Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Mengidentifikasikan Tuntutan akan Perubahan

Oleh   /   Sabtu 25 Februari 2012  /   Tidak ada komentar

Sukses bertumpu pada kepuasan konsumen: Bila tidak puas, konsumen akan mencari pemasok lain. Pekerja yang tidak puas akan buruk kerjanya atau berhenti. Lakukan survey untuk memonitor kebutuhan kedua kelompok ini, lalu adakan perubahan untuk memuaskan mereka.

keuanganLSM

Mengidentifikasikan Tuntutan akan Perubahan

Sukses bertumpu pada kepuasan konsumen: Bila tidak puas, konsumen akan mencari pemasok lain. Pekerja yang tidak puas akan buruk kerjanya atau berhenti. Lakukan survey untuk memonitor kebutuhan kedua kelompok ini, lalu adakan perubahan untuk memuaskan mereka.

Upayakan untuk memenuhi kebutuhan kepuasan konsumen dan karyawan.

 

Memanfaatkan Rasa Kecewa

Manfaatkan umpan balik saat merencanakan perubahan. Konsumen selalu benar: jika mereka anggap produk kita buruk, itu sah saja bahkan jika hasil tes menunjukkan sebaIiknya. Begitu pula karyawan. Gunakan survey (kuisioner atau wawancara) untuk mengetahui persepsi orang. Orang yang kecewa tidak selalu bicara jika tidak ditanya.

Hargai konsumen yang mengeluh: mereka tunjukkan apa yang harus dirubah.

Bertanya Kepada Konsumen

Setiap produk atau jasa mempunyai banyak aspek. Adakan survey untuk mengetahui masalah apa yang paling penting bagi konsumen – hasilnya biasanya berbeda dengan anggapan kita. Saat melakuan survey, liput pula pesaing kita, bandingkan pendapat konsumen akan kita dan mereka. Hal ini akan menunjukkan perubahan yang harus dibuat. Tindak lanjuti dengan survey lagi setelah perubahan dilaksanakan.

Sukses bertumpu pada kepuasan konsumen: Bila tidak puas, konsumen akan mencari pemasok lain. Pekerja yang tidak puas akan buruk kerjanya atau berhenti. Lakukan survey untuk memonitor kebutuhan kedua kelompok ini, lalu adakan perubahan untuk memuaskan mereka.

Menilai Kualitas

Tuntutan konsumen akan kualitas adalah alasan kuat untuk merencanakan perubahan. Total Quality Managemen (TQM) menyoroti peran setiap elemen dalam proses bisnis. Gunakan pendekatan ini untuk rnenemukan cara memuaskan konsumen. Juga lakukan kendali mutu (jumlah yang rusak per 1000 unit). Ingat! Tidak ada gunanya meningkatkan kualitas produk yang tidak diminati, atau membuat produk yang diinginkan secara tidak efisien.

Ingat bahwa kualitas produk tergantung pada kualitas prosesnya.

Bertanya Kepada Karyawan

Sukses organisasi bergantung pada karyawan. Diperlukan kepuasaan karyawan agar kinerja perusahaan maksimal – karyawan yang tidak puas akan segera keluar atau, lebih buruk lagi, bekerja dengan buruk. Adakan survey kualitatif dan kuantitaf menyangkut karyawan, seperti konsumen dan libatkan karyawan dalam menentukan apa perubahan diperlukan. Langkah ini akan mengangkat moral mereka dan membantu meningkatkan kualitas kerja.

Gunakan ukuran yang objektif terhadap pendapat konsumen.

Disarikan dari buku: Managing Change, Penulis: Robert Heller, Halaman: 18-19.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Informasi Tambahan dalam Laporan Keuangan menurut IFRS

Selengkapnya →