Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Membatasi Perlawanan para Karyawan

Oleh   /   Sabtu 16 Juni 2012  /   Tidak ada komentar

Tantangan terbesar bagi manajer ialah mengatasi kendala penerimaan, terutama kendala emosi. Walau perencanaan yang cermat bisa mencegah masalah, kita tetap harus hadapi berbagai bentuk penolakan.

keuangan LSM

Membatasi Perlawanan para Karyawan

Tantangan terbesar bagi manajer ialah mengatasi kendala penerimaan, terutama kendala emosi. Walau perencanaan yang cermat bisa mencegah masalah, kita tetap harus hadapi berbagai bentuk penolakan.

 

Mendeteksi Penolakan

Penolakan banyak bentuknya, bisa aktif atau pasif. Kenali tanda perlawanan, dan pelajari. Lihat rencana, penolakan apa yang sudah diantisipasi dan rencana penanganannya. Dari tipe perlawanan, kita bisa tahu, sampai tahap mana respons mereka terhadap perubahan, apa alasannya rasionaI, kecemasan, atau ketidakpercayaan pada perubahaan. Ini akan membantu kita memilih solusi terbaik.

Penolakan Aktif

Penolakan yang dinyatakan dan ditunjukkan disebut penolakan aktif. Bisa juga penolakan dipendam. Selidiki melalui rapat-rapat. Penolakan emosional dan pribadi kadang bergabung, mendorong sikap agresif. Konfrontasi aktif dilakukan dalam diskusi, perbincangan, surat dan e-mail, ancaman dan pelaksanaan ancaman tersebut. Hindari reaksi gegabah, pertimbangkan respons terbaik dan jalankan dengan tenang dan bijak.

Tantangan terbesar bagi manajer ialah mengatasi kendala penerimaan, terutama kendala emosi. Walau perencanaan yang cermat bisa mencegah masalah, kita tetap harus hadapi berbagai bentuk penolakan.

Penolakan Pasif

Penolakan pasif sama buruknya dengan penolakan aktif. Tanpa kerjasama aktif perubahan akan terhambat. Curigai adanya penolakan pasif jika pada saat dibutuhkan tidak ada orang, sikap pasif atau tidak hadir dalam rapat, menahan informasi atau pesan, tampak menghambat perubahan walau mulutnya manis. Namun jangan anggap penolakan tak dapat diubah. Penolakan mungkin hanya awal siklus reaksi yang akan berakhir dengan penerimaan.

  • Orang yang tidak setuju mungkin punya alasan yang benar: penolakan tidak harus tak beralasan.
  • Para pemimpin penolak aktif harus dikenali, dan dibuat mengerti atau tidak berfungsi.
  • Janji yang tidak jelas tidak dapat meredakan kecemasan.
  • Emosi yang diungkapkan lebih mudah reda daripada dipendam.
  • Cara terbaik menghadapi perlawanan adalah dengan memberikan simpati, sehingga situasi tidak jadi terlalu emosional.

Disarikan dari buku: Managing Change, Penulis: Robert Heller, Halaman: 52-53.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Pajak Penghasilan Pasal 23

Selengkapnya →