Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Berita  >  Artikel saat ini

[Penabulu] Workshop Komputerisasi Akuntansi menggunakan Software SANGO, September 2015

Oleh   /   Kamis 17 September 2015  /   Tidak ada komentar

Subhan pada penjelasannya yang pertama mengatakan “kita tidak bisa menggunakan SANGO jika kita tidak mengerti dasar pencatatan akuntansi, oleh karena itu saya akan menjelaskan dulu tentang pencatatan akuntansinya. Pada dasarnya SANGO itu tidak sesulit yang dibayangkan kok, asalkan kita mengerti dasar-dasarnya”.

Workshop Komputerisasi Akuntansi Menggunakan Software SANGO, Jakarta, 17-18 September 2015

Workshop Komputerisasi Akuntansi Menggunakan Software SANGO – Jakarta, 17-18 September 2015

Kembali Yayasan Penabulu mengadakan pelatihan SANGO yang diselenggarakan selama dua hari di Rumah Kemuning, Komplek Rawa bambu 1 Jl. D No. 6 Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Pelatihan SANGO kali ini dinarasumberi oleh Subhan yang beprofesi sebagai administrator dan keuangan Penabulu, dan dibantu oleh Sri Ngastuti Hartasih dan Dwi Inawati sebagai moderator serta Syarif di bagian software SANGO. Pelatihan ini diadakan selama dua hari dengan rangkaian acaranya sebagai berikut.

Pelatihan kali ini dihadiri oleh 12 peserta dari 5 lembaga. Adapun berikut daftar peserta pelatihan:

  1. Shita Azalia (AIPI)
  2. Henrikus Yuli p (PPH Atmajaya)
  3. Prismanto (PPH Atmajaya)
  4. Dalimaya (PUSKAPA)
  5. Rosita Dewi (TII)
  6. Retno Haryanti (PUSKAPOL UI)
  7. Anella Richi (PUSKAPOL UI)
  8. Dwi Setyawati (TII)
  9. Devy Setya A (Fahmina)
  10. Budi Setiyanto (Penabulu)
  11. Headhi Berlina Siringo (Penabulu)
  12. Sri Ngastuti Hartasih (Penabulu)

Pelatihan hari pertama dibuka dengan perkenalan masing-masing peserta dan diakhir perkenalan nama, serta lembaga, para peserta harus menyanyikan satu lirik lagu yang mereka hafal. Setelah semua berkenalan sekarang saatnya masuk pada materi. Pada kesempatan pertama Subhan memberikan slide yang memberi arahan atau memberi pondasi untuk melangkah pada materi SANGO.

Pada materi ini Subhan menjelaskan mengenai kaitan tiap akun transaksi dengan posisinya di debit atau kredit. Subhan menjelaskan bahwa “Hal ini dilakukan karena pada saat kita memasukan nama akun transaksi pada SANGO kita harus mengetahui dasar peletakan nama akunnya itu di posisi debit atau kredit. Secara umum Subhan menjelaskan cara-cara untuk menggunakan aplikasi SANGO”.

Subhan pada penjelasannya yang pertama mengatakan “kita tidak bisa menggunakan SANGO jika kita tidak mengerti dasar pencatatan akuntansi, oleh karena itu saya akan menjelaskan dulu tentang pencatatan akuntansinya. Pada dasarnya SANGO itu tidak sesulit yang dibayangkan kok, asalkan kita mengerti dasar-dasarnya”. Setelah menjelaskan mengenai dasar-dasar pencatatan akuntansi Subhan mengajak para peserta untuk makan siang dan beristirahat dahulu.

Setelah makan siang narasumber kembali mengulas sedikit materi yang tadi di sampaikan sembari menunggu Syarif untuk membantu menjelaskan mengenai software SANGO tersebut. Pada sesi pertama setelah makan siang, narasumber dibantu dengan Sri Ngastuti Hartasih untuk membagikan software kepada peserta. Setelah peserta mendapatkan softwarenya Syarif menjelaskan mengenai dasar penggunaan SANGO, Syarif mengatakan “agar rekan-rekan lebih mengerti silahkan waktu saya jelaskan anda juga bisa mencobanya”.

Setelah sekian lama akhirnya masuklah pada materi yang sesungguhnya yaitu penggunaan SANGO untuk pencatatan akuntansi bagi organisasi nirlaba yang dipandu oleh narasumber langsung. Peserta yang baru pertama kali menggunakan SANGO tampak sedikit kebingungan ada juga peserta yang tidak begitu kebingungan karena sudah menggunakan SANGO sebelumnya. Ditengah-tengah penggunaan software ada Kendala di peserta, aplikasi SANGO-nya tidak bisa dibuka. Dengan tenang narasumber beserta tim membantu satu persatu peserta hingga softwarenya bisa digunakan.

Hari pertama peserta tampak penasaran dengan aplikasi ini hingga tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 17.15 akhirnya pelatihan pun diakhiri.

Pada hari kedua pelatihan SANGO diisi dengan full praktek. Narasumber bersama dengan Inawati sebagai moderator membantu mengarahkan peserta dalam pencatatan akuntansinya, tak jarang peserta yang masih kebingungan karena menurut mereka SANGO ini baru dan masih belum paham betul dengan cara-caranya. Akhirnya narasumber beserta timnya membantu satu persatu peserta dalam pencatatannya, dan tidak terasa waktu begitu cepat berlalu sampai akhirnya makan siang pun tiba.

Iringan adzan jumat mengiringi makan siang kali ini, tawa peserta seakan lepas pada saat membincangkan mengenai materi ini. Waktu makan siang yang bisa dikatakan panjang karena bersamaan dengan sholat jumat membuat waktu peserta untuk beristirahat agak sedikit panjang. Ada peserta yang tidak mau membuang waktunya percuma, salah satu peserta mengotak-atik SANGO ini sendiri, berusaha untuk memecahakan permasalahannya. Tak selang lama narasumber kembali dan para peserta kembali menghadap pada laptop masing-masing untuk melanjutkan materi yang tertunda tadi.

Seluruh peserta pelatihan kali ini tampak sangat antusias selama proses pelatihan ini namun selang beberapa saat ada salah satu peserta yang meminta izin untuk pulang terlebih dahulu karena alasan mendapat tugas dari kantor. Ada soal terakhir yang membuat para peserta mengalami kendala dalam memecahkan jawabannya, tawa peserta kembali terpecah ketika menemui soal yang rumit namun narasumber malah bercanda mengenai soal yang sulit ini tadi. Pelatihan SANGO pun berakhir karena waktu tak terasa sudah semakin malam dan ada peserta yang terburu-buru karena takut terjebak macet.

Sebenarnya para peserta ada yang meminta agar pelatihan ini tetap berjalan namun berhubung waktu yang tidak mencukupi akhirnya pekatihan harus diakhiri, narasumber memberikan contact personnya jikalau ada kesulitan dalam menggunkan SANGO. Pada penghujung acara ada foto bersama di depan Rumah Kemuning.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

UMKM Perlu Serap Digital

Selengkapnya →