Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Pajak Penghasilan Sesuai dengan IAS 12

Oleh   /   Senin 9 April 2012  /   Tidak ada komentar

Apabila aset tidak dikenakan pajak pada tahun pengakuannya, hutang pajak yang ditangguhkan menimbulkan suatu perbedaan sementara yang dikenakan pajak. Perbedaan sementara ini dijurnal balik pada saat hutang pajak jatuh tempo dan diakui sebagai suatu beban.

keuanganLSM

Pajak Penghasilan Sesuai dengan IAS 12

IAS 12 menguraikan perlakuan akuntansi atas pajak penghasilan. Pajak penghasilan meliputi semua pajak domestik dan pajak luar negeri yang didasarkan pada laba kena pajak, sama halnya dengan pajak yang dibayar di muka dan pajak lainnya yang terutang bagi anak perusahaan atas distribusi kepada entitas yang melaporkannya. Hibah Pemerintah yang terkait dengan IAS 20 mengenai Akuntansi untuk Hibah Pemerintah dan Pengungkapan Bantuan Pemerintah, dan kredit pajak investasi tidak termasuk penerapan standar ini. Namun, perbedaan sementara yang timbul karena bantuan tersebut dan kredit pajak yang dipertimbangkan.

Dasar utama dari akuntansi untuk pajak penghasilan, adalah konsekuensi pengakuan pajak tahun berjalan dan pajak di masa datang pada:

  • Transaksi yang diakui dalam periode berjalan;
  • Pemulihan aset di masa datang di dalam laporan posisi keuangan entitas; dan
  • Penyelesaian liabilitas pada masa datang di dalam laporan posisi keuangan entitas.

Diasumsikan bahwa pemulihan semua aset dan penyelesaian semua liabilitas akan mempunyai konsekuensi pajak, dan bahwa konsekuensinya dapat diestimasi secara handal dan tidak dapat dihindari. Diasumsikan pula bahwa entitas akan menyelesaikan liabilitasnya dan memulihkan asetnya selama suatu periode waktu, dan bahwa konsekuensi pajak akan ditetapkan pada waktu yang sudah ditentukan.

 

Dasar Pengenaan Pajak

Dasar pengenaan pajak adalah jumlah yang diatribusikan kepada suatu aset atau liabilitas untuk tujuan perpajakan. Beberapa aset menimbulkan hutang pajak.

Apabila aset tidak dikenakan pajak pada tahun pengakuannya, hutang pajak yang ditangguhkan menimbulkan suatu perbedaan sementara yang dikenakan pajak. Perbedaan sementara ini dijurnal balik pada saat hutang pajak jatuh tempo dan diakui sebagai suatu beban.

Sama halnya, beberapa hutang menimbulkan aset pajak atau mengurangi hutang pajak. Apabila aset pajak tidak dapat dikurangkan dalam tahun pengakuan, maka aset pajak yang ditangguhkan menimbulkan suatu perbedaan sementara yang dapat dikurangkan. Perbedaan sementara ini di jurnal balik bilamana hutang dikurangkan atau klaim pajak dilakukan.

Dasar pengenaan pajak dari suatu aset adalah jumlah yang dapat dikurangkan, untuk tujuan perpajakan terhadap pendapatan kena pajak yang dihasilkan oleh aset. Misal, untuk suatu item peralatan, penyusutan yang dibebankan di dalam periode berjalan dan sebelumnya telah dianggap sebagai suatu beban, dan nilai tercatat dari peralatan juga akan diakui sebagai suatu beban di tahun mendatang. Bilamana pendapatan pada waktu jumlah tercatat aset dipulihkan tidak dikenakan pajak, maka nilai tercatat dari aset akan sama dengan dasar pengenaan pajak. Sebagai contoh nilai tercatat dari piutang usaha. Pendapatan yang terkait dengan piutang usaha ini telah dianggap sebagai penghasilan untuk tujuan perpajakan, dan oleh karena itu, tidak ada tambahan pajak yang harus dibayar bilamana piutang usaha direalisasi.

Dasar pengenaan pajak dari suatu liabilitas adalah jumlah tercatat dikurangi dengan jumlah yang akan dikurangkan untuk pajak di masa mendarang. Sebagai contoh, jumlah pinjaman yang diambil oleh suatu entitas. Pelunasan kembali pinjaman tidak akan mempunyai konsekuensi pajak dan, oleh karena itu, dasar pengenaan pajak dari hutang akan berupa nilai tercatatnya. Namun, bilamana bunga terutang atas pinjaman dan beban bunga telah dianggap sebagai pengurangan untuk tujuan perpajakan, maka dasar pengenaan pajak untuk hutang akan menjadi jumlah pinjaman dan jumlah bunga yang belum dibayar pada tanggal pelaporan.

Beberapa item dengan dasar pengenaan pajak mungkin tidak diakui sebagai suatu aset atau suatu liabilitas. Misalnya, biaya riset yang ditanggung oleh suatu entitas. Apabila suatu entitas telah mengeluarkan $100,000 atas riset dan pengembangan dan 60% dari pengeluaran merupakan suatu pengurangan yang diizinkan pada periode mendatang untuk penghitungan penghasilan kena pajak, maka akan ada suatu perbedaan antara laba akuntansi dengan laba fiskal sebesar $40,000. Perbedaan ini, atas jumlah yang tidak dapat dikurangkan, disebut perbedaan tetap (permanent difference).

Disarikan dari buku: Memahami IFRS, Penulis: Nandakumar Ankarath, Dr. T.P. Ghosh, dkk.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Pengertian & Ruang Lingkup Akuntansi Publik

Selengkapnya →