Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Memilih Perubahan yang Perlu untuk Organisasi

Oleh   /   Sabtu 3 Maret 2012  /   Tidak ada komentar

Program perubahan harus menyeluruh jika mau bertahan. Tapi jangan bebani orang dengan terlalu banyak perubahan rinci. Prioritaskan beberapa bidang yang akan memberi dampak paling besar bila diubah, lalu fokuskan pada bidang-bidang ini.

keuanganLSM

Memilih Perubahan yang Perlu untuk Organisasi

Program perubahan harus menyeluruh jika mau bertahan. Tapi jangan bebani orang dengan terlalu banyak perubahan rinci. Prioritaskan beberapa bidang yang akan memberi dampak paling besar bila diubah, lalu fokuskan pada bidang-bidang ini.

Utamakan perubahan di bidang yang mendesak, baru kearah yang lebih luas.

 

Menentukan Prioritas

Menurut hukum Pareto, 80% masalah disebabkan oleh hanya 20% aktivitas. Coba temukan dan konsentrasikan perubahan pada bidang kunci ini agar hasilnya maksimal. Perubahan bisa dimulai dari kebutuhan yang mendesak, namun jangan lupakan bidang-bidang lain saat menentukan prioritas. Jangan berprinsip “jika tidak rusak, jangan perbaiki”; apa yang tampak berjalan baik, mungkin perlu ditingkatkan. Jangan lupa pula bahwa semua aktivitas dalam organisasi saling terkait dan tidak bisa dipisahkan.

  • Perubahan di suatu bidang harus disertai perubahan di bidang lain.
  • Alasan strategis perubahan harus diumumkan.
  • Hanya perubahan pada manusia yang akan berhasil.
  • Setiap orang yang terlibat program harus diajak bicara.
  • Perubahan sebaiknya tidak dilakukan serentak.
  • Kebutuhan akan perubahan ada yang tinggi, sedang, dan rendah.

Program perubahan harus menyeluruh jika mau bertahan. Tapi jangan bebani orang dengan terlalu banyak perubahan rinci. Prioritaskan beberapa bidang yang akan memberi dampak paling besar bila diubah, lalu fokuskan pada bidang-bidang ini.

Membenarkan Perubahan

Dukung proposal perubahan dengan suatu kajian usaha. Perubahan tidak dilakukan demi perubahan itu sendiri, melainkan untuk suatu maksud. Analisalah setiap aspek untuk menunjukkan mengapa dan dimana perubahan diperlukan agar tujuan tercapai, bidang apa saja yang akan memberikan dampak terbesar dan apa dampaknya. Setelah membenarkan prioritas proposal, baru dapat kita putuskan membuat perubahan di bidang lain, tersedia cukup sumber daya dan waktu.

Buat dengan jelas tujuan perubahan yang direncanakan.

Menghindari Kejenuhan

Satu alasan penting untuk memilih perubahan pokok adalah bahwa jika terlalu banyak program, staf akan jenuh. “Keletihan” dengan cepat terlihat dari jatuhnya kinerja, tingginya stress, turunnya moral, menurunnya hasil program-program baru. Menarik kembali program yang sudah diluncurkan sangatlah sulit, maka batasilah jumlah dan intensitas perubahan dan bicarakan dengan staf.

Fokuskan pada beberapa proses yang benar-benar penting.

Memelihara Kontinuitas

Idealnya, usahakan untuk menciptakan program perubahan menyeluruh, yang terus diperbarui, dengan sejumlah proyek berjalan serentak. Tidak baik untuk menghentikan suatu program dan memulai yang baru sebelum tampak hasilnya: Pendekatan “tren bulan ini” seperti ini menimbulkan sikap sinis dan apatis. Persiapkan perubahan dengan baik, dengan lebih dulu dibicarakan, sehingga orang tahu apa yang akan terjadi dan dapat membuat rencana kerja.

Rencanakan program perubahan yang terintegrasi dan fleksibel.

Disarikan dari buku: Managing Change, Penulis: Robert Heller, Halaman: 20-21.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Membuat SDM Dihargai

Selengkapnya →