Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Akuntansi  >  Artikel saat ini

Pendapatan (Revenue) atas Penjualan Barang

Oleh   /   Senin 29 Oktober 2012  /   Tidak ada komentar

Pada saat pendapatan (revenue) diakui, biaya yang terkait dengan transaksi yang sama harus diakui sekaligus. Bilamana biaya tidak dapat diukur dengan andal, maka pendapatan yang terkait tidak harus diakui.

keuanganLSM

Pendapatan (Revenue) atas Penjualan Barang

Pendapatan (revenue) dari penjualan barang harus diakui hanya bilamana semua kondisi berikut telah dipenuhi:

  • Risiko dan imbalan yang signifikan dari kepemilikan atas barang tersebut yang telah ditransfer oleh entitas kepada pembeli;
  • Entitas tidak memiliki kendali yang efektif atas barang yang sudah dijual, atau tidak memiliki keterlibatan manajerial yang berkelanjutan hingga suatu tingkatan yang biasanya berhubungan dengan kepemilikan;
  • Jumlah pendapatan (revenue) dapat diukur dengan andal;
  • Kemungkinan bahwa imbalan secara ekonomis berkaitan dengan transaksi yang akan mengalir kepada entitas; dan
  • Biaya yang terjadi atau yang akan terjadi, dalam kaitannya dengan transaksi, dapat diukur dengan andal.

Menurut syarat umum dari suatu transaksi, transfer risiko dan imbalan yang signifikan dari kepemilikan terjadi, bilamana hak kepemilikan berpindah kepada pembeli atau pada saat bahwa pembeli menerima kepemilikan barang. Akan tetapi, dalam beberapa hal, transfer risiko dan imbalan kepemilikan tidak bertepatan dengan transfer hak kepemilikan secara hukum atau perpindahan kepemilikan, sebagaimana dalam hal penjualan suatu bangunan yang masih dalam proses kontruksi.

Pada saat pendapatan (revenue) diakui, biaya yang terkait dengan transaksi yang sama harus diakui sekaligus. Bilamana biaya tidak dapat diukur dengan andal, maka pendapatan yang terkait tidak harus diakui.

IFRIC 15 mengenai Perjanjian mengenai Konstruksi Real Estate, telah menentukan standar praktik mengenai pengakuan pendapatan oleh pengembang real estate dalam kaitannnya dengan penjualan unit sebelum konstruksi selesai (penjualan di luar rencana). Dalam hal pengembang menjual unit yang sudah selesai, maka pendapatan (revenue) harus diakui pada saat penyerahan, sama halnya dengan penjualan suatu produk. Sama halnya, atas dasar syarat perjanjian konstruksi real estate dimana apabila pembeli tidak memiliki otoritas untuk melakukan perubahan besar di dalam desain atau struktur, maka pendapatan (revenue) harus diakui pada saat penyerahan. Akan tetapi, bilamana pembeli mempunyai otoritas (apakah dilaksanakan) untuk menetapkan perubahan besar di dalam struktur atau desain, ataukah sebelum atau selama periode konstruksi, maka pendapatan (revenue) harus diakui sesuai dengan lAS 11 mengenai Kontrak Konstruksi, dan berdasarkan standar ini.

Demikian pula halnya dalam banyak hal, penjualan barang yang dilakukan adalah tergantung pada kondisi. Dalam semua hal, apabila penjual menahan risiko kepemilikan yang signifikan, maka transaksi tidak dianggap sebagai suatu penjualan untuk tujuan pengakuan pendapatan (revenue).

Dalam hal suatu transaksi penjualan, pendapatan (revenue ) tidak harus diakui kecuali mungkin bahwa imbalan ekonomis di masa mendatang akan mengalir kedalam entitas. Dalam beberapa hal, dimana penerimaan dari jumlah yang meragukan, maka pendapatan tidak harus diakui. Akan tetapi, bilamana penagihan pendapatan untuk periode pelaporan sebelumnya meragukan, maka jumlah ekuivalen atas jumlah yang tidak ditagih harus diakui sebagai suatu beban dalam periode pelaporan berjalan.

Pada saat pendapatan (revenue) diakui, biaya yang terkait dengan transaksi yang sama harus diakui sekaligus. Bilamana biaya tidak dapat diukur dengan andal, maka pendapatan yang terkait tidak harus diakui.

Disarikan dari buku: Memahami IFRS, Penulis: Nandakumar Ankarath, dkk, Halaman: 119-120.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Cara Perhitungan Pajak dari Pegawai

Selengkapnya →