Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Mengelola Aset dan Liabilitas

Oleh   /   Sabtu 25 Oktober 2014  /   Tidak ada komentar

Setiap orang tentu saja memiliki aset dan liabilitas dalam kehidupannya. Nah, Anda perlu memahami perbedaan antara aset dan liabilitas. Sebab selama ini, banyak orang yang salah memahami liabilitas.

keuanganLSM

Mengelola Aset dan Liabilitas

Setiap orang tentu saja memiliki aset dan liabilitas dalam kehidupannya. Nah, Anda perlu memahami perbedaan antara aset dan liabilitas. Sebab selama ini, banyak orang yang salah memahami liabilitas. Karena itulah, Robert T. Kiyosaki mengatakan bahwa Anda harus memisahkan dengan tegas antara aset dan liabilitas. Banyak liabilitas yang tampak seolah-olah sebagai aset, sehingga Anda merasa kaya meskipun sebenarnya miskin. Misalnya saja, mobil pribadi dan rumah pribadi.

Secara akuntansi, kedua jenis harta itu akan dicatat di kolom aset. Akan tetapi, menurut kalkulasi Kiyosaki, rumah pribadi dan mobil pribadi adalah liabilitas. Mengapa? Sebab, angsuran atas dua jenis harta itu bisa menguras 40% dari pendapatan bulanan Anda.

Ketika Anda telah mampu memahami perbedaan itu, Anda akan berpikir bahwa Anda harus berhasil membangun keberuntungan finansial dan tidak terpaku pada angsuran-angsuran yang sebenarnya menjadi liabilitas. Sebab, angsuran-angsuran tersebut akan menguras keuangan Anda. Jika Anda tidak lihai mengatur perputaran keuangan, semakin hari Anda tidaklah semakin maju, melainkan justru kian mundur. Hal ini disebabkan oleh pola berpikir yang tidak sistematis tentang pola keuangan yang Anda kelola.

Jika Anda membangun aset Anda dari usaha yang Anda miliki, maka hal itu akan dibayar dengan dua hal, yakni uang dan pengalaman. Ketika mendapatkan uang, tentu saja Anda memiliki sumber penghasilan yang Anda sebut sebagai cashflow. Kebutuhan pribadi Anda pun bisa terpenuhi. Akan tetapi, jika Anda tidak memanfaatkan uang untuk pengembangan yang lain, tentu saja uang yang Anda peroleh itu akan habis dengan sendirinya. Uang seperti belut yang sangat licin, bila tidak dipegang dengan sangat erat, akan segera lolos.

Selain uang, pengalaman juga menjadi aset yang luar biasa sebagai bekal untuk perjalanan Anda ke depan. Segala sesuatu yang dibangun tanpa pengalaman besar kemungkinan akan gagal. Pengalaman adalah guru yang terbaik sepanjang hidup Anda. Tak akan pernah mengalami kesuksesan apa pun jika Anda tidak belajar pada pengalaman, baik pengalaman diri sendiri maupun pengalaman orang lain.

Janganlah Anda menggantungkan usaha Anda itu pada uang, sebab usaha yang melulu bergantung pada uang akan mengalami fase-fase buruk. Gantungkanlah bisnis Anda pada pengalaman, optimisme, dan semangat yang tinggi. Jika itu yang Anda lakukan, tentu saja aset Anda ke depan akan semakin besar.

Disarikan dari buku: Intisari-Intisari Inspirasional Kecerdasan Financial, Penulis: Amrin Ra’uf, Hal: 93-95.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Lingkup Pekerjaan Pemeriksa Internal (2/4)

Selengkapnya →