Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Menanggapi Argumen para Karyawan

Oleh   /   Sabtu 23 Juni 2012  /   Tidak ada komentar

Daripada membabat semua penolakan, lihat kembali fakta yang kita kumpulkan sebelum merencanakan perubahan. Ubah rencana menjadi tawaran yang tidak dapat ditolak dengan menekankan pada potensi positifnya dan risiko negatif jika tidak dijalankan.

keuangan LSM

Menanggapi Argumen para Karyawan

Daripada membabat semua penolakan, lihat kembali fakta yang kita kumpulkan sebelum merencanakan perubahan. Ubah rencana menjadi tawaran yang tidak dapat ditolak dengan menekankan pada potensi positifnya dan risiko negatif jika tidak dijalankan.

 

 

Mendorong Keterbukaan

Dorong staf menyatakan pendapat secara terbuka, dan tanggapi sedapat mungkin. Agar tidak didominir satu dua orang, minta tiap orang untuk bicara. Bila kelompok besar, beberapa orang untuk berbicara. Katakan mengapa bila tak bisa kita atasi, minta maaf dan tegaskan manfaat perubahan.

Menggunakan Rapat

Jika pimpinan oposisi muncul, hadapi dan usahakan mengubah pendirian mereka. Mungkin mereka suka peran mereka dan tidak mau melepaskannya. Bicaralah empat mata untuk mencari titik temu. Bicara juga dengan orang-orang kunci, dan mereka yang sangat resah, dan bentuk kelompok kecil untuk menangani masalah.

Daripada membabat semua penolakan, lihat kembali fakta yang kita kumpulkan sebelum merencanakan perubahan. Ubah rencana menjadi tawaran yang tidak dapat ditolak dengan menekankan pada potensi positifnya dan risiko negatif jika tidak dijalankan.

Memupus Kekhawatiran

Atasi kecemasan karyawan secara terbuka. Jelaskan efek perubahan bagi mereka dan kenapa kita yakin bisa mereka atasi. Tegaskan bahwa manfaatnya lebih dari kerugiannya. Penolakan atas dasar emosi paling sulit diatasi, karena tak bisa kita rasakan. Hadapi pandangan negatif secara positif; libatkan mereka dalam tindakan positif dengan hasil langsung yang akan memupus kecemasan mereka.

Menangani Reaksi Negatif Terhadap Perubahan

Tipe Sikap Negatif

Apa yang Harus Dilakukan

Rasional: Salah memahami rincian rencana, merasa tidak perlu perubahan, tidak percaya efektivitas perubahan yang direncanakan, takut konsekuensinya negative.
  • Terangkan rencana secara lebih jelas dan rinci.
  • Proyeksikan apa yang akan terjadi jika perubahan tidak dilaksanakan.
  • Libatkan setiap orang dalam tim peningkatan kualitas untuk menunjukkan efektivitas perubahan yang terarah.
  • Kembangkan program “bottom up” untuk menyusun kembali sistem dan proses kerja.
Pribadi: Takut kehilangan pekerjaan, cemas akan masa depan, kesal karena berarti kinerja tidak baik, takut akan tindakan atasan.
  • Tekankan prospek kerja yang lebih baik bagi setiap orang.
  • Kemukakan rencana perbaikan yang akan disukai mereka.
  • Terima tanggung jawab manajemen atas kesalahan masa lalu.
  • Gambarkan manfaat yang diharapkan dari perubahan.
Emosional: Penolakan aktif dan/atau pasif terhadap perubahan secara umum, partisipasi rendah, apatis, terkejut, takut ada tujuan lain di balik perubahan.
  • Tunjukkan, beri contoh, bahwa cara lama sudah using.
  • Adakan rapat untuk menjelaskan rincian agenda perubahan.
  • Tunjukkan kalau kebijaksanaan baru bukan “hangat tahi ayam”.
  • Terangkan alasan, janjikan keterlibatan mereka.
  • Jujur, dan jawab semua pertanyaan.

 

Disarikan dari buku: Managing Change, Penulis: Robert Heller, Halaman: 54-55.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Lingkup Pekerjaan Pemeriksa Internal (3/4)

Selengkapnya →