Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Berita  >  Artikel saat ini

[Penabulu] Pelatihan PSAK 45: Standar Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba di Indonesia dan Analisa Laporan Keuangan Bagi Mitra Program AusAID-MAMPU, Juni 2013

Oleh   /   Selasa 25 Juni 2013  /   Tidak ada komentar

Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman mengenai definisi, prinsip dan fungsi masing-masing laporan keuangan yang sesuai dengan PSAK 45 dan analisa laporan-laporan keuangan organisasi nirlaba, sehingga diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dalam menyusun rancangan awal strategi dan program pengelolaan sumber daya yang bermanfaat bagi organisasi secara keseluruhan.

keuanganLSM

[Penabulu] Pelatihan PSAK 45 : Standar Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba di Indonesia dan Analisa Laporan Keuangan Bagi Mitra Program AusAID-MAMPU, Juni 2013

Program MAMPU (Maju Perempuan Indonesia untuk Penanggulangan Kemiskinan) adalah program kerjasama antara AusAID dengan beberapa lembaga masyarakat sipil di Indonesia yang bergerak di bidang pemajuan dan pemenuhan hak-hak perempuan di Indonesia.

Salah satu komponen utama yang menjadi fokus dukungan AusAID di dalam program ini adalah penguatan kapasitas institusional bagi lembaga-lembaga yang menjadi mitranya, termasuk penguatan kapasitas keuangan. Untuk masa interim program yang berlangsung dari bulan Oktober 2012 sampai Juni 2013, AusAID menunjuk STATT menjadi mitra pelaksana di dalam penyampaian dukungan penguatan kapasitas tersebut.

STATT bekerjasama Yayasan Penabulu yang menjadi narasumber dalam pelatihan Standar Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba di Indonesia dan Analisa Laporan Keuangan. Pelatihan ini merupakan salah satu bagian dari pengembangan kapasitas keuangan mitra-mitra Program MAMPU yaitu Aisyiyah Muhammadiyah, Koalisi Perempuan Indonesia, Yayasan BaKTI, Institut Kapal Perempuan, Yayasan PEKKA dan Migrant Care.

Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman mengenai definisi, prinsip dan fungsi masing-masing laporan keuangan yang sesuai dengan PSAK 45 dan analisa laporan-laporan keuangan organisasi nirlaba, sehingga diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dalam menyusun rancangan awal strategi dan program pengelolaan sumber daya yang bermanfaat  bagi organisasi secara keseluruhan.

Standar pelaporan keuangan organisasi nirlaba di Indonesia secara kelembagaan (bukan hanya per proyek ataupun per donor) telah diatur khusus oleh Ikatan Akuntan Indonesia dengan diterbitkannya Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 45 tentang Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba.

Terbitnya PSAK 45 tersebut mengandung konsekuensi penerapannya dalam proses penyusunan laporan keuangan bagi seluruh organisasi nirlaba di Indonesia. Penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan PSAK 45 menjadi penting dalam rangka meningkatkan relevansi, daya uji dan verifiability laporan keuangan itu sendiri terhadap pengguna laporan keuangan organisasi nirlaba yaitu pihak internal, donor, masyarakat dan juga pemerintah, hal ini tentu terkait erat dengan peningkatan tranparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya keuangan organisasi.

Kegiatan ini dilakukan selama satu hari tanggal 25 juni 2013, bertempat di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat yang dihadiri oleh 18 peserta yang terdiri dari 15 perempuan dan 3 laki-laki yang berasal dari perwakilan Pimpinan dan Staf Keuangan mitra-mitra Program MAMPU.

Pelatihan dibuka oleh Irfan Ardian selaku perwakilan dari STATT untuk menjelaskan maksud dan tujuan pelatihan secara umum, kemudian dilanjutkan dengan materi pertama “Tuntutan Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Organisasi Nirlaba di Indonesia” yang disampaikan oleh Eko Komara. Materi ini menjelaskan tentang berbagai macam karakteristik organisasi nirlaba yang ada di Indonesia, sistem pengendalian internal organisasi nirlaba, dan kinerja pengelolaan keuangan organisasi nirlaba. Eko menambahkan, bahwa penyajian laporan harus diatas standar keuangan, karena tujuan dari pelaporan keuangan adalah sebagai pengambilan keputusan.

Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan materi kedua “Standar Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba: PSAK 45” yang disampaikan oleh Tri Purwanto. Materi ini menjelaskan tentang kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang terbagi menjadi  laporan aktivitas, laporan posisi keuangan, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan Keuangan, kemudian dilanjutkan dengan penjelasan untuk pengertian PSAK 45 dan kaitannya dengan SAK ETAP.

Materi terakhir “Analisa Laporan Keuangan dan Audit Laporan Keuangan Organisasi Nirlaba” kembali disampaikan oleh Eko Komara. Materi ini memaparkan tentang pemahaman pola relasi dan keterkaitan laporan keuangan organisasi nirlaba, jenis, karakter dan tahapan audit laporan keuangan organisasi nirlaba dan penjelasan rasio keuangan dalam pengambilan keputusan-keputusan terkait keuangan.

Selama proses pelatihan, peserta dan fasilitator juga banyak berdiskusi mengenai berbagai macam tantangan dan hambatan dalam penyusunan laporan keuangan organisasi dan juga pengelolaan manajemen keuangan proyek/donor secara umum di masing-masing organisasi mitra selama ini.

Secara umum peserta mengevaluasi bahwa persiapan dan penyampaian materi dianggap baik, terutama metode penyampaian materi teknis keuangan dengan menggunakan bahasa dan contoh yang sederhana namun mudah dipahami sangat diapresiasi oleh peserta yang tidak seluruhnya memiliki latar belakang di bidang keuangan. Materi yang disampaikan pun dinilai relevan dan dianggap meningkatkan keterampilan dan pengetahuan peserta atas konsep pengelolaan dan pelaporan keuangan sebuah organisasi secara menyeluruh. Beberapa peserta menyarankan fasilitator untuk memperbanyak penyampaian studi kasus penerapan sistem pencatatan dan pelaporan keuangan di organisasi nirlaba.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

UMKM Perlu Serap Digital

Selengkapnya →