Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Penggalangan Dana  >  Artikel saat ini

Mengapa Sekarang Ini Perusahaan Harus Tertarik Pada CSR?

Oleh   /   Rabu 11 Desember 2013  /   Tidak ada komentar

Jika anda berencana melakukan pendekatan kepada perusahaan tertentu untuk mendapatkan bantuan dana, hal ini penting untuk dipahami bahwa sumbangan dan pencarian dana memainkan peranan penting dalam CSR.

keuanganLSM

Mengapa Sekarang Ini Perusahaan Harus Tertarik Pada CSR?

Jika anda berencana melakukan pendekatan kepada perusahaan tertentu untuk mendapatkan bantuan dana, hal ini penting untuk dipahami bahwa sumbangan dan pencarian dana memainkan peranan penting dalam CSR. Setelah anda mengetahui manfaat yang didapat perusahaan dengan memberi bantuan, maka anda dapat meningkatkan usaha anda dalam menjual gagasan mengenai pencarian dana kepada perusahaan yang sedang anda dekati.

Dalam dekade terakhir ini, semakin banyak perusahaan yang mencatumkan CSR ke dalam rencana bisnis mereka. Beberapa penelitian menunjukan bahwa CSR memiliki dampak yang relevan kinerja ekonomi bisnis. Masyarakat dan pihak-pihak yang berkempentingan dalam perusahaan menghimbau perusahaan untuk lebih bertanggung jawab dan mempunyai harapan yang tinggi terhadap perusahaan.

Munculnya kelompok-kelompok aktivis yang terorganisir dengan baik juga telah berperan dalam peningkatan penerapan CSR. Melalui berbagai macam cara seperti memboikot produk, melakukan unjuk rasa, dan memberikan informasi kepada media, kelompok-kelompok aktivis membawa berbagai macam permasalahan untuk diangkat ke permukaan. Kelompok-kelompok aktivis juga membeli saham perusahaan-perusahaan tertentu agar mereka memiliki akses untuk menghadiri rapat tahunan pemegang saham dan proses resolusi pihak-pihak yang berkempentingan.

 

Manfaat yang Didapatkan Perusahaan yang Menerapkan Program CSR

  • Keuntungan finansial
  • Mengurangi biaya operasional
  • Mempertinggi citra dan reputasi mereka/ perusahaan
  • Meningkatkan penjualan dan kesetiaan konsumen
  • Meningkatkan kemampuan untuk menarik dan mempertahankan pegawai
  • Meningkatkan publisitas dan citra publik tentang pekerjaan yang baik.

Beberapa manfaat tersebut telah dialami oleh perusahaan-perusahaan yang menjadi bagian dari Indonesia Business Link/IBL (Jaringan Bisnis Indonesia). IBL adalah pemain aktif di Indonesia dalam dengan program CSR. IBL adalah organisasi angota KEHATI Philantrophy Strengthening Initiative (langkah Penguatan Filantropi) – lihat halaman 22 – yang mempromosikan CSR dan menyediakan informasi tentang cara bagaimana perusahaan dapat menerapkan CSR hingga berhasil. IBL merupakan koalisi perusahaan-perusahaan nasional dan internasional yang beroperasi di Indonesia. IBL berkomitmen untuk mempraktekkan bisnis secara bijak dan etis, dan menyiapkan diri untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada usaha kecil dan menengah. Mereka menjalankan misinya melalui Yayasan Jaringan Bisnis Indonesia.

Misinya adalah melaksanakan beberapa program inti seperti lokakarya, publikasi tentang corporate citizenship, dan pembangunan usaha. IBL sekarang sedang meningkatkan programnya dengan memasukkan CSR secara lebih luas.

Selama periode tahun 2005-2007, IBL terus berusaha untuk meningkatkan kesadaran tentang CSR. Programnya meliputi seminar (dengan pimpinan perusahaan nasional/ internasional sebagai pembicara), dan juga Konferensi Tahunan tentang CSR. Situs web-nya berisi sumber-sumber yang revelan untuk perusahaan dan masyarakat umum.

Sekarang ini, IBL didukung oleh 20 perusahaan multinasional. Mereka terbuka bagi semua perusahaan yang beroperasi di Indonesia. Khususnya perusahaan-perusahaan yang memiliki komitmen pada CSR dan ingin menjadi anggota dalam program kolektif yang berkaitan dengan corporate citizenship. Saat ini, mereka juga sedang melakukan penelitian terhadap tujuh perusahaan di Indonesia dengan mengukur elemen kepemimpinan, kebijakan, pengembangan program, instalasi sistem, dan pengukuran serta pelaporan.

Contoh LSM di Indonesia yang berhasil membangun corporate citizenship adalah Dana Mitra Lingkungan (DML). Mereka menggunakan model konsorsium untuk melembagakan bantuan perusahaan di tahun 80-an, waktu itu sebuah kelompok yang beranggotakan individu dan perusahaan mendirikan DML. Sekarang ini DML telah memiliki 300 anggota, termasuk pemberi dana perseorangan dan perusahaan. Yayasan Mitra Mandiri menggunakan model keanggotaan yang lebih luwes dalam merangkul 26 perusahaan, yang mendorong semakin besarnya perolehan sumbangan dana dan sumbangan non-keuangan.

Setelah anda memahami bagaimana CSR dapat mempengaruhi keputusan perusahaan untuk memberikan bantuan, sekaranglah saatnya bagi anda mendapatkan itu, dan siapa yang mungkin memberi.

Disarikan dari buku: Buklet Sumber Dana Kreatif (Buklet 5 dari 11 Seri Pengerahan Sumber Daya), Penulis: Nina Doyle (VSO) & Deborah Nolan (CUSO), Halaman: 4-6.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Gaya Penulisan Proposal Permohonan Dana

Selengkapnya →