Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Berita  >  Artikel saat ini

Pemerintah Memperluas Pasar Produk UKM

Oleh   /   Kamis 12 November 2015  /   Tidak ada komentar

Sementara itu, Thomas Lembong mengemukakan, produk Indonesia tidak kalah dengan produk negara lain. Namun, Indonesia masih lemah dalam promosi dan kemasan. “Kami akan memperbaiki itu sembari memperluas pasar,” katanya.

Pemerintah Memperluas Pasar Produk UKM

Pemerintah Memperluas Pasar Produk UKM

Sumber: Kompas, 6 November 2015.

Kementerian Perdagangan memperluas akses pasar dalam negeri dan ekspor produk usaha kecil menengah. Usaha itu dilakukan melalui kemitraan dengan jaringan ritel di dalam negeri dan jaringan rantai pasokan global.

Terkait upaya itu, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menghubungkan usaha kecil menengah (UKM) dengan toko modern, supermarket, hipermarket, dan minimarket. Hubungan itu berupa kemitraan.

Tahun ini ada 100 UKM yang dibina Kemendag, dengan 50 UKM di antaranya menjadi pemasok tetap toko ritel.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Srie Agustina menyatakan hal itu di sela-sela Pameran Pangan Nusantara dan Produk Dalam Negeri 2015, di Jakarta, Kamis (5/11). Pameran yang diselenggarakan 5-8 November 2015 itu dibuka Menteri Perdagangan Thomas Lembong.

“Totalnya, dari sekitar 22.000 UKM binaan pemerintah, sebanyak 30-40 persen menjadi pemasok tetap di semua ritel Indonesia,” ujarnya.

Menurut Srie, Kemendag juga menggelar Forum Dagang atau Misi Dagang Lokal yang mempertemukan pelaku UKM dari berbagai provinsi. Tujuannya, meningkatkan hubungan dagang lintas provinsi dan meningkatkan transaksi domestik.

Tahun ini, Forum Dagang Lokal di Solo (Jawa Tengah), Gorontalo, dan Bukittinggi (Sumatera Barat) mencatat kontrak antar UKM senilai Rp 192,5 miliar.

Kemendag, lanjut Srie, juga mendorong akses pasar UKM dalam rantai pasokan global menjadi terbuka. Salah satu upaya itu melalui peritel besar perabot rumah tangga asal Swedia yang memiliki 347 gerai di 46 negara.

“Dulu produk Indonesia yang masuk dalam ritel tersebut hanya 6 persen dari semua produk yang diperdagangkan. Dua tahun terakhir ini sudah meningkat menjadi 11 persen. Kami berharap pada 2015 dan 2016 bisa menjadi 13 persen dan 14 persen. Ke depan, pemerintah tinggal mendorong UKM agar mampu menjaga kontinuitas pasokan dan kualitas produk,” ujarnya.

Sementara itu, Thomas Lembong mengemukakan, produk Indonesia tidak kalah dengan produk negara lain. Namun, Indonesia masih lemah dalam promosi dan kemasan. “Kami akan memperbaiki itu sembari memperluas pasar,” katanya.

Thomas menambahkan, dalam sembilan tahun terakhir, nilai transaksi pameran pangan dan produk dalam negeri Rp 14 miliar. Transaksi itu dihasilkan 3.100 UKM. Dari tahun ke tahun, transaksi pameran juga meningkat 59 persen, dengan pengunjung sebanyak 70.000-290.000 orang. (HEN)

    Cetak       Email
  • Publish: 4 tahun ago on Kamis 12 November 2015
  • By:
  • Last Modified: Desember 5, 2017 @ 11:08 am
  • Filed Under: Berita
  • Tagged With:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

UMKM Perlu Serap Digital

Selengkapnya →