Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Akuntansi  >  Artikel saat ini

Meluruskan Opini Awam atas Peranan Akuntansi

Oleh   /   Jumat 23 Mei 2014  /   Tidak ada komentar

Jika akuntansi hanya dipandang sebagai alat untuk menghitung, ahli matematika lebih pintar dalam menghitung dan mengembangkan metode perhitungan. Lantas, mengapa ada pendidikan akuntansi hingga ke jenjang tertinggi pendidikan formal?

KeuanganLSM

Meluruskan Opini Awam atas Peranan Akuntansi

Dalam bahasan di atas telah dijelaskan bahwa akuntansi berfungsi untuk menyajikan laporan keuangan. Menyajikan laporan keuangan tidaklah sederhana. Untuk dapat melakukan fungsi ini, akuntansi harus menyatakan seluruh aktivitas perusahaan dalam nilai uang. Pada tahap tertentu, hal ini sangat kompleks.

Logika umum mengatakan bahwa laba merupakan selisih antara pendapatan dan beban (dalam bahasa awam disebut biaya). Akan tetapi, dalam menentukan pendapatan atau beban (biaya) akan timbul berbagai persoalan.

Masyarakat awam mungkin memandang pengeluaran perusahaan sebagai biaya (beban). Namun, akuntansi memandang pengeluaran dan beban (biaya) secara berbeda. Ketika perusahaan membayar sejumlah uang untuk sewa gedung satu tahun, misalnya, akuntansi tidak lantas memperlakukan pengeluaran tersebut sebagai beban. Jika sewa gedung telah dibayar tetapi gedung belum digunakan, menurut akuntansi, pembayaran sewa tersebut bukan beban. Akuntansi memiliki pengertian sendiri mengenai beban (biaya) yang akan dijelaskan pada Bab II dan Bab III.

Ketika gedung sudah ditempati, barulah beban terjadi. Misalkan, gedung baru digunakan per tanggal 1 Juli, artinya beban sewa adalah setengah dari pembayaran yang telah dilakukan. Penyajian pendapatan dan beban yang tepat memberikan informasi mengenai laba yang tepat.

Aset yang dimiliki perusahaan menggambarkan besar kecilnya ukuran perusahaan. Perusahaan harus menyajikan seluruh aset yang dimiliki dalam laporan keuangan. Sayangnya, penyajian aset dalam laporan keuangan menimbulkan persoalan yang kian kompleks.

Masyarakat awam dengan mudah mengatakan bahwa mesin yang dimiliki perusahaan sebagai aset perusahaan. Namun, akuntansi belum tentu menyatakan mesin tersebut sebagai aset. Akuntansi memiliki definisi sendiri mengenai aset. Hal ini akan dijelaskan pada Bab II dan Bab III. Mesin yang rusak bukanlah merupakan aset menurut definisi akuntansi.

Misalnya perusahaan memiliki mesin yang akan disajikan dalam laporan keuangan. Persoalan berikutnya adalah menentukan berapa nilai mesin yang akan disajikan dalam laporan keuangan itu. Mesin yang digunakan terus-menerus akan semakin aus. Kemajuan teknologi seringkali membuat mesin jadi cepat usang. Dengan begitu,nilai mesin secara riil justru diang-gap mengalami penurunan. Itu sebabnya nilai mesin perlu di update secara periodik. Hal ini merupakan persoalan akuntansi lainnya. Persoalan akan semakin kompleks karena perusahaan memiliki jumlah dan jenis aset yang tidak sedikit. Mesin yang jenisnya sama pun, tahun perolehannya bisa ber-beda-beda.

Pengguna laporan keuangan dapat merupakan pihak-pihak yang memiliki kepentingan berbeda dan membutuhkan informasi yang berbeda atas laporan keuangan. Tidak mungkin memuaskan semua kebutuhan pengguna laporan keuangan. Persoalannya adalah menentukan informasi yang paling dibutuhkan banyak pihak.

Pihak-pihak yang berhubungan dengan perusahaan membutuhkan laporan keuangan dengan sajian informasi yang jujur dan berkualitas. Kreditur menggunakan laporan keuangan untuk memberikan pinjaman kepada perusahaan. Calon investor yang hendak membeli saham suatu perusahaan di pasar modal menggunakan laporan keuangan sebagai rujukan untuk memutuskan saham yang akan dibeli. Penyajian laporan keuangan membutuhkan skill dan kompetensi akuntansi. Itu sebabnya penyajian laporan keuangan harus dilakukan oleh akuntan atau mereka yang mengenyam pendidikan akuntansi.

Kaum awam mungkin berpendapat bahwa fungsi akuntansi lebih ke arah perhitungan. Harus dibedakan antara akuntansi dan perhitungan. Perhitungan adalah alat akuntansi, akan tetapi akuntansi lebih dari sekedar perhitungan. Jika akuntansi hanya dipandang sebagai alat untuk menghitung, ahli matematika lebih pintar dalam menghitung dan mengembangkan metode perhitungan. Lantas, mengapa ada pendidikan akuntansi hingga ke jenjang tertinggi pendidikan formal? Doktor akuntansi atau yang bergelar Phd diharapkan melakukan riset untuk menemukan metode akuntansi yang terbaik untuk mengakui, mengukur nilai-nilai yang tersaji dalam laporan keuangan agar laporan keuangan dapat lebih berkualitas dan dapat diandalkan untuk pengambilan keputusan.

Disarikan dari buku: Akuntansi untuk Non-Akuntansi, Penulis: Golrida Karyawati P, Hal: 3-5.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

SDM sebagai Gerbang Terakhir

Selengkapnya →