Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Umum  >  Artikel saat ini

Investasi: Memilih Investasi yang Tepat dan Menguntungkan

Oleh   /   Kamis 26 September 2013  /   1 Komentar

Investasi pada pasar uang dimaksudkan adalah investasi kepada instrumen investasi yang berjangka pendek. Biasanya, jangka pendek yang dimaksudkan adalah periodenya tidak lebih dari satu bulan. Secara konsep, instrumen pasar uang mempunyai periode kurang dari satu tahun.

keuangan LSM

Produk overnight yang sangat menarik untuk dapat diinvestasikan oleh para investor. Karena produk ini memberikan investor untuk memikirkan kemana dana tersebut akan diinvestasikan

Investasi pada pasar uang dimaksudkan adalah investasi kepada instrumen investasi yang berjangka pendek. Biasanya, jangka pendek yang dimaksudkan adalah periodenya tidak lebih dari satu bulan. Secara konsep, instrumen pasar uang mempunyai periode kurang dari satu tahun. Investasi pada surat utang yang berjangka waktu kurang dari satu tahun seperti commercial paper (CPs) dan Promissory Notes (PNs) merupakan investasi pada pasar uang. Investasi pada pasar uang ini termasuk juga investasi pada deposito satu bulan, tiga bulan, dan enam bulan. Investasi pada Sertifikat bank Indonesia (SBI) berjangka waktu satu bulan, tiga bulan, dan enam bulan termasuk investasi pada pasar uang. Investasi pada tabungan di bank seperti Tahapan di BCA dan tabungan di Mandiri yang dapat diambil sewaktu-waktu dapat dikelompokkan kepada investasi pada pasar uang. Untuk Reksa Dana dikenal dengan Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) seperti Reksa Dana Nikko Uang Likuid, Reksa Dana Investa Mas, dan sebagainya. Reksa Dana tersebut mempunyai investasi pada instrumen investasi yang berjangka waktu kurang dari satu tahun. Tetapi, bagi perbankan ada lagi produk yang dikenal investasi overnight. Investasi overnight ini mempunyai jangka waktu satu hari, dua hari, tiga hari, dan sebagainya dan kurang dari satu bulan. Biasanya produk ini dimanfaatkan oleh perbankan untuk memenuhi arus keluar dari dana perbankan tersebut.

Bank-bank biasanya memberikan patokan besarnya dana yang bisa ditempatkan kepada pihak lain baik itu kepada bank lain maupun kepada perusahaan.

Bagi perusahaan yang membutuhkan dana secepatnya untuk keperluan pembayaran, maka perusahaan dapat menggunakan fasilitas overdraft dari bank di mana perusahaan mempynuai fasilitas dan biasanya hubungan baik yang telah terjalin lama memberikan fasilitas tersebut. Fasilitas overdraft tersebut dijamin dengan deposito perusahaan pada bank yang bersangkutan. Fasilitas overdraft ini juga digunakan dengan periode harian. Keputusan menggunakan overdraft dikarenakan kebutuhan dana yang mendesak dan bunganya tidak terlalu besar. Perusahaan biasanya tidak selalu menggunakan overdraft ini bila tidak sangat penting.

Produk overnight yang sangat menarik untuk dapat diinvestasikan oleh para investor. Karena produk ini memberikan investor untuk memikirkan kemana dana tersebut akan diinvestasikan. Produk overnight ini ditawarkan oleh perbankan kepada pihak bank juga atau perusahaan meminta dananya dibuat dalam overnight dengan tujuan dana tersebut akan diinvestasikan pada instrumen lain sesuai dengan tujuan investor. Besaran dana untuk diinvestasikan dalam overnight tergantung hubungan dari perusahaan yang bersangkutan dengan bank. Seringkali produk ini digunakan oleh bank-bank untuk mendapatkan keuntungan. Bank-bank asing menggunakan produk overnight ini sebagai sumber pendapatannya. Karena bank-bank asing biasanya memberikan bunga kepada pemilik dana cukup rendah dan meminta bunga yang tinggi dari pihak yang meminjam dana tersebut. Produk ini dimasukkan dalam bentuk treasury bank yang bersangkutan. Beberapa bank dapat menerima dana overnight sekitar Rp 100 juta dan umumnya berbicara miliaran rupiah. Belakangan ini bank-bank asing sudah memberikan tingkat bunga yang sedikit lebih tinggi dari yang terjadi selama ini dan kelihatannya spread-nya (selisih) sudah rendah. Tingkat bunga overnight ini tergantung dari tingkat bunga SBI, karena umumnya perbankan menempatkan dananya pada SBI. Tingkat bunga overnight ini pernah mencapai lebih dari 100 persen p.a dikarenakan situasi kebutuhan dana yang mendesak pada tahun 1998. Bila investor ingin ikut bertransaksi dalam produk ini, maka investor yang bersangkutan harus berkumpul beberapa investor untuk dapat memenuhi dana minimum Rp 100 juta jika investor mempunyai dana kurang dari Rp 100 juta tersebut. Investor dapat menghubungi perusahaan atau kenalan dalam bank tersebut untuk dapat bertransaksi dengan bank tersebut. Investor juga dapat menggunakan perusahaan sekuritas dalam bertransaksi dengan produk ini. Sisi negatifnya bahwa para pihak tertentu dapat menggunakan produk ini untuk menambah uang di kantong dari pihak tertentu tersebut. Hal ini dilakukan dengan menggunakan special account di bank tersebut di mana pihak tertentu tersebut mendapatkan spread (selisih) tingkat bunga dari pemilik dana dengan peminjam dana. Resiko yang ditanggung investor dalam bertransaksi di produk ini bila investor menemukan bank yanng bersangkutan di-BBO-kan oleh Pemerintah. Investor dapat meminimumkan resikonya dengan cara melakukan transaksi kepada bank yang cukup besar dan onvestor yang mengenal betul orang yang menangani produk ini di bank yang bersangkutan.

Produk lain yang cukup menarik sesuai dengan bentuk pasar uang atau rekening koran di bank yaitu Reksa Dana Pasar Uang. Reksa dana ini mempunyai keuntungan yaitu tingkat bunga dikenal dalam reksa dana sebagai tingkat pengembalian lebih tinggi bila diinvestasikan pada instrumen investasi pasar uang. Investor tidak dikenakan pajak bila berinvestasi pada Reksa Dana Pasar Uang, sehingga secara netto investor diuntungkan dalam berinvestasi dalam reksa Dana tersebut. Investor juga akan mempunyai kemungkinan yang sangat kecil, dana awalnya akan terkikis seperti pada Reksa Dana berpendapatan tetap ada kemungkinan terkikis. Investor dapat melakukan redemption atau keluar dari Reksa Dana setiap waktu dengan tanpa dikenakan biaya. Kelemahan yang paling mendasar dibandingkan dengan produk pasar uang yaitu dana yang ingin diperoleh tidak langsung diterima oleh investor yang bersangkutan karena secara peraturan dan konsep, maka dana tersebut baru dapat diterima oleh investor dua hari setelah investor menyampaikan formulir redempt-nya.

Disarikan dari buku: Ke Mana Investasi?, penulis: Adler Haymans Manurung, halaman 1-14.

    Cetak       Email
  • Publish: 6 tahun ago on Kamis 26 September 2013
  • By:
  • Last Modified: September 26, 2013 @ 10:34 am
  • Filed Under: Umum
  • Tagged With:

1 Comment

  1. Keuangan berkata:

    terima kasih pencerahannya saya banyak belajar dari sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Membuat SDM Dihargai

Selengkapnya →