Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Pemeriksaan Khusus Wajib Pajak

Oleh   /   Rabu 29 Juni 2016  /   Tidak ada komentar

Pemeriksaan yang secara khusus dilakukan terhadap wajib pajak sehubungan dengan adanya data, informasi, laporan atau pengaduan yang berkaitan dengan wajib pajak tersebut, atau untuk memperoleh data atau informasi.

Kebijakan Umum Pemeriksaan Pajak

Pemeriksaan Khusus Wajib Pajak

Pemeriksaan yang secara khusus dilakukan terhadap wajib pajak sehubungan dengan adanya data, informasi, laporan atau pengaduan yang berkaitan dengan wajib pajak tersebut, atau untuk memperoleh data atau informasi untuk tujuan tertentu lainya, yaitu antara lain dilakukan terhadap:

  1. Wajib pajak yang diduga telah melakukan tindak pidana di bidang perpajakan;
  2. Wajib pajak tertentu berdasarkan pengaduan masyarakat antara lain misalnya yang semula dikenal melalui kotak pos 5000;
  3. Wajib pajak tertentu berdasarkan pertimbangan Direktur Jenderal pajak.

Erat hubungannya dengan hal tesebut di atas, adanya hubungan untuk melakukan pembetulan SPT sebagaimana dituangkan dalam Instruksi Direktur Jendral Pajak Nomor Ins-325/PJ/2002 tentang pemanfaatan data, wajib pajak yang tidak memenuhi himbauan Direktur Jendrl Pajak dimaksud, termasuk wajib pajak yang aka diperiksa berdasarkan kriteria pemeriksaan khusus ini bahkan kemungkinana dapat dilakukan penyidikan.

Pemeriksaan Wajib Pajak Lokasi.
Pemeriksaan yang dilakukan terhadap cabang, perwakilan, pabrik dan atau tempat usaha yang pada umumnya berbeda lokasinya dengan wajib pajak domisili. Pemeriksaan terhadap wajib pajak lokasi dapat dilakukan dalam hal:

  1. SPT tahunan PPh Pasal 21dan atau SPT masa PPN menyatakan lebih bayar;
  2. SPT tahunan PPh Pasal 21 dan atau SPT masa PPN tidak di sampaikan masing-masing selama 2 (dua) tahun berturut-turut atau selama 3 (tiga) bulan berturut-turut dari suatu tahun pajak;
  3. adanya permintaan dari unit pelaksan pemeriksaan pajak (UP3) tempat wajib pajak domisili terdaftar dan atau berdasarkan usulan dari UP3 lokasi.

Pemeriksaan Tahun Berjalan
Pemeriksaan yang dilakukan dalam tahun berjalan terhadap wajib pajak untuk jenis-jenis pajak tertentu atau untuk seluruh jenis pajak dapat dilakukan terhadap wajib pajak domisili atau wajib pajak lokasi.

Pemeriksaan Bukti Permulaan
Pemeriksaan yang dilakukan untuk mendapatkan bukti permulaan tentang adanya dugaan telah terjadi tindak pidana di bidang perpajakan. Dari hsail pemeriksaan jenis ini diharapkan penyimpangan, dalam hal tidak dipenuhi kewajiban perpajakan oewl wajib pajak yang mengarah ke tindak pidana dibidang perpajakan dapat semakin dicermati, di samping ada kemungkinan wajib pajak supaya menyadari risiko akan dihadapkan ke depan pengadilan, merupakan cerminan upaya penegak hukum yang sungguh-sungguh akan diwujudkan oleh Direktorat Jendral Pajak. Jadi, bukanlah hanya sekedar wacana semata.

Apabila dalam pemeriksan SPT lebih bayar terdapat indikasi tindak pidana di bidang perpajakan dan pemeriksaan di tingkatkan menjadi penyidikan. Dirjen pajak dapat menerbitkan surat keputusan akan dilakukan tindakan penyidikan sebelum berakhirnya jangka waktu pengembalian kelebihan pembayaran pajak.

Pemeriksaan Terintegrasi
Pemeriksaan yang dilakukan secara terkoordinasi dari dua atau lebih unit pelaksanaan pajak terhadap beberapa wajib pajak yang kmemiliki hubungan kepemilikan, penguasaan, pengelolaan usaha dan atau hubungan secara financial.

Disarikan dari buku: Pemeriksaan pajak di Indonesia, Penulis: Hananta Bwoga,Yosep Agus, Tony Masyahrul, Hal: 18-20.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Pemda Jangan Hanya Andalkan DAU-DAK

Selengkapnya →