Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Berita  >  Artikel saat ini

[Penabulu] Pelatihan Kuantum Pengelolaan Keuangan Organisasi Nirlaba, November 2013

Oleh   /   Jumat 29 November 2013  /   Tidak ada komentar

Pelatihan Kuantum adalah pelatihan pengelolaan keuangan organisasi nirlaba. Sebagai media share pengetahuan dan pengalaman, pelatihan Kuantum secara rutin diadakan oleh Yayasan Penabulu setiap tahun.

keuanganLSM

Pelatihan Kuantum Pengelolaan Keuangan Organisasi Nirlaba – Jakarta, November 2013

“Wahai para pengambil keputusan strategis dalam organisasi masyarakat sipil:

Jika masih kau anggap sepele kerja-kerja pengelolaan keuangan
Tunggu saatmu, segera tamat riwayatmu dan organisasimu
Tak peduli seberapa hebat pun program kerjamu,
Sedahsyat apa jua manfaat yang sedang kau hadirkan bagi masyarakat:
Rakyat tak akan sudi percaya kepadamu”

Kalimat tersebut terpampang besar dalam sebuah poster di ruangan pelatihan Kuantum Penabulu, poster tersebut menjadi sebuah peringatan bagi pemimpin organisasi nirlaba agar dalam pengelolaan keuangan organisasi harus transparan dan akuntabel. Pelatihan Kuantum adalah pelatihan pengelolaan keuangan organisasi nirlaba. Sebagai media share pengetahuan dan pengalaman, pelatihan Kuantum secara rutin diadakan oleh Yayasan Penabulu setiap tahun. Pelatihan Kuantum dutujukan sebagai upaya untuk mendorong budaya transparansi dan akuntabelitas pengelolaan keuangan organisasi nirlaba.

Pelatihan Kuantum yang diadakan pada tanggal 25-28 November 2013 diikuti oleh berbagai organisasi nirlaba, diantaranya adalah:

  1. Permana Husada, Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD)
  2. Nera, Pattiro
  3. Ahmad Romdony, Pattiro
  4. Nurul Hidayatullah, Yayasan Sentra Islami Madinatul ‘Ulum Siak
  5. Khodri Ramadhan, Yayasan Sentra Islami Madinatul ‘Ulum Siak
  6. Amin Effendi, Yayasan Sentra Islami Madinatul ‘Ulum Siak
  7. Musafir Siddiq, Operasi Wallacea Terpadu
  8. Suci Wulan Ningsih, Remotivi
  9. Sugesti Tyas Utami, Aksi Sinergy Untuk Indonesia
  10. Kamaludin, Penabulu
  11. Kartika, Penabulu
  12. Erry Murniasih, Artikel 33

Sebagai pengantar memasuki materi, Ikhwan Nul Huda selaku fasilitator menjelaskan kepada peserta tentang pentingnya pelatihan kuantum bagi organisasi nirlaba. Menurut Ikhwan Fasilitator Pelatihan Kuantumini, Pelatihan Kuantum kami gagas, sebagai upaya untuk mendorong setiap elemen organisasi nirlaba agar dalam pengelolaan keuangan lembaga harus dikelola secara modern, kunci pengelolaan keuangan secra modern itu adalah lembaga harus transparan dan akuntabel dalam pelaporan kuangan lembaga sambungnya.

Dalam pelatihan selama empat hari yang dilaksanakan di Ruang Kemuning Yayasan Penabulu, berbagai materi dan pemateri dihadirkan untuk menjawab persoalan-persoalan subsatansi maupun teknis cara pengelolaan keuangan nirlaba agar lebih transparan dan akuntabel, diantaranya adalah:

Hari pertama, materi yang disampaikan adalah SOP keuangan nirlaba diisi oleh Agung Banardono. Dalam materi SOP, prinsip-prinsip dasar membuat SOP keuangan nirlaba disampaikan oleh Agung, setelah itu, peserta langsung diminta praktek membuat SOP dan prsentasi.

Hari kedua, diisi dengan dua materi yaitu materi manajemen keuangan nirlaba dan Pajak yang disampaikan oleh Dida Suwarida dan Naily Mardiana, dalam materi tentang manajemen keuangan nirlaba, dalam materi ini dijelaskan cara pengelolaan keuangan ketika menjalankan program. Sementara di materi tentang pajak, dijelaskan sistem perpajakan secara umum dan yang khusus berkaitan dengan sistem perpajakan organisasi nirlaba dikupas tuntas didalam materi tersebut termasuk didalamnya PPh Pasal 21/26, PPh Pasal 23/26, PPh Pasal 4 ayat (2), PPh Pasal Badan (Pasal 25 dan Pasal 29).

Hari ketiga dengan dua materi yaitu materi pertama penganggaran dan keswadayaan sedangkan materi kedua adalah tentang Catatan Transaksi harian (CTH). Dalam materi penganggaran dan keswadayaan dijelaskan berbagai manfaat penganggaran dan prinsip-prinsip didalamnya. Sedangkan didalam materi CTH dijelaskan secara teknis metode pencatatan transaksi harian organisasi nirlaba yang efektif untuk mempermudah dalam proses pengauditan.

Hari keempat, di hari terakhir materi di isi dengan materi SANGO dan sistem Audit. Dalam materi sango lebih pada sher model pencatatan keuangan yang selama ini dilakukan oleh peserta. Sango dalam pemaparanSyarief selaku pemateri menyampaikan “pelaporan keuangan organisasi nirlaba sampai saat ini seringkali masih memakai format keuangan standar yang lebih tepat dipakai dalam organisasi bisnis.

Pada lembaga tertentu yang mendapat dukungan dana dari donor, laporan kepada masing-masing donor merupakan masalah klasik yang kerap ditemukan pada organisasi nirlaba akibat penggunaan dana yang tumpang tindih antara donor tertentu dengan donor lainnya.

Dari hal tersebut maka Software Sango dibuat khusus untuk keuangan organisasi nirlaba sebagai alat bantu pencatatan yang diharapkan dapat menjawab semua masalah-masalah di atas sebagai wujud dukungan atas kemajuan, transparansi dan akuntabilitas organisasi nirlaba. Sedangkan Materi Audit disampaikan oleh Farhan dari Pattiro, dalam penyampaiannya, Farhan menegaskan pentingnya audit bagi lembaga nirlaba, Audit ini sebagai tanda bahwa menejemen pengelolaan keuangan kita diklola dengan transparan dan akuntabel, selain itu tegas Farhan, Audit juga di tujukan untuk menjaga kepercayaan donor terhadap lembaga nirlaba.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

UMKM Perlu Serap Digital

Selengkapnya →