Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Memahami Liabilitas

Oleh   /   Selasa 4 November 2014  /   Tidak ada komentar

Sebagian besar daftar konsumsi Anda pada prinsipnya bisa dikategorikan sebagai liabilitas. Segala sesuatu yang meminta pada Anda agar dihidupi, dibiayai, diberi nyawa oleh Anda adalah liabilitas.

keuanganLSm

Memahami Liabilitas

Menurut Dony A. Wiguna (2010), liabilitas adalah harta yang menguras isi kocek Anda secara rutin. Liabilitas ibarat cewek matre yang bisa membuat Anda pailit. Sebagian besar daftar konsumsi Anda pada prinsipnya bisa dikategorikan sebagai liabilitas. Segala sesuatu yang meminta pada Anda agar dihidupi, dibiayai, diberi nyawa oleh Anda adalah liabilitas. Setidaknya Anda memikirkan agar memahami liabilitas secara detail agar bisa mengirit kebutuhan yang berkaitan dengan liabilitas.

Jangan berpikir cara membelanjakan uang yang sedikit, melainkan cara menghasilkan uang yang lebih banyak. Tentu saja tidak semua orang mampu menjadikan uang yang sedikit itu menjadi lebih banyak lagi. Anda sendiri bisa mengatur langkah-langkah strategis untuk memangkas liabilitas sebanyak mungkin. Anda adalah bagian dari finansial Anda. Jika Anda tidak menyatu dengan finansial Anda tentu saja sulit untuk mengembangkan uang Anda yang sedikit. Hitunglah segala sesuatu yang ingin Anda beli, sehingga benar-benar bermanfaat untuk mengembangkan jumlah pendapatan Anda.

Sebagaimana yang diungkapkan Dony, milikilah sebanyak mungkin aset yang bisa memberikan cash inflow (pendapatan tunai) bagi Anda. Tentu saja semua itu tidak semudah membalik telapak tangan. Pendapatan tunai baru bisa Anda terima dari proses usaha yang Anda lakukan, bukan dengan cara membelanjakannya terus-menerus. Anda harus bisa menyimpan untuk kepentingan perkembangan finansial Anda. Apakah Anda punya cara yang tepat untuk menciptakan uang Anda menjadi lebih baik?.

Pengeluaran yang dihemat bisa dialokasikan untuk investasi. Mungkin Anda merasa bahwa Anda tidak bisa melakukannya, padahal sebenarnya, Anda hanya tidak berani melangkah. Memang sulit untuk menggunakan uang secara cerdas, menggunakannya untuk kepentingan yang produktif, atau membangun usaha yang memungkinkan untuk Anda mulai, tapi Anda harus berani melakukannya.

Banyak orang menghamburkan uang yang bukan milik mereka untuk membeli barang-barang yang tidak mereka butuhkan demi menarik perhatian orang lain. Gaya hidup memang sangat berbahaya bila terus Anda jadikan pegangan. Kalau memang liabilitas tidak mungkin dihindari, gunakan cara pembayaran tunai agar Anda tidak dikenai bunga untuk sesuatu yang bersifat konsumtif. Kalau Anda harus membayar bunga, usahakan semaksimal mungkin agar benda yang dibeli memiliki nilai produktif, sehingga benda tersebut bisa membayar sendiri cicilannya.

Lantas apa sajakah yang termasuk liabilitas? Berikut ini pemaparannya.

Handphone, Televisi, Kulkas, dan Barang-Barang Elektronik Lainnya

Barang-barang tersebut merupakan barang-barang yang tidak produktif, bahkan besar kemungkinan dikeluarkan dari pendapatan Anda. Mungkin saja dengan terpenuhinya barang-barang ini, Anda menjadi puas. Tapi ingatlah bahwa barang-barang tersebut membutuhkan perawatan yang menghabiskan biaya yang tidak sedikit. Telepon atau handphone yang Anda miliki juga minta makan pada Anda. Biaya puisa Anda setiap bulan kemungkinan besar menghabiskan Rp300.000,00. Coba Anda bayangkan seandainya uang itu Anda tabung dan dijadikan sebagai modal usaha. Selama satu tahun, berapa uang tabungan Andadari biaya pulsa? Tentu saja ini tidak berlaku jika handphone memang menjadi kebutuhan untuk kelancaran komunikasi dari perusahaan yang Anda kembangkan selama ini.

Semua bergantung pada pola pikir yang terjadi dalam diri Anda. Jika Anda tidak terlalu membutuhkan kulkas, maka janganlah Anda membeli kulkas. Sebab, selain meningkatkan biaya listrik, manfaatnya tidak terlalu banyak dalam kehidupan Anda. Kulkas pun hanya menjadi hiasan belaka.

Terapkanlah gaya hidup sederhana dalam kehidupan Anda. Dengan kesederhanaan itu, Anda dapat mengetahui bahwa beberapa barang sesungguhnya tak terlalu penting untuk Anda beli sekarang. Anda harus memperhitungkan segala pembiayaan yang berkaitan dengan barang-barang yang Anda beli selama ini. Pikirkanlah sebelum membeli semua barang-barang yang menurut Anda tidak terlalu penting. Sikapilah segala sesuatunya dengan baik sebelum mengambil keputusan.

Kendaraan Pribadi

Seberapa pentingkah kendaraan pribadi, seperti mobil, motor, atau pesawat bagi Anda. Banyak orang yang membeli kendaraan pribadi hanya agar dianggap sebagai orang kaya, berharga, dan terhormat. Banyak orang yang hanya mencari pujian orang lain, bukan bertindak menurut fungsi strategis dalam kehidupan mereka. Seandainya Anda bekerja di sebuah tempat yang jauh dari tempat Anda, berarti Anda membutuhkan motor. Saat itulah, kendaraan pribadi berupa motor menjadi kebutuhan Anda.

Sesuaikan kendaraan pribadi Anda dengan kebutuhan saat ini. Jika Anda tidak membutuhkan mobil, janganlah Anda membeli mobil, sebab risikonya sangat besar. Anda harus merawat mobil Anda. Tentu saja, perawatan mobil itu meminta kocek dari Anda. Jika Anda mengkalkulasi dengan jeli, tentu saja Anda akan mengurungkan niat untuk membeli mobil pribadi. Anda akan membeli sesuatu yang memang benar-benar sesuai kebutuhan saja. Orang yang hebat adalah mereka yang mengerti bagaimana cara memposisikan diri dalam berbagai macam keadaan.

Rumah Pribadi

Rumah pribadi merupakan impian semua orang. Dan, rumah pribadi merupakan salah satu kebutuhan primer yang memang harus dimiliki oleh setiap orang demi masa depan mereka yang lebih cerah. Anda bayangkan, betapa susahnya orang yang sampai saat ini tidak memiliki rumah. Mereka ngontrak sana ngontrak sini, kadang kala sangat susah untuk mencari uang kontrakan. Rumah pribadi memanglah sangat vital bagi setiap individu untuk ketenangan pikiran dan kenyamanan dalam menjalankan kehidupan ini.

Eko Surahmat (2000) mengatakan bahwa rumah pribadi merupakan sesuatu yang sangat vital untuk diperjuangkan. Tidaklah penting membeli segala macam barang jika Anda selama ini tidak memiliki rumah pribadi. Cobalah Anda perjuangkan agar mampu memiliki rumah pribadi meskipun kecil dan terbatas. Bayangkan di masa-masa yang sulit, jika waktu membayar kontrakan Anda sudah tiba, sementara Anda tak punya uang untuk membayar kontrakan Anda.

Pikirkanlah dari sekarang. Aturlah langkah-langkah yang tepat agar Anda mampu memiliki rumah pribadi. Sungguh Anda tidak hidup sendirian. Anda bersama anak dan istri Anda. Betapa banyak di pinggiran-pinggiran kota, orang yang di masa mudanya tak pernah berpikiran untuk membeli rumah pribadi, pada masa tua, mereka mengungsi ke kolong-kolong jembatan karena tak punya tempat tinggal. Bagaimana jika semua itu menimpa Anda? Tentu saja Anda tak ingin semuanya itu terjadi. Tentu saja Anda menginginkan semuanya berjalan dengan normal. Oleh karena itu, segeralah memiliki rumah pribadi, agar keuangan Anda terongrong untuk membayar biaya sewa rumah.

Koleksi Busana, Termasuk Sepatu

Lagi-lagi persoalan life style yang selalu membelenggu pikiran banyak orang. Bolehlah Anda mengikuti gaya hidup mewah jika Anda adalah orang yang berduit. Namun, jika Anda adalah orang yang biasa-biasa saja, maka singkirkanlah gaya hidup mewah itu. Mengoleksi busana, sepatu, dan lain-lain, akan menjadikan hidup Anda selalu memandang kecantikan maupun ketampanan fisik. Padahal, yang dinilai oleh orang lain bukan hanya fisik, melainkan juga perangai Anda. Cobalah Anda mencoba untuk bertahan hidup di ruang lingkup kesederhanaan agar tidak lagi tertekan oleh model-model baju baru, sementara Anda tak punya uang untuk membelinya.

Orang yang mampu bertahan hidup adalah mereka yang selalu siap berubah, karena perubahan adalah jalan menuju kedewasaan. Dan, kedewasaan adalah sikap untuk selalu mengembangkan kualitas pribadi tanpa henti. Orang yang tidak terpengaruh oleh gaya hidup konsumerisme mencerminkan bahwa mereka sudah dewasa dalam mengatasi berbagai keinginan yang meledak dari dalam. Hidup bukan hanya untuk berganti-ganti pakaian, akan tetapi menghidupkan hati dan pikiran untuk lebih semangat membangun masa depan.

Abaikan semua dorongan yang tebersit dalam diri Anda bahwa koleksi sepatu, baju baru, dan arloji penting bagi hidup Anda. Lakukan sesuatu yang bermanfaat dalam kehidupan Anda untuk membuat kondisi finansial Anda menjadi lebih baik.

Keanggotaan pada Klub Tertentu

Keanggotaan pada klub tertentu bisa menjadi liabilitas kalau hanya demi gengsi. Lain halnya jika Anda menggunakannya untuk medan persahabatan. Sebab, perkembangan finansial Anda tidak hanya bersumber dari diri Anda sendiri, melainkan juga ditentukan oleh sahabat Anda.

Sahabat yang sejati bagi Anda adalah orang yang bisa melihat kepedihan di mata Anda, pada saat orang lain hanya bisa melihat senyuman di wajah Anda. Ketika Anda menghadapi masa-masa yang pahit, orang lain itu akan semakin menjauh, sedangkan sahabat yang akan mendekati Anda.

Tentu saja keanggotaan di sebuah kelompok membutuhkan iuran dari Anda. Namun, Anda tidak rugi sebab dari sana Anda bergaul dengan banyak teman, bertukar dengan banyak pemikiran, dan mendapat banyak masukan. Anda bisa mempelajari berbagai macam karakter teman Anda. Jika ada teman Anda yang pemalas, maka Anda bisa belajar agar Anda tidak malas dalam menjalankan kehidupan ini, sebab bagaimana mungkin Anda akan menciptakan sumber finansial yang tinggi jika Anda menjadi pemalas?.

Jika Anda menjumpai orang yang sangat rajin dan sukses membangun finansial, Anda bisa belajar dalam kelompok tersebut, baik dari sisi semangat mereka maupun cara mengatur finansial mereka. Dari klub itulah, Anda belajar hidup berdampingan dengan orang yang banyak memberikan wawasan dan pengetahuan kepada Anda. Itulah manfaat Anda hidup bersama kelompok-kelompok yang ada di sekitar Anda.

Kartu Kredit

Orang yang memiliki kartu kredit biasanya adalah karyawan perusahaan atau para pegawai negeri. Ada kebiasaan lama yang kadang kala menjadi kebiasaan yang kurang baik bagi kehidupan mereka, yakni setiap uang gaji mereka tidak cukup dalam kebutuhan selama satu bulan, mereka lebih tertarik untuk memanfaatkan kartu kredit ini. Padahal, yang paling baik bagi kehidupan mereka adalah melakukan efisiensi agar uang yang ada dalam kehidupan mereka bisa dihemat.

Biasakanlah untuk tidak selalu mengkredit, sebab kebiasaan itu menunjukkan bahwa Anda adalah manusia yang kurang sabar. Misal, harga sepeda motor sepuluh juta. Uang Anda hanya lima juta rupiah. Orang yang memiliki kecenderungan untuk mengkredit, tentu akan memanfaatkan kredit. Padahal kebiasaan yang demikian sangat tidak baik. Akan lebih baik jika Anda membeli seharga lima juta meskipun second. Atau, Anda menunda pembelian sampai uang Anda cukup untuk membeli motor. Memanfaatkan kartu kredit tersebut tentu saja akan menguras kocek Anda. Jika Anda memang memiliki pola pikir yang baik tentang arus keuangan Anda, Anda akan berpikir bahwa sirkulasi keuangan Anda akan sangat baik untuk dipertahankan dalam kondisi yang sehat, yakni tanpa kredit. Karena itulah, benar apa yang diungkapkan oleh Jonatan Saturo, uang saja tidak cukup untuk menjadikan seseorang bahagia.

Disarikan dari buku: Intisari-Intisari Inspirasional Kecerdasan Financial, Penulis: Amrin Ra’uf, Hal: 103-112.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Membuat SDM Dihargai

Selengkapnya →