, khususnya terhadap keluar masuknya barang ke wilayah Indonesia, mekanisme pengawasan pada pelabuhan-pelabuahan besar, yang hampir 60 persen ekspor impor masuk, salah satu mekanisme hingga kini terus ditingkatkan baik prosedur maupun komoditinya adalah mekanisme penyaluran atau yang dikenal sekarang ini dengan jalur merah, jalur hijau, jalur kuning, jalur Mita baik Mita nonprioritas dan Mita prioritas, dan tujuan akhir untuk lebih memperlancar barang.

Jalur Mita nonprioritas, fasilitas yang diberikan kepada perusahaan, layaknya perusahaan yang menerima jalur prioritas, syaratnya harus mendapatkan opini akuntan publik dengan wajar tanpa pengecualian, sedangkan untuk Mita prioritas hingga kini masih sebanya 99 perusahaan adalah penerima jalur prioritas berbeda dengan jalur merah, kuning, dan hijau.

Jalur kuning yang ada sekarang memang Iayaknya penyaluran biasa, seperti merah dan hijau sehingga jalur kuning bisa fleksibel dan berganti jalur, tetapi bukan berdasarkan random, melainkan berdasarkan ketetapan komite penyusunan profil. Untuk masuk menjadi jalur kuning cukup diubah profilnya sehingga jalur ini merupakan penyaluran biasa hanya mekanisme profiling saja.

Disarikan dari buku: Pengantar Kepabeanan dan Cukai, Penulis: Sugianto, SH., M.M., Hal: 38-39.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Membuat SDM Dihargai

Selengkapnya →