Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Metode Pemilahan Pusat Biaya

Oleh   /   Rabu 28 Maret 2012  /   Tidak ada komentar

Pusat biaya, biasanya, diterapkan untuk proyek-proyek, fungsi-fungsi, atau divisi-divisi yang memiliki anggaran atau sumber-sumber pendanaan sendiri. Tidak ada batas tertentu mengenai berapa jumlah pusat biaya yang boleh dibuat.

keuanganLSM

Metode Pemilahan Pusat Biaya

Beberapa hibah, biasanya, diberikan untuk tujuan-tujuan tertentu ini dikenal sebagai “dana-dana bersyarat” (restricted funds) karena dana-dana tersebut hanya boleh digunakan untuk kegiatan-kegiatan tertentu, bukan untuk tujuan-tujuan umum. Dana-dana semacam ini harus dicatat ke dalam akun-akun yang terpisah sehingga organisasi bisa menunjukkan kepada donor bagaimana dana-dana mereka telah dimanfaatkan. Hal ini dikenal sebagai “akuntansi dana” (fund accounting), yang mensyaratkan kehati-hatian ekstra ketika menyusun sistem akuntansinya untuk mengidentifikasi dan memisahkan informasi yang diperlukan.

Dalam keadaan semacam ini, mungkin akan tepat untuk mengidentifikasi kegiatan-kegiatan di dalam suatu organisasi dengan menggunakan metode pemilahan Pusat Biaya (cost centres) bisa pula disebut Pusat Kegiatan atau Pusat Anggaran. Pusat biaya, biasanya, diterapkan untuk proyek-proyek, fungsi-fungsi, atau divisi-divisi yang memiliki anggaran atau sumber-sumber pendanaan sendiri. Titik awal untuk memutuskan sebuah struktur pusat biaya adalah bagan organisasi dan dokumen-dokumen persetujuan pendanaan donor.

Pusat biaya, biasanya, diterapkan untuk proyek-proyek, fungsi-fungsi, atau divisi-divisi yang memiliki anggaran atau sumber-sumber pendanaan sendiri. Tidak  ada batas tertentu mengenai berapa jumlah pusat biaya yang boleh dibuat.

Tidak  ada batas tertentu mengenai berapa jumlah pusat biaya yang boleh dibuat, khususnya bila sebuah proses akuntansi dilaksanakan secara digital dengan memanfaatkan komputer- sehingga amat memudahkan kerja bagian keuangan. Meski begitu, tetap penting untuk menerapkan kehati-hatian dalam perancangan struktur pusat biaya demi mencegah catatan akuntansi bertumpang tindih sehingga memberatkan kerja dan, bahkan, kontra produktif. Setiap pusat biaya diberi referensi atau kode khusus untuk memisahkannya dengan catatan-catatan akuntansi yang lain.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Tahapan Penyusunan Anggaran Desa

Selengkapnya →