Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Umum  >  Artikel saat ini

Asuransi: Mencegah Terjadinya Kerugian Asuransi

Oleh   /   Selasa 27 September 2011  /   Tidak ada komentar

Dalam pertanggungan kita mengenal pula apa yang disebut “prevention of loss” (pencegahan kerugian). Dengan diadakannya pencegahan akan memberikan keuntungan-keuntungan tertentu.

keuangan LSM

Pencegahan dan proteksi bertujuan untuk memperkecil kerugian (loss) yang terjadi

Dalam pertanggungan kita mengenal pula apa yang disebut “prevention of loss” (pencegahan kerugian). Dengan diadakannya pencegahan akan memberikan keuntungan-keuntungan tertentu yakni :

  1. Mengurangi atau memperkecil kerugian (reducing of loss)
  2. Mengurangi biaya-biaya (cost) yang menyangkut dengan pertanggungan tersebut (reduction cost insurance).

Bilamana terjadi kebakaran (fire) akan menyebabkan kerugian. Oleh sebab itu lebih baik diadakan pencegahan agar bisa mengurangi bahaya-bahaya dari api itu. Misalnya : membuat sebuah gedung pabrik yang tahan terhadap api serta tidak mudah terbakar, dan sebagainya.

Sebetulnya unsure preventive itu harus ada, karena penting untuk mengurangi resiko-resiko yang mungkin timbul dalam masyarakat.

Jenis Pencegahan dan Usaha Proteksi

Pencegahan dan proteksi bertujuan untuk memperkecil kerugian (loss) yang terjadi. Preventive dan protective efforts kita bagi dalam :

  • Truly Preventive

Pencegahan di sini bertujuan untuk mengeliminir sebab yang bisa menimbulkan kerugian (cause of loss) misalnya: pada “Help Insurance” untuk usaha mengurangi resiko (sakit), bisa dilakukan dengan mendirikan poliklinik-poliklinik dan Rumah Sakit.

  • Protective (Quasi Preventive)

Tujuannya ialah untuk melindungi barang-barang atau orang yang akan dirugikan (the purpose of which is to protect thing or person subject to damage).

  • Minimizing (mengurangi kerugian)

Bila terjadi kerugian diusahakan untuk seminimum mungkin (the purpose of which is to limit damage as small as compass as possible).

  • Salvaging

Tujuan salvage ialah supaya barang-barang yang telah rusak dilindungi agar jangan bertambah rusak (the purpose of which is to preserve as much as possible of the value of damage property).

Contoh : Pada Asuransi Laut, bilamana sebuah kapal yang dipertanggungkan rusak, diusahakan dilindugi jangan sampai terjadi kerusakan lebih lanjut. Maksudnya: agar kapal itu jangan bertambah rusak, semua biaya untuk melindungi kapal itu ditanggung

Antara preventive dan protective efforts terdapat sedikit perbedaan. Pada preventive betul-betul pencegahan murni. Umpamanya membuat sebuah pabrik yang betul-betul tahan api, sedangkan pada protective, usaha memperkecil resiko dengan jalan mengadakan percobaan-percobaan dalam laboratorium dan research; misalnya dalam berproduksi supaya barang-barang yang dihasilkan tidak mendatangkan kerugian, diadakanlah percobaan dalam laboratorium.

Bagi Negara kita usaha preventive dan protective belum terlaksana sebagaimana mestinya. Sebetulnya unsure preventive itu harus ada, karena penting untuk mengurangi resiko-resiko yang mungkin timbul dalam masyarakat.

Hukum Jumlah Bilangan yang Besar (The Law of Large Numbers)

Di dalam asuransi kita mengenal “law of large nubers”, yaitu hukum mengenai jumlah yang besar. Artinya resiko yang dipertanggungkan harus dalam jumlah besar.

Misalnya :

  • Untuk Asuransi Mobil kita mengamati 20.000 unit mobil yang di asuransikan.
  • Pada Asuransi Jiwa, law of large numbers ialah dengan memperhitungkan berapa kemungkinan (probability) dari 15.000 orang yang berumur 25 tahun, bisa mencapai umur 56 tahun. Bilamana telah diketahui bahwa dari sekian jumlah orang umpamanya 14.900 yang bisa mencapai umur 56 tahun, maka ditetapkanlah premi (penentuan tarif).

Mengenai “kemungkinan” (probability) yang selalu kita temui dalam pertanggungan ialah yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari (pengalaman). Faktor probability ini melekat dalam asuransi. Dibawah ini kita lihat ada dua macam probability:

  • A priory probability (kemungkinan secara a priori)

A priory probability yaitu suatu kejadian sudah diketahui sebelumnya. Umpama: dalam statistik untuk mengetahui pelemparan mata uang (tossing coins) diperoleh hasil head dan tail. Jika kita anggap mata uang jumlahnya sama dengan 1, dan bilamana mata uang tersebut kita lembarkan ke atas, maka kita akan memperoleh hasil pelemparan sebagai berikut :

p __________ ½ (head)

q __________ ½ (tail)

hasil yang didapat bisa dihitung dengan memakai statistik (probability theory)

  • Emperical probability

Empirical probability ialah kejadian-kejadian yang bisa diketahui dari pengalaman (empiris) sehari-hari. Umpamanya: buruh bekerja dalam sebuah pabrik, ditaksir yang mendapat kecelakaan sekian persen/orang setiap bulan atau tahunnya.

Dalam perusahaan asuransi empirical probability inilah yang banyak digunakan. Contoh dalam Life Insurance; dari 1.000 orang penduduk yang berumur 20 tahun, berapa orang yang bisa mencapai umur 21 tahun. Data kita kumpulkan dengan memakai statistik (Biro Pusat Statistik), setelah itu kita dapat mencari kemungkinan-kemungkinannya.

Bagi kita yang penting ialah empirical probability dari a priory probility dalam perasuransian. Sebab dengan pengalaman-pengalaman tersebut kita dapat menaksir berapa kemungkinan kerugian untuk masa yang akan datang, dan bisa digunakan sebagai basis untuk penetapan premi polis asuransi (pembuatan tarif).

Disarikan dari buku: Asuransi dan Manajemen Resiko, penulis: Drs. H. Abbas Salim, MA, halaman: 8-11.

    Cetak       Email
  • Publish: 6 tahun ago on Selasa 27 September 2011
  • By:
  • Last Modified: Januari 15, 2013 @ 1:01 pm
  • Filed Under: Umum
  • Tagged With:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Laporan Keuangan Desa

Selengkapnya →