Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Audit  >  Artikel saat ini

Memulai Fasilitasi Audit Sosial Multi-stakeholder

Oleh   /   Rabu 30 September 2015  /   Tidak ada komentar

Sebagai catatan penting, perlu dijelaskan pada peserta bahwa obyek yang akan dinilai/diaudit dalam ASMS ini bukan pada keseluruhan program, juga bukan pada hasil/impact dari program

Memulai Fasilitasi Audit Sosial Multi-stakeholder

Memulai Fasilitasi Audit Sosial Multi-stakeholder

Pada hari H yang telah ditentukan panitia setidaknya telah siap dengan hadir terlebih dahulu di tempat lokasi untuk menyiapkan keperluan peserta dan untuk mengurangi demam panggung para panitia.

Kegiatan-kegiatan untuk memulai ASMS adalah:

  1. Pembukaan/sambutan-sambutan (situational, optional)

Untuk mengawal kegiatan audit sosial maka dilakukan pembukaan dalam bentuk sambutan-sambutan. Pidato pembukaan ini bisanya isinya diserahkan kepada si calon pemberi pidato.

Sambutan dimaksudkan sebagai pertanda bahwa kegiatan audit sosial resmi dimulai, sedangkan yang memberi sambutan tidak perlu banyak-banyak, maksimal 2 orang yang dianggap panitia berkepentingan atau berkompeten misalnya kepala dinas dan ketua DPRD, dll.

  1. Perkenalan Forum (wajib)

Setelah sambutan selesai, maka dilanjutkan untuk perkenalan forum, perkenalan dimaksudkan agar setiap peserta mengetahui siapa yang hadir dan berasal dari kelompok mana, perkenalan dilakukan oleh semua peserta dan semua panitia.

Setelah memperkenalkan diri, peserta lalu diminta menuliskan namanya di sebuah kertas yang telah disiapkan panitia dan ditempatkan di depan meja duduk peserta, agar peserta yang lain atau fasilitator yang lupa dapat membacanya kembali.

  1. Kontekstualisasi

Agar peserta dapat mengikuti audit sosial ini, harus dilakukan kontekstualisasi terlebih dahulu. Kontekstualisasi dilakukan dalam bentuk:

1). Penjelasan Program Bantuan Sosial yang akan Diaudit

Fasilitator terlebih dahulu menjelaskan program bantuan sosial yang akan diaudit sosial, hal ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan pemahaman tentang program bantuan sosial yang akan diaudit sosial.

Penjelasan tentang program bantuan sosial yang detail akan baik. Namun sebenarnya yang dibutuhkan adalah penjelasan yang cukup umum mengenai tujuan program prosedur umum program, siapa kelompok sasaran, dan prosedur umum penyaluran uang. Penjelasan yang lebih spesifik akan diberikan juga ketika menjelaskan Rantai Nilai. Sebagai catatan penting, perlu dijelaskan pada peserta bahwa obyek yang akan dinilai/diaudit dalam ASMS ini bukan pada keseluruhan program, juga bukan pada hasil/impact dari program. Fokus ASMS ini pada pelaksanaan program bantuan sosial. Lebih khusus lagi perhatian ASMS ini adalah pada arus belanja program dan arus pertanggungjawaban/kinerja program.

Penjelasan bisa didukung alat peraga yang telah disediakan atau menggunakan materi dalam bentuk presentasi power point, dalam menyampaikan penjelasan umum ini fasilitator tidak perlu membuka sesi tanya jawab agar waktu mencukupi untuk sesi berikutnya.

  • Penjelasan Konsep Integritas dan Akuntabilitas

Penjelasan mengenai integritas dan akuntabilitas dimaksudkan agar peserta memahami konsep integritas dan akuntabilitas dari suatu program bantuan sosial yang akan dinilainya. Konsep integritas dan akuntabilitas tersebut adalah mengenai komponen eksistensi peraturan, komponen efektivitas pelaksanaan dan komponen akses masyarakat.

  • Penjelasan Rantai Nilai

Penjelasan mengenai rantai nilai (value chain) dimaksudkan agar peserta memahami bahwa terdapat beberapa komponen/tahapan dalam pelaksanaan program bantuan sosial pemerintah, khususnya dalam proses belanja anggaran program tersebut, serta terdapat beberapa pelaku yang terkait pelaksanaan program bantuan sosial. Perlu dijelaskan juga, mengapa dibutuhkan Rantai Nilai sebagai alat analisis dalam audit sosial ini. Dalam hal ini, Analisis Rantai Nilai dibutuhkan agar audit ini fokus, khususnya fokus pada belanja dan pencapaian kinerja.

Untuk menjelaskan bagaimana memahami Rantai Nilai ikuti langkah-langkah ini:

  • Pertama, jelaskan mengenai pelaku-pelaku terkait program bantuan sosial, dalam hal ini para pelaku tersebut meliputi: pemerintah, penyedia layanan, dan konsumen (masyarakat).
  • Kedua, jelaskan mengenai relasi-relasi antar pelaku, yaitu: Transfer, Distribusi, Pelaporan dan Mekanisme Komplain.
  • Penjelasan Matriks Penilaian

Penjelasan mengenai Matriks Penilaian ini dilakukan untuk mengantar peserta masuk ke tataran lebih teknis dari audit sosial ini. Dengan memahami Matriks Penilaian, peserta akan dapat melaksanakan Audit Sosial Multistakeholder ini.

Disarikan dari buku: Manual Audit Sosial Multi Stakeholder, Penulis: Ilham Cendekia Srimarga, Muchammad Fahazza, Widi Heriyanto, Hal: 55-60.

    Cetak       Email
  • Publish: 2 tahun ago on Rabu 30 September 2015
  • By:
  • Last Modified: November 9, 2015 @ 11:07 am
  • Filed Under: Audit
  • Tagged With:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Sistem Monitoring Program Bantuan Sosial Pemerintah

Selengkapnya →