Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Mengenal Waralaba (Franchisee)

Oleh   /   Jumat 15 Agustus 2014  /   Tidak ada komentar

Waralaba adalah hak khusus yang dimiliki oleh perorangan atau badan usaha terhadap sistem dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang dan atau jasa.

KeuanganLSM

Mengenal Waralaba (Franchisee)

Secara umum, waralaba adalah hak untuk mendistribusikan barang atau jasa kepada konsumen, yang mana hak tersebut diberikan secara langsung oleh pemilik merek (franchisor) kepada individu atau kelompok, yang dalam hal ini disebut sebagai penerima waralaba (franchisee) dengan ketentuan-ketentuan tertentu.

Waralaba menurut Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia No. 259/MPR/Kep/7/1997 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan Pendaftaran Usaha Waralaba adalah sebuah perikatan, di mana salah satu pihak diberikan hak untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki oleh pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan dalam rangka menyediakan dan atau penjualan barang dan jasa.

Sementara, menurut PP RI No. 42 tahun 2007 tentang Waralaba (hasil revisi atas PP No. 16 Tahun 1997 dan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. 259/MPR/Kep/7/1997 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan Pendaftaran Usaha Waralaba), waralaba adalah hak khusus yang dimiliki oleh perorangan atau badan usaha terhadap sistem dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang dan atau jasa yang telah terbukti hasil dan dapat dimanfaatkan dan atau digunakan oleh pihak lain berdasarkan perjanjian waralaba. Demikianlah, beberapa pengertian waralaba. Pengertian-pengertian waralaba tersebut menunjukkan bahwa waralaba berbicara seputar hak usaha yang dapat dijalankan oleh perorangan maupun kelompok dengan ketentuan-ketentuan tertentu sebagaimana yang diberlakukan oleh pemilik merek usaha.

Disarikan dari buku: Komplet Akuntansi untuk UKM dan Waralaba, Penulis: Aktiva P. Nayla, Hal: 148-149.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Proses SDM Berbelit-Belit

Selengkapnya →