Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Pemeriksaan Internal Harus Dilaksanakan Secara Ahli dan Teliti (4/5)

Oleh   /   Rabu 3 Oktober 2018  /   Tidak ada komentar

Mekanisme utama pencegahan kecurangan adalah pengawasan tanggung jawab yang utama untuk menetapkan dan mengembangkan pengawasan yang terletak pada manajemen.

keuanganLSM

Pemeriksaan Internal Harus Dilaksanakan Secara Ahli dan Teliti (Bag 4/5)

4) Pencegahan kecurangan terdiri atas berbagai tindakan yang dilakukan untuk memperkecil kemungkinan terjadinya kecurangan, membatasi atau memperkecil kerugian yang mungkin timbul bila terjadi kecurangan. Mekanisme utama pencegahan kecurangan adalah pengawasan tanggung jawab yang utama untuk menetapkan dan mengembangkan pengawasan yang terletak pada manajemen.

5) Para pemeriksa internal bertanggung jawab mendukung pencegahan kecurangan, dengan cara menguji dan mengevaluasi kecukupan dan keefektivan sistem pengendalian internal, sesuai dengan tingkat kerugian atau risiko yang potensial dalam berbagai segmen kegiatan organisasi. Dalam melaksanakan tanggung jawab ini, para pemeriksa berdasarkan keahliannya harus menentukan, misalnya, hal-hal berikut ini.

  • Apakah lingkungan atau situasi organisasi membantu mengembangkan kesadaran pengawasan?
  • Apakah tujuan dan sasaran organisasi yang realistis telah ditetapkan?
  • Apakah telah terdapat suatu kebijaksanaan tertulis, misalnya dalam bidang kepegawaian yang menggambarkan berbagai perbuatan yang boleh dilakukan dan tindakan yang akan dikenakan bila terjadi pelanggaran?
  • Apakah kebijaksanaan yang tepat tentang otorisasi berbagai transaksi telah ditetapkan dan dilaksanakan?
  • Apakah kebijaksanaan, pelaksanaan, prosedur, laporan, dan berbagai mekanisme lainnya telah dikembangkan untuk memonitor berbagai kegiatan dan melindungi berbagai harta, khususnya di area yang memiliki risiko tinggi?
  • Apakah jalur-jalur komunikasi dapat menyediakan informasi yang cukup dan tepat kepada manajemen?
  • Apakah perlu dibuat berbagai rekomendasi untuk menegakkan dan meningkatkan pengendalian keefektivan biaya untuk mencegah terjadinya kecurangan?

Ketelitian yang selayaknya menghendaki suatu ketelitian yang kompeten bukanlah pelaksanaan yang harus sempurna, tanpa ada kesalahan, atau hasilnya luar biasa. Ketelitian yang selayaknya mewajibkan pemeriksa internal melakukan pengujian dan melakukan verifikasi terhadap suatu lingkup yang pantas dan tidak harus melakukan pemeriksaan secara mendetail atau terperinci terhadap seluruh transaksi. Karenanya, pemeriksa tidak dapat memberikan jaminan mutlak bahwa di dalam organisasi tidak terdapat suatu ketidaksesuaian atau ketidakberesan. Walau demikian, kemungkinan terjadinya ketidakberesan atau ketidaksesuaian secara material haruslah dipertimbangkan atau diperhatikan pada saat pemeriksa internal melaksanakan tugas pemeriksaan.

1) Pendeteksian kecurangan terdiri atas pengidentifikasian berbagai indikator kecurangan yang cukup untuk menjamin rekomendasi pelaksanaan suatu penyelidikan. Indikator-indikator ini mungkin ditemukan sebagai hasil dari berbagai pengendalian yang ditetapkan oleh manajemen, berbagai pengujian yang dilakukan oleh pemeriksa, dan berbagai sumber lain, baik di dalam maupun di luar organisasi.

2) Dalam melaksanakan tugas pemeriksaan, tanggung jawab pemeriksa internal dalam pendeteksian kecurangan adalah sebagai berikut.

  • Memiliki pengetahuan memadai tentang kecurangan sehingga dapat mengidentifikasi berbagai indikator kemungkinan terjadinya suatu kecurangan. Pengetahuan ini mencakup pengetahuan yang dibutuhkan untuk mengetahui karakteristik kecurangan, teknik-teknik yang biasa digunakan dalam melakukan kecurangan, dan jenis-jenis kecurangan yang berkaitan dengan kegiatan yang sedang diperiksa.
  • Mewaspadai berbagai kesempatan, seperti kelemahan-kelemahan pengendalian yang memungkinkan dilakukannya kecurangan. Apabila kelemahan pengawasan yang penting telah dideteksi, pengujian tambahan yang dilakukan oleh pemeriksa internal haruslah mencakup pengujian yang ditujukan terhadap identifikasi berbagai indikator kecurangan. Beberapa contoh indikator adalah transaksi yang tidak disahkan, pengabaian pengawasan, pengurangan harga yang tidak dapat dijelaskan atau tidak berdasar, dan kerugian produk yang luar biasa besar. Pemeriksa internal haruslah menyadari bahwa semakin banyak indikator yang terdapat dalam suatu pemeriksaan, semakin besar pula kemungkinan telah dilakukannya kecurangan.
  • Mengevaluasi berbagai indikator yang menunjukkan kemungkinan telah terjadinya kecurangan dan menentukan apakah perlu dilakukan tindakan lebih lanjut atau apakah perlu untuk direkomendasikan untuk dilakukannya suatu penyelidikan.
  • Memberitahukan kepada pejabat dalam organisasi bahwa terdapat cukup indikator perbuatan kecurangan untuk merekondasikan suatu penyelidikan.

3) Para pemeriksa internal tidak diharuskan memiliki pengetahuan yang setingkat dengan orang-orang yang memiliki tanggung jawab utama untuk mendeteksi dan menyelidiki kecurangan. Selain itu, berbagai prosedur pemeriksaan, bahkan bila dilakukan dengan ketelitian profesional sekalipun, tidak menjamin akan terdeteksinya suatu kecurangan.

Disarikan dari buku: Standar Profesional Audit Internal, Penulis: Hiro Tugiman, Hal: 34-36.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Lingkup Pekerjaan Pemeriksa Internal (3/4)

Selengkapnya →