Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Berita  >  Artikel saat ini

[Penabulu] Lokalatih Finance for Non Finance untuk CSO Mitra Peduli The Asia Foundation (TAF) III, Januari 2016

Oleh   /   Selasa 19 Januari 2016  /   Tidak ada komentar

Hari pertama di sesi pertama diawali oleh Eko Komara dengan memberikan materi menjelaskan secara terperinci mengenai karakteristik tata kelola keuangan organisasi nirlaba, kemudian masuk ke siklus Organisasi Masyarakat Sipil dan penjelasan akuntabilitas.

[Penabulu] Lokalatih Finance for Non Finance untuk CSO Mitra Peduli The Asia Foundation (TAF) III, Januari 2016

[Penabulu] Lokalatih Finance for Non Finance untuk CSO Mitra Peduli The Asia Foundation (TAF) III, Januari 2016

Kota ketiga yang didatangi untuk pelatihan Finance for Non Finance untuk Mitra CSO Program Peduli Batch III ini adalah Surabaya. Bertempat di Ruang Sriwijaya, hotel Santika Gubeng, Surabaya, Jawa Timur. 22 peserta yang terdiri dari 14 lembaga mengikuti kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari, dimulai pada tanggal 19-20 Januari 2016. Kegiatan ini difasilitasi langsung oleh tim Penabulu Alliance yaitu Budi Susilo dan Tino Yosepyn dan pemateri oleh Eko Komara dan Mario Ginting.

Sama seperti batch I dan II, Tino Yosepyn selaku fasilitator memandu perkenalan dengan meminta peserta untuk menggambar hal yang paling disukai oleh peserta dengan membuat simbol diri, kemudian gambar tersebut dikumpulkan dalam kotak. Tino mengajak perserta untuk mengambil kembali gambar dalam kotak secara acak.

Setelah pekenalan, Ade Cahyadi mewakili The Asia Foundation (TAF) memberikan sambutan dan menyampaikan tujuan serta harapannya mitra CSO program Peduli mengikuti kegiatan pelatihan Finance for Non Finance ini, yaitu unit keuangan dapat membuat laporan keuangan yang sesuai dengan standar pelaporan keuangan yang berpacu pada PSAK 45.

Hari pertama di sesi pertama diawali oleh Eko Komara dengan memberikan materi “Tuntutan Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Organisasi Masyarakat Sipil di Indonesia”. Eko menjelaskan secara terperinci mengenai karakteristik tata kelola keuangan organisasi nirlaba, kemudian masuk ke siklus Organisasi Masyarakat Sipil dan penjelasan akuntabilitas yang berstandar pada keuangan sistem pengendalian internal dan kinerja pengelolaan keuangan organisasi. Setelah makan siang Mario Ginting melanjutkan di sesi kedua dengan membawakan materi “Analisa Laporan Keuangan”.

Dalam penjelasnnya Mario menjelaskan jenis laporan keuangan, ada yang disebut dengan tingkatan laporan keuangan yang terdiri dari laporan keuangan proyek dan laporan keuangan lembaga. Ada juga yang disebut laporan keuangan yang terdiri dari laporan penerimaan dan pengeluaran dana (LPPD), laporan status dana (LSD) dan laporan realisasi dana (LRA).

Hari kedua dipandu oleh Budi Susilo peserta diajak untuk melakukan review materi di hari pertama. yang kemudian dilanjutkan oleh Eko Komara mengisi materi “Audit Laporan Keuangan”. Eko menjelaskan bahwsanya audit memiliki arti luas bermakna evaluasi pada suatu organisasi yang dimana Audit juga memiliki beberapa jenis yaitu audit operasional, audit kepatuhan dan audit laporan keuangan.

Setelah penjelasan Audit ini Eko menjelaskan “Sistem Pengendalian Internal dan FRAUD” dalam sesi ini Eko banyak mengajak diskusi para peserta karena isu FRAUD ini menjadi isu yang sedang banyak diperbincangan khususnya organisasi nirlaba.

Setelah makan siang, Mario Ginting mengajak peserta untuk melakukan “Perancangan SOP Keuangan Organisasi Nirlaba”, yang hasilnya dilakukan review dan revisi mengenai SOP Keuangan ini. Setelah perancangan SOP Keuangan Organisasi Nirlaba, materi selanjutnya adalah “Manajemen Organisasi Nirlaba” yang dibawakan oleh Eko Komara.

Eko menjelaskan perlunya ada penguatan Organisasi Masyarakat Sipil yaitu dengan melakukan penguatan mutu pelaksanaan program namun juga harus inovatif, akuntabilitas pengelolaan dana menjadi prioritas yang mutlak, kemudian diadakannya komunikasi publik dan publikasi yang akan menjadi sangat penting dalam roses penguatan Organisasi Masyarakat Sipil ini. Selesai penjelasan materi ini, selesai juga kegiatan pelatihan selama 2 hari di Surabaya, sebelum peserta dibubarkan ada penyerahan sertifikast sebagai kenang-kenangan dan dilakukan juga foto bersama.

Lembaga peserta kegiatan; KAP Indonesia, SEMAK, RMI, PKBI DKI Jakarta, PKBI Bengkulu, PKBI SUMSEL, LAKPESDAM Cimahi, LAKPESDAM Tasiklamalaya, LAKPESDAM Indramayu, LAKPESDAM Kuningan, DESANTARA, SWARA NUSA, INISIATIF, BAHTERA, LAHA.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

The Finance and Administration Coordinator – Engage Media

Selengkapnya →