Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Berita  >  Artikel saat ini

Pasar Masih Luas, Pelaku Makin Kreatif

Oleh   /   Rabu 30 November 2011  /   Tidak ada komentar

Di tengah gonjang-ganjing penyelesaian krisis utang di Eropa dan Amerika Serikat, industri reksa dana masih memiliki prospek untuk berkembang pada tahun 2012. Pangsa pasar yang masih luas dengan masyarakat yang semakin sadar investasi menjadi pendorong pengembangan industri ini.

keuanganLSM

Pasar Masih Luas, Pelaku Makin Kreatif

Sumber: KOMPAS, Senin, 28 November 2011, Hal 12.

Di tengah gonjang-ganjing penyelesaian krisis utang di Eropa dan Amerika Serikat, industri reksa dana masih memiliki prospek untuk berkembang pada tahun 2012. Pangsa pasar yang masih luas dengan masyarakat yang semakin sadar investasi menjadi pendorong pengembangan industri ini.

Benny D Koestanto dan Edna C Pattisin

Rasio antara jumlah dana kelolaan industri reksa dana dan dana pihak ketiga bank masih terbilang kecil, yaitu 6,4 persen. Hingga Oktober 2011, jumlah dana kelolaan reksa dana di luar reksa dana penyertaan terbatas adalah Rp 157,4 triliun dan DPK Rp 2.459,9 triliun (posisi Agustus 2011).

“Besarnya jumlah DPK ini bisa menjadi pangsa pasar yang potensial bagi reksa dana,” kata Senior Hescarch PT Infovesta Utama, Rudiyanto, sebuah perusahaan riset reksa dana terkemuka di Indonesia.

Menurut Rudiyanto, jumlah penduduk usia produktif yang besar dan peningkatan pendapatan per kapita telah menciptakan komunitas penduduk yang sadar akan pentingnya investasi. Hal ini juga ditopang dengan semakin banyaknya seminar, workshop, dan jasa layanan perencana keuangan yang memberikan edukasi akan pentingnya berinvestasi sebagai salah satu cara untuk mencapai tujuan keuangan.

Layanan wealth management bank yang semakin banyak juga mendorong pertumbuhan industri ini. Bagi bank, layanan wealth management merupakan salah satu cara dalam menjaring dan mempertahankan nasabah. Dengan semakin berkembangnya kekayaan, kebutuhan nasabah tidak hanya pada produk perbankan saja, tetapi juga merambah ke produk investasi dan asuransi.

Pilihan reksa dana pun semakin banyak saat Ini. Strategi investasi yang berbeda-beda keluar setiap tahun menjadikan pilihan investasi semakin luas. Selama ini salah satu keunggulan dari reksa dana adalah manfaat diskon pajak pada investasi obligasi.

“Investor biasa harus membayar pajak hingga 15 persen. Untuk investasi pada obligasi yang dilakukan oleh reksa dana, cukup membayar pajak sebesar 5 persen hingga 2013. KeungguIan ini akan menjadikan jenis reksa dana terproteksi dan pendapatan tetap diminati, terutama oleh investor institusi yang ingin mendapatkan manfaat dari fasilitas diskon pajak tersebut,” kata Rudiyanto.

Pelayanan pelanggan (customer service) PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) menjelaskan produk reksa dana di Plaza Mandiri, Jakarta, beberapa waktu lalu. PT MMI meluncurkan produk reksa dana pendapatan tetap, Mandiri Investasi Berjangka (MIB) seri 2013 dan Mandiri Saham Investa Ekuitas Dinamis.

Faktor risikoSalah satu hal terpenting bagi investor adalah mengetahui sejak dini faktor-faktor risiko dari pilihan investasi yang diambil. Bagi reksa dana saham, misalnya, pergerakan bursa saham di dunia dan juga Indonesia diprediksi akan terus fluktuatif dalam rentang waktu yang cukup lama, termasuk tahun depan. Hal ini disampaikan Michael Tjoajadi, Presdir PT ScIiroders Investment Management Indonesia, tentang kondisi investasi saham di tahun 2012 dalam temu wicara Share and Learn Harian Kontan dengan tema “Reksa Dana Tetap Profit di Masa Sulit”.

Ia menggarisbawahi, kondisi fundamental Indonesia relatif baik dibandingkan Eropa dan AS yang sedang krisis. Apalagi, ekonomi Indonesia 60 persen ‘digerakkan oleh konsumsi dalam negeri. Masalahnya, saat ini sudah terjadi percampuran antara ekonomi dan politik sehingga tidak bisa lagi dipisahkan pergerakan karena faktor ekonomi atau politik.

“Keputusan ekonomi sudah menjadi keputusan politik,” kata MichaeL. Karena kompleks, tidak bisa ada solusi tunggal yang akan menyelesaikan segalanya dalam satu gebrakan. Bursa akan terus berfluktuasi mengikuti solusi parsial dan efek serta konsekuensinya yang berganti-ganti.

Saat kondisi volatil, menurut Rudiyanto, investor memiliki dua pilihan. Pertama, tetap membeli jenis reksa dana saham dengan harapan mendapatkan harga yang relatif murah dan mendapatkan keuntungan yang besar ketika kondisi pasar kembali naik, Hal ini bisa dilakukan ketika investor masih memiliki jangka waktu investasi yang relatif panjang.

Pilihan kedua adalah berinvestasi pada jenis reksa dana yang karakternya relatif konservatif, seperti reksa dana campuran, pendapatan tetap, atau pasar uang. Pilihan kedua ini bisa diambil, jika investor merasa tidak nyaman dengan fluktuasi pasar dan memiliki jangka waktu investasi yang relatif pendek.

Michael menyatakan, krisis di Eropa dan AS kali ini tidak bisa diprediksi seberapa lama akan berlangsung. Yang jelas, akan butuh waktu lama untuk rnemulihkannya. Pasalnya, ada kebijakan fiskal yang berbeda-beda di tiap-tiap negara Eropa. Akibatnya, masalah menjadi sangat kompleks.

Saat ditanya tentang jenis saham apa yang direkomendasikan di tengah masa krisis ini, Michael menyatakan, produk-produk consumer goods akan tetap memiliki konsumen sebesar apa pun krisis melanda. Apalagi, di Indonesia yang memiliki pasar yang besar, perusahaan consumer goods akan tetap bertahan di tahun 2012. Dia mengambil contoh kasus, orangtua yang memiliki anak balita tidak akan bisa menunda pembelian produk susu.

Rudiyanto mengakui, adanya kasus pembobolan uang di reksa dana dapat memengaruhi minat investor. Reksa dana diklaim merupakan instrumen investasi yang lebih aman dibandingkan instrumen lainnya karena menggunakan jasa bank kustodian. Namun, kasus pembobolan; yang terjadi pada Falcon Asia sedikit banyak memengaruhi keyakinan investor terhadap sistem tersebut. Oleh karena itu, dibutuhkan penegakan aturan lebih tegas dan sangat penting juga bahwa hasil penegakan tersebut dikomunikasikan kepada investor secara luas agar dapat menjaga kepercayaan para investor.

Dalam menentukan alokasi instrumen investasi, semua orang bisa memiliki preferensi yang berbeda-beda sesuai dengan tujuan, pemahaman, dan kemampuan keuangan masing-masing investor. Bagi reksa dana, calon investor wajib mengenali keunggulannya, antara lain, minimum investasi relatif kecil, mulai Rp 500.000-Rp 1 juta. Reksa dana juga likuid dan mudah ditransaksikan.

Menurut Rudiyanto, transparansi dan prinsip satu harga juga menjadi keunggulan reksa dana. Investor akan mentransaksikan reksa dana pada harga nilai aktiva bersih yang sama, tidak peduli seberapa besar atau kecilnya dana yang diinvestasikan.

Nilai aktiva bersih merupakan harga satu unit reksa dana. Harga itu hanya satu, diumumkan setelah penutupan bursa pada pukul 16.00 (di publikasikan di surat kabar keesokan harinya). Harga itu berlaku untuk transaksi yang dijalankan pada hari setelah hari pengumuman, hingga sebelum pukul 12.00. Adupun transaksi yang dilakukan setelah pukul 12.00 hingga waktu bursa tutup, harga mengacu pada pengumuman setelahnya.

Penempatan pada reksa dana juga bisa menjadi sarana diversifikasi. Maksudnya ketika harga salah satu instrumen turun, diharapkan harga instrumen yang lain naik sehingga tetap bisa memeroleh keuntungan ketika kondisi pasar sedang kurang baik.

“Meski demikian, berinvestasi pada banyak instrumen memerlukan pengetahuan yang mumpuni pula pada setiap instrumen investasi. Bagi investor yang merasa pengetahuannya kurang, membeli banyak jenis instrumen investasi bukannya efektif malah bisa menyebabkan pengelolaan menjadi, semakin rumit,” kata Rudiyanto mengingatkan.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

UMKM Perlu Serap Digital

Selengkapnya →