Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Akuntansi  >  Artikel saat ini

Metode Penyusutan

Oleh   /   Jumat 26 September 2014  /   1 Komentar

Salah satu isu utama dalam asset tetap adalah penyusutan. Penyusutan adalah alokasi sistematis nilai asset tetap menjadi beban.

keuanganLSM

Metode Penyusutan

Salah satu isu utama dalam asset tetap adalah penyusutan. Penyusutan adalah alokasi sistematis nilai asset tetap menjadi beban. Ada dua isu dalam penyusutan, yaitu:

  • Penetapan umur
  • Metode penyusutan

Gambar Perbandingan Garis Lurus dengan Saldo Menurun Ganda.

Menjadi hak manajemen untuk menentukan kedua hal tersebut. Walaupun umur tidak ditentukan dalam PSAK, tetapi ada praktik yang berlaku umum. Praktik yang berlaku umum bias dikenali apabila kita sering membaca catatan atas laporan keuangan.

Pada dasarnya banyak metode penyusutan. Metode penyusutan sautan yang akan dibahas di sini adalah:

  • Garis lurus (straight line)
  • Saldo menurun ganda (double declining, DDB)
  • Metode unit produksi (unit of produksi method)

Dalam metode garis lurus, nilai penyusutan sama dari waktu ke waktu. Metode ini paling banyak dipakai karena mudah menghitungnya dan juga dalam pelaporan manajemen, yaitu laba rugi akan kelihatan lebih halus. Metode kedua adalah saldo menurun ganda (DDB).

Metode DDB membebankan penyusutan lebih besar di awal. Sebagai konsekuensinya, maka:

  • Tahun-tahun awal pemakaian asset dibebani penyusutan lebih besar, sehingga laba keliatan lebih kecil.
  • Apabila dipergunakan sebagai pelaporan pajaka akan menguntungkan pelapor karena dengan laba lebih kecil, maka beban pajaknya juga menjadi lebih kecil di awal.

Poin kedua diatas tetap menghasilkan beban pajak secara total sepanjang umur asset akan sama apakah menggunakan garis lurus atau DDB. Hanya saja apabila orientasinya adalah pembayaran pajak, maka secara nilai sekarang (present value), akan lebih menguntungkan metode DDB. Metode ketiga, yaitu unit produksi, tidak dibahas di sini. Ide dasarnya adalah membebankan penyusutan proposional dengan tingkat pemakaian alat.

Disarikan dari buku: Investigasi Laporan Keuangan & Analisis Rasio Keuangan, Penulis: Toto Prihadi, Hal: 18-20.

    Cetak       Email

1 Comment

  1. tinton dimyathi berkata:

    terimakasih , artikelnya sangat bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Membuat SDM Dihargai

Selengkapnya →