Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Mengenal Rasio: Rasio Likuiditas

Oleh   /   Senin 1 April 2013  /   1 Komentar

Rasio adalah perbandingan antara satu hal dengan hal lainnya, dan berdasarkan hubungan atau korelasi antara kedua hal tersebut kita bisa menganalisa atau menilai sesuatu kondisi seperti rasio likuiditas (rasio lancar, rasio perputaran kas, dan rasio hutang terhadap kekayaan bersih).

keuanganLSM

Mengenal Rasio: Rasio Likuiditas

Rasio adalah perbandingan antara satu hal dengan hal lainnya, dan berdasarkan hubungan atau korelasi antara kedua hal tersebut kita bisa menganalisa atau menilai sesuatu kondisi.

Contoh, jika Anda ingin mengetahui berapa persen laba yang Anda peroleh dari keseluruhan total nilai penjualan Anda dalam suatu periode, maka Anda dapat membagi laba suatu periode (sebagai pembilang) dengan nilai penjualan total dalam suatu periode (sebagai penyebut). Misalnya, jika total nilai penjualan Anda dalam suatu periode mencapai nilai 10 juta dan laba yang Anda dapatkan adalah 2 juta, maka persentasenya adalah:

Rp 2.000.000 = 20 %
Rp 10.000.000

Angka pembagi tidak harus selalu lebih besar angkanya. Sebagai contoh, misalnya perbandingan antara aset yang Anda miliki dengan nilai total penjualan yang bisa Anda hasilkan. Misalnya nilai penjualan Anda adalah 10 juta dan aktiva yang Anda miliki adalah 4 juta, maka perbandingan atas berapa penjualan yang Anda dapat dihasilkan dari nilai aset yang Anda miliki adalah 2,5 kaliatau tejadi “perputaran” sebesar 2,5 kali.

Rp 10.000.000 = 2,5 kali
Rp 4.000.00

Jika pembilang lebih kecil daripada penyebut, maka hasil perbandingan akan berupa persentase. Sedangkan jika pembilang lebih besar daripada penyebut, maka hasilnya akan dinyatakan dalam kali/putaran.

Beberapa contoh rasio di bawah menggunakan terminologi keuangan umum, tidak spesifik digunakan pada bidang keuangan nirlaba.

RASIO LIKUIDITAS

a. Rasio Lancar

 

Rasio Lancar = Aktiva Lancar
Kewajiban Lancar

Rasio ini mengukur kemampuan organisasi dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.

Rasio Lancar yang rendah menunjukkan kurangnya aset yang bersifat lancar untuk membayar kewajiban jangka pendek. Rasio yang tinggi tidak selalu berarti bahwa perusahaan sedang dalam keadaan yang baik. Rasio yang tinggi bisa juga berarti bahwa aset lancar tidak digunakan semaksimal mungkin.

b. Rasio Perputaran Kas

Rasio Perputaran Kas = Penjualan
Modal Kerja

Rasio ini mengukur tingkat efektifitas perputaran aset lancar dalam perolehan penjualan. Rasio ini juga bisa dgunakan bagi pengukuran kecukupan modal kerja perusahaan untuk membiayai penjualan. Modal kerja disini artinya adalah adalah aktiva lancar dikurangi dengan hutang lancar.

c. Rasio Hutang terhadap Kekayaan Bersih

Rasio Hutang terhadap Kekayaan Bersih = Kewajiban
Modal Pemegang Saham

Rasio ini menunjukkan hubungan antara modal yang diperoleh dari kreditor dan modal milik pemegang saham. Rasio yang tinggi menunjukkan bahwa sebagian besar modal usaha diperoleh dari para kreditor.

    Cetak       Email

1 Comment

  1. Tweets that mention keuangan LSM » Mengenal Rasio : Rasio Likuiditas -- Topsy.com berkata:

    […] This post was mentioned on Twitter by Wilda Maya Susanti, Belajar Akuntansi. Belajar Akuntansi said: Mengenal Rasio : Rasio Likuiditas: Rasio adalah perbandingan antara satu hal dengan hal lainnya, dan berdasarkan… http://bit.ly/eH1l8Y […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Kampanye Dengan Uang Haram (2/2)

Selengkapnya →