Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Akuntansi  >  Artikel saat ini

Penandingan dalam Jurnal Penyesuaian

Oleh   /   Jumat 27 Desember 2013  /   Tidak ada komentar

Ayat jurnal penyesuaian (adjusting journal entry) adalah ayat jurnal yang disusun pada akhir periode akuntansi untuk menandingkan pengakuan pendapatan dan beban untuk memperoleh pendapatan pada periode yang sama.

keuanganLSM

Penandingan dalam Jurnal Penyesuaian

Ayat jurnal penyesuaian (adjusting journal entry) adalah ayat jurnal yang disusun pada akhir periode akuntansi untuk menandingkan pengakuan pendapatan dan beban untuk memperoleh pendapatan pada periode yang sama. Dengan demikian, ayat jurnal penyesuaian memastikan bahwa prinsip pengakuan pendapatan (revenue recognition principle) dan prinsip penandingan (matching principle) tetah dipenuhi. Ayat jurnal panyesuaian memampukan sebuah pelaporan berisi jumlah yang akurat pada pelaporan keuangan.

Sebagai contoh, sebuah organisasi membayar sewa kantor sebesar Rp360 juta untuk jangka waktu sewa tiga tahun pada 2 April 2008. Pembayaran dilakukan transfer dari rekening organisasi di Bank Central Eropa. Pada saat membayar sewa (2 April 2008), organisasi membukukan jurnal:

April Prepaid Rent                           360.000.000

                                    Bank Central Eropa                                     360.000.000

                        (Pembayaran sewa untuk jangka waktu 36 bulan.)

Idealnya, setiap akhir bulan, organisasi menyusun ayat jurnal penyesuaian karena jangka waktu sewa dibayar di muka tersebut berkurang sebulan setelah organisasi menempatinya selama satu bulan. Misalnya, 30 April 2008, organisasi menyusun ayat jurnal penyesuaian sebagai berikut.

30 April Rent Expense                    10.000.000

                                    Prepaid Rent                                                            10.000.000

                        (Pengakuan beban sewa satu bulan, yaitu 360 juta : 36 bulan.)

Pada praktik akuntansi, beberapa organisasi tidak selalu mengakui beban sewa setiap akhir bulan. Mereka lebih senang mengakui diakhir periode akuntansi. Alasanya antara lain:

  1. Beberapa peristiwa tidak dijurnal setiap hari karena tidak efisien untuk dilakukan. Sebagai contoh, beban sewa diatas untuk tiga tahun akan sangat tidak efisien bila setiap hari dijurnal beban sewa setiap hari dengan perhitungan 1/365 x 3 tahun x Rp360 juta.
  2. Beberapa biaya dibayarkan untuk jangka waktu lebih dari satu tahun, misalnya sewa, asuransi atau alokasi pembebanan penyusutan aktiva tetap.
  3. Beberapa item tidak tercatat harian, misalnya beban air, listrik dan telepon. Rekening tagihan biasanya baru diterima pada awal bulan berikutnya.

Kembali pada contoh pembayaran sewa itu, misalnya beban sewa diakui sekaligus pada 31 Desember 2008. Sebelumnya tidak ada ayat jurnal penyesuaian untuk perkiraan “sewa dibayar di muka”. Dengan demikian, masa sewa yang dijalani oleh organisasi selama sembilan bulan, terhitung dari awal April sampai dengan akhir Desember tahun yang sama. Oleh karena itu, ayat jurnal penyesuaian yang disusun oleh organisasi pada 31 Desember 2008 sebagai berikut.

31 Dec Rent Expense                     90.000.000

                                    Prepaid Rent                                                            90.000.000

                        (Pengakuan Beban Sewa 9 bulan: 360 juta x 9/36 bulan)

Setelah pengakuan beban sewa sembilan bulan, organisasi yang mengakui beban sewa sekaligus tahun akan mengakui beban sewa lagi pada 31 Desember 2009 (akhir periode akuntansi berikutnya). Pada tanggal itu, beban sewa yang harus diakui oleh organisasi selama 12 bulan, yaitu 1 Januari 2009-31 Desember 2009. Oleh karena itu, ayat jurnal penyesuaian terkait sewa pada 31 Desember 2009 adalah:

31 Dec Rent Expense                     120.000.000

            (2009)             Prepaid Rent                                                            120.000.000

                        (Pengakuan Beban Sewa 12 bulan: 360 juta x 12/36 bulan)

Contoh penggunaan ayat jurnal penyesuaian itu adalah teknik akuntansi yang memenuhi prinsip penandingan. Prinsip penandingan mendukung pelaporan pendapatan dan beban terkait dalam periode yang sama. Proses biaya (cost) menjadi beban (expenses) termasuk dalam konsep penandingan. Dalam proses ini perlu dipahami perbedaan antara biaya dan beban.

Biaya didefinisikan sebagai jumlah yang dinyatakan dalam uang dari pengeluaran kas, atau transfer harta lain, jasa yang diberikan, hutang yang terjadi, saham yang diterbitkan, dalam pertimbangan barang/jasa yang diterima oleh sebuah organisasi.

Selanjutnya, biaya yang memiliki manfaat ekonomis di masa depan akan dikapitalisasi. Artinya, dilaporkan sebagai harta di laporan neraca. Biaya yang masih memiliki manfaat ekonomis di masa depan disebut sebagai biaya yang belum daluarsa (unexpired cost), sedangkan katika biaya itu sudah dinikmati (habis) manfaat ekonomisnya disebut biaya daluarsa (expired cost).

Biaya yang tidak memiliki manfaat disebut sebagai beban. Beban dilaporkan dalam laba atau rugi sesuai dengan periode ketika manfaat ekonomis habis dinikmati oleh organisasi. Olah karena itu, disebutkan sebelumnya proses biaya menjadi beban termasuk dalam konsep penandingan. Dalam contoh pembayaran sewa di atas, ketika membayar Rp360 juta pada 1 April 2008, organisasi mencatat sewa dibayar di muka. Artinya, sebagai aset (unexpired cost). Pada 31 Desember 2008, organisasi mengakui beban sewa sembilan bulan, maka expired cost adalah 90 juta sementara yang belum expired adalah 270 juta. Artinya, beban sewa (expired cost) di laporan laba rugi adalah 90 juta dan sewa di bayar di muka (unexpired cost) dilaporan neraca adalah 270 juta.

Prinsip penandingan sendiri memenuhi asumsi dasar akuntansi, yaitu periodik (periodicity). Penandingan pendapatan dan beban memenuhi pelaporan keuangan yang harus dibagi dalam periode akuntansi. Untuk menentukan dalam periode mana pelaporan pendapatan atau beban dilakukan bergantung pada apakah akuntan menerapkan cash basis atau accrual basis.

Dalam asumsi dasar organisasi, bisnis profesional yang digunakan adalah akuntansi akrual. Artinya, pengakuan terhadap pendapatan atau beban diakui saat terjadi bukan pada saat penerimaan atau pengeluaran kas. Konsep pengakuan pendapatan berdasarkan akunatansi akrual mengharuskan organisasi mengakui pendapatan untuk setiap kas yang diterima atau akan diterima dari transaksi penghasilan. Proses menandingkan antara pendapatan dan beban terkait pada periode yang sama menuntut disusunnya ayat jurnal penyesuaian untuk memutakhirkan (up dated) data sesuai dengan kondisi yang sebenarnya (representative faithfulness).

Disarikan dari buku: Pelaporan Keuangan Sesuai Dengan Prinsip Akuntansi, penulis: Michell Suharli, halaman: 47 – 50.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Membuat SDM Dihargai

Selengkapnya →