Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Akuntansi  >  Artikel saat ini

Metode Pencatatan Investasi Saham

Oleh   /   Selasa 2 Desember 2014  /   Tidak ada komentar

Secara umum, metode pencatatan mempunyai dua arus utama, yaitu: Metode biaya (cost), Metode nilai pasar (fair market value). Dalam perkembangannya, regulator mempunyai kecenderungan untuk semakin berpihak kepada investor dalam pelaporan investasi saham, dengan menggunakan nilai pasar sebagai acuan.

keuanganLSM

Metode Pencatatan Investasi Saham

Secara umum, metode pencatatan mempunyai dua arus utama, yaitu:

  • Metode biaya (cost)
  • Metode nilai pasar (fair market value)

Dalam perkembangannya, regulator mempunyai kecenderungan untuk semakin berpihak kepada investor dalam pelaporan investasi saham, dengan menggunakan nilai pasar sebagai acuan. Gambar 4.1 memberikan ilustrasi metode yang tersedia dalam pencatatan surat berharga.

10-28-2014 11-00-06 AM

Metode held to maturity (dimiliki hingga jatuh tempo) hanya berlaku untuk efek utang. Efek saham tidak mempunyai waktu jatuh tempo. Metode dimiliki hingga jatuh tempo mempuyai kriteria yang menyaratkan bahwa perusahaan berniat untuk memiliki hingga jatuh tempo. Metode ini menggunakan beberapa ketentuan, antara lain:

  • Basis biaya perolehan (amortized cost) sebagai dasar pencatatan;
  • Pendapatan bunga dan realized gain dilaporkan di laba-rugi.

Dua metode yang lain menggunakan basis harga pasar. Pembahasan selanjutnya akan dikonsentrasikan pada efek saham. Kepemilikan saham di perusahaan dapat dibedakan atas dasar jumlah persentase nilai saham yang dimilikinya. Perusahaan yang memiliki lebih 20% di perusahaan lain dianggap memiliki pengaruh yang signifikan. Sementara kepemilikan di atas 50% dianggap mampu mengontrol jalannya perusahaan.

Gambar 4.2 dapat membantu penjelasan persentase kepemilikan saham dan metode pencatatan yang menyertainya. Untuk surat berharga saham (efek) yang kepemilikannya kurang dari 20%, tersedia dua metode:

  • Diperdagangkan (trading);
  • Tersedia untuk dijual (available for sale).

10-28-2014 11-00-59 AM

Efek yang masuk kategori trading mempunyai kriteria:

  • Diperjualbelikan dalam waktu dekat;
  • Tujuan kepemilikan adalah memperoleh laba.

Metode trading akan mencatat dengan cara:

  • Dividen dilaporkan di laba-rugi;
  • Realized dan unrealized gain (loss) dilaporkan di laba-rugi;
  • Harga pasar digunakan untuk pelaporan di neraca.

Efek yang masuk kategori tersedia untuk dijual adalah yang tidak termasuk dalam kategori held to maturity atau trading. Metode available for sale akan mencatat dengan cara:

  • Dividen dilaporkan di laba-rugi;
  • Realized gain (loss) dilaporkan di laba-rugi;
  • Unrealized gain (loss) dilaporkan neraca di bagian ekuitas;
  • Harga pasar digunakan untuk pelaporan di neraca.10-28-2014 11-01-25 AM

Efek tersedia untuk dijual akan mencatat laba (rugi) belum direalisasikan ke dalam kelompok ekuitas (modal). Laba ini langsung masuk ke dalam kelompok ekuitas tanpa melalui laba-rugi atau yang disebut dengan dirty surplus. Sementara perhitungan laba yang melalui laporan laba-rugi disebut dengan clean surplus.

Contoh: Jasamarga

Catatan 2.g.
Penyertaan Saham

Metode Ekuitas
Untuk penyertaan saham pada perusahaan asosiasi dengan kepemilikan perusahaan antara 20% hingga 50% atas modal saham yang ditempatkan dan tidak memiliki kendali atas manajemen. Nilai penyertaan dicatat sebesar biaya perolehan dan disesuaikan tiap tahunnya dengan bagian Perusahaan atas laba atau rugi bersih perusahaan asosiasi tersebut. Penghasilan dividen tunai dicatat sebagai pengurang atas nilai tercatat penyertaan.

Metode Biaya
Metode biaya diterapkan untuk penyertaan Perusahaan yang bersifat sementara atau kepemilikan yang kurang dari 20% dari modal saham yang ditempatkan. Biaya perolehan mencakup semua biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh penyertaan, termasuk jasa profesional. Penyisihan akan dilakukan jika Perusahaan berpendapat bahwa nilai penyertaan telah mengalami penurunan signifikan atau permanen. Penghasilan dividen diakui dalam laporan laba rugi pada periode pengumuman dividen.

Disarikan dari buku: Investigasi Laporan Keuangan & Analisis Rasio Keuangan, Penulis: Toto Prihadi, Hal: 51-55.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Apa itu Fraud? Mengapa Penting untuk Diketahui?

Selengkapnya →