Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Organisasi Penerima Derma yang Diakui

Oleh   /   Senin 6 April 2015  /   Tidak ada komentar

Tidak ada satupun negara yang dikaji yang memberikan pengurangan pajak pada donatur yang menyalurkan sumbangan kepada individu atau pemberian sumbangan secara langsung kepada masyarakat.

keuanganLSM

Organisasi Penerima Derma yang Diakui

Tidak ada satupun negara yang dikaji yang memberikan pengurangan pajak pada donatur yang menyalurkan sumbangan kepada individu atau pemberian sumbangan secara langsung kepada masyarakat. Semua negara menyaratkan agar sumbangan itu disalurkan melalui organisasi yang dianggap memenuhi syarat bila ingin dijadikan sebagai pengurang pajak penghasilan. Lebih dan itu, negara juga menentukan organisasi atau lembaga mana yang dianggap memenuhi syarat sebagai penerima sumbangan yang bisa menjadi pengurang pajak. Jika individu atau perusahaan menyumbang ke organisasi atau lembaga tersebut, maka negara mengakui sumbangannya sebagai pengurang penghasilan kena pajak. Organisasi tersebut bukan hanya terdiri dari organisasi yang mendapatkan status “organisasi bebas pajak”, tapi juga organisasi-organisasi atau lembaga lain yang dianggap melakukan pekerjaan penting bagi masyarakat luas. Organisasi ini terdiri dan organisasi nirlaba, lembaga pemerintah, bahkan ada yang memasukkan partai politik ke dalam kategori ini.

Berikut jenis organisasi di negara yang dikaji yang dianggap memenuhi syarat untuk menerima sumbangan dari donatur yang ingin mendapatkan pengurangan pajak:

  • Pemerintah (Jepang, Cina, Korea, Filipina, India)
  • Organisasi yang terdaftar dalam UU Pajak (Australia, Korea, India, Afrika Selatan)
  • Organisasi/lembaga seni dan budaya (Australia, Cina, Filipina, Singapura)
  • Organisasi olah raga (Filipina, Singapura, Banglades)
  • Organisasi kemanusiaan (Australia, Filipina, Singapura)
  • Organisasi pendidikan (Korea, Filipina, Singapura)
  • Organisasi keagamaan dan karitas (Filipina)
  • Organisasi lingkungan (Australia)
  • Partai politik (Korea)
  • Lembaga luar negeri tertentu (Filipina)
  • Dst.

Di Australia, misalnya, pemerintah membolehkan pengurangan pajak hanya untuk tiga sub-organisasi amal yaitu organisasi yang secara individu terdaftar dalam UU pajak, organisasi lingkungan dan budaya, dan organisasi yang bergerak di bidang kemanusiaan (hanya untuk bantuan langsung yang sedang dibutuhkan). Misalnya, menyumbang ke badan internasional tertentu, seperti Palang Merah. Sebelumnya, pemberian hibah bagi organisasi asing (luar negeri), yaitu dana-dana bantuan bagi penduduk negara-negara berkembang harus mendapatkan persetujuan dari Menteri Luar Negeri.

Disarikan dari buku: Kebijakan Insentif Perpajakan untuk Organisasi Nirlaba, Penulis: Hamid Abidin, Yuni Kusumastuti, Zaim Saidi, Hal: 41-42.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Pelaporan Keuangan Harus Mampu Menyediakan Informasi

Selengkapnya →