Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Akuntansi  >  Artikel saat ini

Pendapatan dan Beban Non-Operasi

Oleh   /   Kamis 17 Juli 2014  /   Tidak ada komentar

Pendapatan dan beban non-operasi tidak berasal dari kecakapan melakukan usaha, melainkan kepada untung-rugi yang diperoleh karena kondisi tertentu.

Pendapatan dan Beban Non-Operasi

Pendapatan dan beban perusahaan yang menjalankan usahahanya tidak hanya berasal dari aktivitas utamanya. Perusahaan dagang, misalnya, memiliki kendaraan untuk mengantarkan barang dagangan kepada customer.

Kendaraan ada kalanya harus dijual setelah dipakai beberapa tahun. Penjualan kendaraan tersebut mungkin menguntungkan. Tetapi, penjualan kendaraan bukan merupakan kegiatan utama perusahaan sehingga keuntungan dari penjualan kenaeraan merupakan pendapatan non-operasi.

Pendapatan dan beban yang bukan berasal dari aktivitas utama disebut pendapatan dan beban non-operasi. Pendapatan dan beban non-operasi perusahaan disajikan terpisah dalam laporan laba/rugi. Selisih antara laba usaha dan pendapatan atau beban non-operasi disebut laba sebelum pajak.

Dalam menilai keberadaan usaha perusahaan, biasanya pengguna laporan keuangan lebih fokus pada laba usaha dibanding laba setelah pos-pos non-operasi. Hal ini disebabkan karena laba operasi lebih menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola usahanya. Pendapatan dan beban non-operasi tidak berasal dari kecakapan melakukan usaha, melainkan kepada untung-rugi yang diperoleh karena kondisi tertentu.

Dalam kasus Perusahaan A pada contoh soal di atas, misalkan pada tahun 2014 pendapatan operasi selama tahun 2014 berjumlah Rp 80M, HPP berjumlah Rp 40 M, dan beban operasi Rp 30 M. Misalkan selama tahun 2014 tidak ada pendapatan dan beban non-operasi, maka untuk periode 2014, perusahaan menghasilkan laba usaha Rp10 M. Misalkan pajak perusahaan ditetapkan 20%, maka laporan laba/rugi akan tersaji seperti pada Peraga 2.2.

Laba perusahaan menunjukan progress perusahaan sebagai sebuah entitas. Laba ini ada kalanya dibagikan kepada para pemilik perusahaan yang dalam perusahaan berbentuk PT disebut dengan deviden. Dalam perusahaan Firma atau CV, pembagian laba kepada pemilik disebut prive.

Perusahaan A Laporan Laba/Rugi
Periode yang berakhir 31/12/2014
(Dalam ribuan)

2

 

 

 

 

 

 

Perusahaan A Laporan Laba/Rugi Periode yang berakhir 31/12/2014 (Dalam ribuan) Pendapatan Operasi 80.000.000 Harga Pokok Penjualan (40.000.000) Laba Kotor 40.000.000 Beban Operasi (30.000.000) Laba Operasi 10.000.000 Pajak (2.000.000) Laba Bersih 8.000.000

Perusahaan yang memiliki wawasan jauh ke depan biasanya tidak tergesa-gesa dalam membagi laba kepada pemilik. Laba ini dapat dicadangkan untuk mengembangkan perusahaan. Laba tersebut misalnya dapat digunakan untuk membangun pabrik baru, membayar utang, atau untuk keperluan lainnya.

Disarikan dari buku: Akuntansi untuk Non-Akuntansi, Penulis: Golrida Karwawati P, Hal: 16-18.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Membuat SDM Dihargai

Selengkapnya →