Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Ajukan Proposal kepada Pemilik Otoritas Dana

Oleh   /   Kamis 2 Agustus 2012  /   Tidak ada komentar

Informasi mengenai pemilik otoritas dana adalah hal penting yang harus dicari fundraiser. Karena, jika proposal itu diajukan kepada orang yang tidak tepat atau tidak berwenang, besar kemungkinan proposal yang diajukan hanya akan menjadi bacaan selintas saja.

keuanganLSM

Ajukan Proposal kepada Pemilik Otoritas Dana

Informasi mengenai pemilik otoritas dana adalah hal penting yang harus dicari fundraiser. Kepada merekalah proposal yang kita buat akan diajukan. Karena, jika proposal itu diajukan kepada orang yang tidak tepat atau tidak berwenang, besar kemungkinan proposal yang diajukan hanya akan menjadi bacaan selintas saja, tanpa ada tindak lanjut dari pemegang otoritas. Tak jarang proposal yang telah di layout dengan artistik pun teronggok di tempat sampah karena kita salah dalam memilih orang. Namun,fundraiser kerap menemui kendala di lapangan, dalam upaya mencari tahu siapakah yang sesungguhnya paling memiliki kekuasaan mengeluarkan dana. Hal itu terjadi karena minimnya informasi, ketertutupan perusahaan, atau sulitnya akses untuk mendapatkan informasi penting tersebut.

Informasi mengenai pemilik otoritas dana adalah hal penting yang harus dicari fundraiser. Karena, jika proposal itu diajukan kepada orang yang tidak tepat atau tidak berwenang, besar kemungkinan proposal yang diajukan hanya akan menjadi bacaan selintas saja.

Agar hal itu tidak terjadi, banyak cara yang dapat dilakukan untuk menyelidiki agar proposal yang kita kirim tak salah orang. Misalnya, dengan sering mencermati atau menyaksikan acara seremoni di TV. Biasanya acara ini mengemas program liputan atau tayangan aktivitas perusahaan-perusahaan. Program seremoni seperti ini biasanya dilakukan pada program-program berita atau pada program khusus yang memang dimiliki oleh perusahaan. Siapa tahu perusahaan yang sedang diincar untuk diajak kerja sama sedang tampil di layar kaca.

Bisa juga dengan rutin membaca surat kabar dan majalah yang banyak memuat berita-berita seremonial yang kerap kali dilakukan oleh perusahaan. Bahkan beberapa perusahaan besar memiliki kolom khusus yang menceritakan berbagai akfivitas baik dalam usaha pengembangan bisnisnya maupun kegiatan sosialnya. Misalnya, BRI membeli rubrik atau kolom khusus mengenai program perusahaannya di Republika.

Tujuan dari aktivitas ini untuk mencari tahu siapa orang yang memegang otoritas dalam pengelolaan dana sosial perusahaan. Mereka biasanya mewakili perusahaan yang tampil di TV atau media cetak itu. Mereka umumnya memiliki jabatan penting baik sebagai Pemimpin Perusahaan, Direktur Utama, Corporate Secretary, atau orang yang memiliki jabatan strategis dan berpengaruh lainnya. Informasi-informasi penting semacam ini perlu dicatat ke dalam database yang kita miliki karena kepada merekalah proposal pas untuk ditujukan.

Biasanya pemegang otoritas dana tersebut juga bertingkat dalam hal penentuan besarnya pengeluaran dana. Untuk dana dalam batas jumlah tertentu bisa saja diajukan pejabat di tingkatan Public Relations atau yang setingkat dengan jabatan tersebut. Namun, bila proposal yang diajukan mencakup dana yang relatif besar, biasanya diajukan pada direktur utama atau presiden direktur dari perusahaan yang memiliki kewenangan pengeluaran dana sosial perusahaan.

Usahakan agar proposal yang kita ajukan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang otoritas tertinggi dari perusahaan. Jika mereka telah menyetujui permohonan dana yang kita ajukan, biasanya pada level di bawahnya pun akan menyetujui pula. Namun bisa gagal bila pemegang otoritas di perusahaan tersebut tidak menyetujuinya terlebih bila proposal yang kita ajukan untuk program yang memiliki dana sangat besar, walaupun tingkat pengambil kebijakan di bawah yang menjadi contact person di perusahaan tersebut sudah menyetujui.

Karena itu, ketika mengirimkan proposal sebaiknya ditanyakan dahulu kepada contact person di perusahaan tersebut tentang besarnya otoritas yang dimilikinya. Atau, bisa jadi ketika mengkonfirmasi proposal yang kita kirim ia akan memberitahukan bahwa kewenangan yang dimilikinya. Kalau ia tak punya kewenangan untuk mengeluarkan uang sejumlah yang kita minta, biasanya kita diminta mengirimkan ulang proposal kepada orang yang memiliki otoritas. Jika menemukan hal yang demikian, catatlah dalam database, agar kejadian serupa tak terjadi lagi di kemudian hari.

Salah satu kunci sukses dan tersulit dalam mengawali penggalangan dana dari perusahaan adalah bertemu dengan pemegang otoritas suatu perusahaan. Jika sulit menemui pemegang otoritas karena kesibukannya, bisa minta tolong kepada Dewan Penyantun atau Dewan Pembina untuk menyambungkan permohonan atau proposal yang kita buat. Pastikan proposal sampai ke tangan yang bersangkutan dengan melakukan konfirmasi.

Bisa juga menggunakan tokoh-tokoh yang berpengaruh dilembaga sosial yang kita kelola untuk bertemu dan menyampaikan proposal tersebut. Jika masih sulit juga, mulailah berhubungan dengan perusahaan ini melalui serikat pekerja/karyawan. Misalnya, dengan menawarkan kerja sama program dengan karyawan perusahaan tersebut dan meminta kepada direksi untuk meresmikan program tersebut. Saat itulah kita punya kesempatan untuk berkenalan dan menjelaskan program serta lembaga kita secara langsung pada pimpinan perusahaan. Setelah berjalan lama pihak direksi akan melihat dan merasakan manfaat program tersebut. Jika mereka sudah bisa melihat manfaat dari program yang dijalankan, maka yakinlah dalam waktu tidak lama lagi pihak perusahaan sendiri akan ikut serta membiayai program tersebut.

Disarikan dari buku: Panduan Menggalang Dana Perusahaan, Penulis: Yuli Pujihardi, Halaman: 33-35.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Pemkab Batang Dorong Pelaku UMKM agar Manfaatkan Teknologi

Selengkapnya →