Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Pemeriksaan Internal Harus Dilaksanakan Secara Ahli dan Teliti (5/5)

Oleh   /   Rabu 12 Agustus 2015  /   Tidak ada komentar

Penyelidikan kecurangan terdiri dari berbagai prosedur dan perluasan pelaksanaan pemeriksaan yang diperlukan untuk menentukan apakah kecurangan, sebagaimana diduga, berdasarkan berbagai indikator telah dilakukan.

keuanganLSM

Pemeriksaan Internal Harus Dilaksanakan Secara Ahli dan Teliti (Bag 5/5)

Apabila pemeriksa internal mencurigai atau menduga telah terjadi pelanggaran, pejabat yang berwenang di dalam organisasi haruslah diberitahu. Pemeriksa dapat merekomendasikan apakah perlu melakukan penyelidikan atas keadaan tersebut. Kemudian, pemeriksa harus me-review atau meninjau untuk meyakinkan apakah tanggung jawab bagian audit internal telah dipenuhi.

1) Penyelidikan kecurangan terdiri dari berbagai prosedur dan perluasan pelaksanaan pemeriksaan yang diperlukan untuk menentukan apakah kecurangan, sebagaimana diduga, berdasarkan berbagai indikator telah dilakukan. Ini mencakup usaha untuk memperoleh berbagai informasi yang cukup tentang detail-detail atau spesifikasi kemungkinan terjadinya kecurangan yang ditemukan. Pemeriksa internal, ahli hukum, penyelidik, personel, keamanan, dan berbagai ahli dari dalam maupun luar organisasi adalah pihak-pihak yang pada umumnya bertindak atau berpartisipasi dalam penyelidikan kecurangan.

2) Pada saat penyelidikan terhadap kecurangan, pemeriksa internal harus melakukan hal-hal berikut ini.

  • Memperkirakan tingkat kemungkinan dan keterlibatan kecurangan dalam organisasi. Ini akan sangat penting bagi pemeriksa untuk menghindari pemberian informasi kepada atau memperoleh informasi yang salah dari orang yang sesungguhnya terlibat dalam kecurangan.
  • Menentukan pengetahuan kecakapan dan berbagai disiplin ilmu yang diperlukan untuk menjalankan penyelidikan secara efektif. Perkiraan tentang kualifikasi dan kecakapan pemeriksa internal dan berbagai ahli lainnya yang diperlukan dalam penyelidikan haruslah meyakinkan bahwa penyelidikan tersebut dilakukan oleh berbagai orang yang memiliki jenis dan tingkat pengalaman yang tepat. Hal tersebut harus meliputi jaminan dalam berbagai hal, seperti keterangan yang menyatakan tentang keahlian, syarat izin atau lisensi, reputasi, serta tidak memiliki hubungan keluarga dengan pihak yang akan diselidiki, dengan para pegawai atau manajemen organisasi.
  • Menentukan berbagai prosedur untuk mengidentifikasi pelaku kecurangan, lingkup kecurangan, teknik yang dipergunakan, dan sebab-sebab kecurangan.
  • Mengkoordinasi kegiatandengan personel manajemen, penasihat hukum, dan berbagai ahli lainnya yang diperlukan selama pelaksanaan penyelidikan.
  • Menyadari hak-hak orang yang dinyatakan sebagai pelaku kecurangan dan para personel dalam lingkup pelaksanaan penyelidikan serta reputasi organisasi itu sendiri.

3) Setelah hasil penyelidikan kecurangan disimpulkan, pemeriksa internal harus melakukan penilaian terhadap berbagai fakta yang diketahui dengan tujuan untuk:

  • menentukan apakah pengendalian perlu dilaksanakan atau ditingkatkan untuk mengurangi berbagai kelemahan yang ada;
  • menetapkan pengujian pemeriksaan atau audittes untuk membantu pengungkapan keberadaan kecurangan yang sejenis pada waktu yang akan datang;
  • membantu terpenuhinya tanggung jawab pemeriksa internal untuk mengembangkan pengetahuan yang memadai tentang kecurangan sehingga dapat mengidentifikasikan berbagai indikator kecurangan pada waktu yang akan datang.

4) Pelaporan tentang kecurangan terdiri atas berbagai laporan lisan atau tertulis, pemberitahuan sementara atau final kepada manajemen sehubungan dengan situasi dan hasil penyelidikan kecurangan.

5) Suatu laporan terdahulu atau laporan final mungkin perlu dilakukan pada saat berakhirnya tahap penemuan. Laporan tersebut harus menyertakan kesimpulan pemeriksa tentang cukup atau tidaknya informasi yang ada bagi pelaksanaan penyelidikan berbagai temuan yang akan digunakan sebagai dasar bagi suatu keputusan.

6) Bagian 6.3 dari standar profesi memberikan berbagai interpretasi yang dapat diterapkan pada berbagai laporan pemeriksaan internal yang diterbitkan sebagai hasil penyelidikan tentang kecurangan.

Pedoman interpretasi tambahan yang dimaksud adalah sebagai berikut.

  • Apabila luas pengaruh suatu kecurangan yang berarti telah ditetapkan secara cukup pasti, manajemen senior dan dewan direksi haruslah diberitahu.
  • Hasil penyelidikan terhadap kecurangan tersebut sebelumnya telah pula menimbulkan akibat merugikan yang berpengaruh terhadap posisi keuangan dan hasil operasional organisasi selama satu tahun atau lebih di mana pernyataan keuangan (financial statement) untuk tahun tersebut telah dikeluarkan. Pemeriksa internal harus memberitahukan temuan ini pada manajemen senior dan dewan.
  • Pada saat berakhirnya tahap penyelidikan, haruslah dibuat suatu laporan tertulis. lsi laporan ini mencakup seluruh temuan, kesimpulan, rekomendasi, dan tindakan korektif yang perlu dilakukan.
  • Naskah laporan tentang kecurangan yang akan diajukan harus terlebih dahulu diserahkan pada bagian hukum untuk ditinjau atau di-review. Dalam hal di mana pemeriksa ingin meminta berbagai pihak, seperti seorang klien, haruslah dibuat pertimbangan agar bagian hukum memusatkan perhatiannya pada Iaporan tersebut.

Melaksanakan ketelitian profesional yang selayaknya berarti menggunakan kecakapan dan penilaian pemeriksaan yang pantas pada saat melakukan pemeriksaan. Dalam hal ini pemeriksa internal harus mempertimbangkan:

  • luas atau lingkup dari pekerjaan pemeriksaan yang diperlukan untuk mencapai berbagai tujuan pemeriksaan;
  • materialitas dari persoalan, dimana prosedur-prosedur pemeriksaan diterapkan,
  • kecukupan dan keefektivan pengendalian; dan
  • biaya pemeriksaan sehubungan dengan keuntungan yang mungkin didapat dari pemeriksaan tersebut.

Ketelitian profesional yang selayaknya mencakup mengadakan evaluasi atas standar pekerjaan atau operasi yang telah ditetapkan dan menentukan apakah standar tersebut diterima dan dapat dipenuhi. Apabila suatu standar dianggap samar atau tidak jelas, harus segera dilakukan penafsiran oleh pihak yang berwewenang. Apabila berwewenang menafsirkan atau menentukan standar pekerjaan atau operasi, pemeriksa internal harus membuat kesepakatan dengan pihak yang diperiksa tentang standar yang akan dipergunakan untuk mengukur pelaksanaan operasi atau pekerjaan.

Disarikan dari buku: Standar Profesional Audit Internal, Penulis: Hiro Tugiman, Hal: 36-40.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Pelaporan Keuangan Harus Mampu Menyediakan Informasi

Selengkapnya →