Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Akuntansi  >  Artikel saat ini

Saran bagi Pelaporan Keuangan kepada Donor

Oleh   /   Kamis 30 Januari 2014  /   Tidak ada komentar

Dalam banyak kasus, laporan tersebut harus memasukkan ringkasan tentang anggaran dibanding aktual disertai dengan laporan naratif mengenai kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan.

keuanganLSM

Saran bagi Pelaporan Keuangan kepada Donor

Donor-donor menuntut agar OMS mampu menunjukkan kecakapan pengelolaan keuangan sebelum menjamin pencairan dana-dananya. Inilah mengapa Laporan Donor (donor report) menjadi begitu penting. Dalam banyak kasus, laporan tersebut harus memasukkan ringkasan tentang anggaran dibanding aktual disertai dengan laporan naratif mengenai kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan.

Bila periode pelaporan berlangsung dalam waktu yang bersamaan dengan penyiapan laporan manajemen, maka pemuatan sebuah laporan donor tak bakal membutuhkan kerja ekstra yang terlalu besar.

Selain itu, bila ada beberapa donor yang mendanai OMS dalam proyek-proyek yang berbeda maupun sama, penting untuk menyusun sistem-sistem akuntansinya terlebih dahulu.

Dengan begini diharapkan agar informasi yang diperlukan lembaga donor bisa disusun secara mudah. Jika hal ini tidak dilakukan, dikhawatirkan OMS khususnya para staf bagian keuangannya akan terjebak dalam kerja-kerja penghimpunan dan pengolahan informasi keuangan yang tumpang tindih, bahkan sangat membosankan, setiap kali laporan diminta donor. Penggunaan metode pemilahan Pusat Biaya, terutama, bermanfaat dalam segi ini.

Tatkala mengombinasi semua informasi dalam pembuatan laporan keuangan OMS kepada donor, simak baik-baik saran berikut:

  1. Cobalah sungguh-sungguh untuk memenuhi tenggat jadwal, minta perpanjangan bila hal ini tidak mungkin;
  2. Sampaikan angka-angka yang akurat dan bisa diverifikasi;
  3. Jangan berusaha menyembunyikan item-item belanja yang kelebihan atau kekurangan;
  4. Tambahkan keterangan pada Laporan Anggaran Dibanding Aktual untuk menjelaskan variasi-variasi yang signifikan; serta
  5. Tetap informasikan semua masalah potensial kepada donor.

Akhirnya, selalu ingatlah bahwa  para staf dalam lembaga-lembaga donor telah memiliki banyak pengalaman dalam bekerjasama dengan kelompok-kelompok seperti organisasi Anda. Mereka akan selalu merespons secara positif bila dimintai nasihat atau dukungan oleh organisasi Anda. Singkat kata, ciptakan hubungan kerjasama sebaik-baiknya, saling suportif dan produktif, antar OMS Anda dengan donor.

Disarikan dari buku: Handbook: Manajemen Keuangan Organisasi Masyarakat Sipil, Penulis: Terry Lewis, Halaman: 118-119.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Membuat SDM Dihargai

Selengkapnya →