Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Berita  >  Artikel saat ini

[Penabulu] Pelatihan Keuangan untuk Staff Keuangan Lembaga Pusat Telaah dan Informasi Regional (PATTIRO), Desember 2015

Oleh   /   Senin 21 Desember 2015  /   Tidak ada komentar

Dari bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti peserta mulai mudah melakukan pengerjaan rumus dan pencatatan transaksi, sedikit demi sedikit peserta mulai terbiasa mengerjakan pencatatan sederhana ini.

[Penabulu] Pelatihan Keuangan untuk Staff Keuangan Lembaga Pusat Telaah dan Informasi Regional (PATTIRO), Desember 2015

[Penabulu] Pelatihan Keuangan untuk Staff Keuangan Lembaga Pusat Telaah dan Informasi Regional (PATTIRO), Desember 2015

Menjelang libur panjang diakhir tahun, tidak membuat tim Learn! Penabulu patah semangat untuk bertolak ke Surakarta, Jawa Tengah. Learn! melaksanaan Inhouse training keuangan untuk lembaga Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) di Jalan Laweyan, kantor Pattiro Surakarta, 21-22 Desember 2015. Pelatihan yang dilaksanakan selama 2 hari ini membahas tuntas mengenai pencatatan keuangan secara sederhana yang difasilitasi oleh salah satu narasumber spesialis keuangan penabulu yaitu Naily Mardiana.

Di hari pertama pelatihan, Dwi Premadha Lestari selaku fasilitator memperkenalkan diri dan memperkenalkan narasumber, dilanjutkan dengan pembukaan dari Pattiro Surakarta yang diwakilkan oleh Rohmah Nurhidayati. Bunda panggilan akrab Rohmah Nurhidayati juga menjelaskan tujuan dan harapan dari pelatihan yang dilaksanakan selama 2 hari ini. Pelatihan ini diikuti oleh 3 staff keuangan Pattiro, yaitu :

  1. Rohmah Nurhidayati (Pattiro Surakarta)
  2. Leyli Matoffa (Pattiro Surakarta)
  3. Ririn (Pattiro Bojonegoro)

Setelah menjelaskan tujuan, harapan dan kebutuhan dari Pattiro, Dian (Panggilan akrab Naily Mardiana) memulai pelatihan dengan mengajak ketiga peserta membuat tabel dalam excel untuk pencatatan sederhana melalui CTH (catatan transaksi harian). Dian menjelaskan secara detail dan terperinci hingga perhitungan dalam excel. Dian memberikan contoh sederhana dari studi kasus, dimana ketiga peserta diajak untuk mulai mencatat transaksi.

Dalam contoh kasus Dian juga menjelaskan mana yang masuk dalam penerimaan dan pengeluaran bank, kemudian dari penerimaan bank harus masuk dalam penerimaan program juga apabila pengeluaran transaksi tersebut memang digunakan untuk sebuah program. Dari pengeluaran tersebut pencatatan juga dimasukkan menjadi uang muka yang sebanding dengan pencatatan transaksi pertanggungjawaban program. Dari penjelasan Dian yang sederhana membuat para peserta lebih mengerti dan semangat dalam pengerjaan.

Seusai makan siang, Dian dan ketiga peserta melanjutkan pelatihan, karena keterbatasan waktu dan kebutuhan yang banyak, sehingga Dian mulai mengajak peserta untuk masuk dalam transaski Pattiro, dari situlah peserta diajak untuk mulai belajar rumus dalam excel yang sederhana namun sedikit rumit menurut peserta. Dian menjelaskan secara perlahan namun dipastikan untuk tidak ada pengulangan sehingga tidak membuang-buang waktu, dibantu Dwi Premadha, Dian melihat pengerjaan rumus peserta dalam excel.

Dari bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti peserta mulai mudah melakukan pengerjaan rumus dan pencatatan transaksi, sedikit demi sedikit peserta mulai terbiasa mengerjakan pencatatan sederhana ini, kalaupun ada hal-hal yang masih kurang dimengerti peserta tidak ragu untuk bertanya sehingga terlibat diskusi yang membuat peserta dan narasumber saling belajar bersama.

Pelatihan dihari pertama ini peserta terlihat begitu semangat dan serius, kalau sudah terlihat agak pusing Dwi Premadha mencoba mengajak bicara pada peserta untuk lebih santai agar tidak pusing. Peserta pun mengikuti dan melakukan istirahat beberapa menit, Dwi, Dian dan peserta melakukan lelucon-lelucon ringan untuk lebih mencairkan susana. Seusai shalat Maghrib pelatihan diselesaikan dan akan dilanjutkan dihari kedua.

Dihari kedua pelatihan diawali dengan review dari Dian dengan menanyakan pada para peserta apakah ada kesulitan atau tidak dari materi sebelumnya yang sudah disampaikan, kemudian mulai masuk lagi dalam materi dengan melakukan lagi input transaksi CTH. Dalam penjelasan Dian menjelaskan dalam sebuah laporan donor yang sifatnya konsolidasi perlu dilakukan pencatatan untuk bulan awal di Januari hingga Desember, diperlukannya ini adalah untuk pelaporan pajak yang dilakukan oleh donor.

Namun untuk laporan project hanya perlu dilakukan dalam periode project saja. Penjelasan selanjunya setelah pengerjaan bersama dilakukan perapihan CTH yang sudah dibuat, baik di LSA dan LK pada masing-masing donor dan project. Dian memberikan waktu untuk para peserta untuk menyelesaikan laporan CTH.

Setelah peserta menyelesaikan laporan, Dian memberikan waktu untuk peserta berdiskusi menanyakan hal-hal yang menjadi masalah dalam pengerjaan CTH. Pukul 15.15 pelatihan pelaporan CTH ini selesai, peserta memutuskan untuk menemani Dian dan Dwi Premadha kembali ke hotel untuk persiapan kembali ke Jakarta, sebelum pulang seperti biasa, peserta, fasilitator dan tim learn melakukan foto bersama.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

UMKM Perlu Serap Digital

Selengkapnya →